RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tempe, madu, kurma, rempah-rempah, hingga air kelapa muda disebut memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh, terutama dalam menjaga keseimbangan pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah kajian kesehatan yang menyoroti pentingnya kembali mengonsumsi bahan pangan alami dan tradisional di tengah meningkatnya pola konsumsi makanan instan dan minuman tinggi gula.
Pembahasan tersebut menekankan pentingnya probiotik dan prebiotik dalam menjaga kondisi tubuh. Probiotik merupakan bakteri baik yang hidup di dalam sistem pencernaan, sedangkan prebiotik adalah makanan yang membantu bakteri baik tersebut berkembang.
Tempe dan Madu Dinilai Penting bagi Kesehatan Usus
Dalam penjelasannya, tempe disebut sebagai salah satu sumber probiotik yang mudah ditemukan di Indonesia.
Bakteri baik yang terkandung dalam makanan fermentasi tersebut diyakini dapat membantu memperbaiki kondisi saluran pencernaan ketika dikonsumsi secara rutin.
Namun, disebutkan bahwa proses pengolahan dengan suhu tinggi, seperti digoreng, berpotensi mengurangi jumlah bakteri baik yang ada di dalam tempe.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap memperhatikan cara pengolahan makanan agar kandungan nutrisinya tidak banyak berkurang.
Selain tempe, madu juga disebut sebagai bahan pangan yang penting untuk dikonsumsi.
Madu dinilai dapat menjadi salah satu sumber prebiotik yang membantu perkembangan bakteri baik di dalam tubuh.
Dalam pemaparannya, masyarakat diimbau memilih madu yang jelas asal-usul dan kualitasnya.
Kurma dan Rempah Dianjurkan Dikonsumsi Setiap Hari
Selain madu dan tempe, kurma juga menjadi salah satu bahan pangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.
Kurma disebut memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik dibandingkan kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi minyak atau gorengan setiap hari.
Tak hanya itu, berbagai jenis rempah-rempah Indonesia juga dinilai memiliki manfaat besar.
Beberapa rempah yang disebut antara lain kayu manis, cengkeh, ketumbar, kapulaga, serta berbagai tanaman rimpang seperti jahe, lengkuas, dan temulawak.
Bahan-bahan tersebut dinilai mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh.
Dalam praktik sehari-hari, rempah-rempah tersebut dapat dicampurkan ke dalam minuman atau makanan sebagai upaya meningkatkan kualitas nutrisi.
Makanan Fermentasi Menjadi Sorotan
Pembahasan juga menyinggung pentingnya makanan fermentasi bagi kesehatan masyarakat.
Kimchi, makanan khas Korea Selatan, disebut sebagai salah satu contoh makanan fermentasi yang banyak dikonsumsi karena dianggap baik untuk sistem pencernaan.
Fenomena tersebut kemudian dibandingkan dengan tempe yang merupakan makanan tradisional Indonesia.
Bahkan disebutkan bahwa pembuatan tempe tidak harus selalu menggunakan kedelai.
Berbagai biji-bijian seperti biji rambutan, biji semangka, hingga biji durian disebut memiliki potensi untuk dijadikan bahan fermentasi.
Hal ini membuka peluang pemanfaatan sumber pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Modifikasi Konsumsi Nasi Putih
Kajian tersebut juga menyoroti kebiasaan masyarakat mengonsumsi nasi putih.
Nasi putih disebut memiliki kandungan gula yang cukup tinggi sehingga disarankan untuk dipadukan dengan berbagai bahan lain agar kandungan serat dan mineralnya meningkat.
Beberapa bahan yang dianjurkan antara lain cabai rawit, bawang putih, serai, lada hitam, dan garam alami.
Penggunaan minyak kelapa maupun minyak zaitun juga disebut sebagai alternatif yang dapat digunakan dalam pengolahan makanan.
Selain itu, tempe dan kurma disebut dapat dijadikan pelengkap makanan sehingga menu harian menjadi lebih kaya nutrisi.
Kekhawatiran terhadap Konsumsi Gula Berlebih
Di akhir pembahasan, muncul kekhawatiran terhadap meningkatnya konsumsi minuman tinggi gula di masyarakat.
Maraknya kedai minuman manis dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik di usia muda.
Karena itu, masyarakat didorong untuk mulai mengurangi konsumsi gula pasir dan menggantinya dengan pilihan pemanis lain seperti madu, gula aren, atau gula kelapa.
Pola makan berbasis bahan alami dinilai dapat membantu mencegah berbagai gangguan kesehatan di masa mendatang.
Air Kelapa Muda Disebut Kaya Nutrisi
Selain rempah dan makanan fermentasi, air kelapa muda juga menjadi salah satu bahan pangan yang mendapat perhatian.
Air kelapa muda disebut mengandung berbagai komponen asam amino yang penting bagi tubuh.
Buah kelapa juga dinilai memiliki kandungan nutrisi yang melimpah karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.
Dengan mengonsumsi bahan pangan alami secara konsisten, masyarakat diharapkan dapat membangun pola hidup yang lebih sehat dan mengurangi risiko berbagai penyakit di masa depan.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : dr. Zaidul Akbar Official, You Tube, DIOLAH