JAKARTA - Maulid Nabi Muhammad menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan mengingat Rasulullah SAW. Sebuah lantunan doa dalam bahasa Arab berisi permohonan syafaat, rahmat, ampunan, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Maulid Nabi Muhammad dalam lantunan tersebut diwarnai doa agar umat mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat. Doa juga memuat harapan agar umat Islam dapat dekat dengan Nabi dan memperoleh tempat di surga bersama beliau.
Lantunan Maulid Nabi Muhammad itu diawali dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga serta para sahabat. Setelah itu, rangkaian doa dilanjutkan dengan permohonan agar umat termasuk orang-orang yang mendapatkan rahmat dan syafaat Rasulullah.
Doa Memohon Syafaat Rasulullah
Salah satu bagian utama doa berisi permohonan agar umat tetap berpegang teguh pada tuntunan Nabi Muhammad SAW. Doa tersebut juga memohon agar umat dapat mengikuti jalan Rasulullah serta dikumpulkan bersama beliau di surga.
Baca Juga: Resep Es Krim Rumahan Super Lembut, Cuma Pakai Bahan Sederhana dan Bisa Jadi Ide Jualan
Dalam lantunan itu terdapat harapan agar umat dapat memasuki surga bersama Rasulullah. Doa juga memohon tempat yang baik di dalamnya serta rahmat ketika Nabi memberikan syafaat kepada umat manusia.
Syafaat Rasulullah menjadi salah satu tema yang kuat dalam doa tersebut. Jamaah memohon agar Nabi Muhammad menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat dan umat mendapatkan kedudukan yang baik melalui pertolongan yang diizinkan Allah SWT.
Selain itu, terdapat doa agar umat diberikan kesempatan berziarah setiap tahun. Jamaah juga memohon supaya tidak menjadi orang yang lalai terhadap Allah SWT maupun Rasulullah.
Memohon Ampunan dan Rahmat
Rangkaian doa kemudian berisi permohonan ampun kepada Allah SWT. Jamaah memohon agar dosa-dosa diampuni dan kekurangan ditutupi dengan rahmat serta ampunan-Nya.
Baca Juga: Prabowo Tegas Soal RAPBN 2027: Anggaran Seremoni Dipangkas, Gaji Guru Jadi Perhatian
Doa tersebut juga mengenang orang-orang yang sebelumnya hadir dalam majelis, tetapi telah meninggal dunia atau tidak lagi dapat mengikuti pertemuan. Mereka didoakan agar tetap mendapatkan pahala dan keutamaan dari majelis tersebut.
Permohonan juga ditujukan bagi umat ketika telah menjadi penghuni kubur. Jamaah meminta agar diberikan kemampuan untuk melakukan amal saleh yang dapat menjadi bekal ketika menghadapi kehidupan setelah kematian.
Doa selanjutnya memohon agar umat diberikan keteguhan iman. Jamaah meminta perlindungan agar tidak menjadi orang yang mengingkari pertemuan dengan Allah SWT dan tidak lalai ketika menjalani kehidupan di dunia.
Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat
Dalam rangkaian doa, terdapat pula permohonan agar umat dilindungi dari kejahatan orang-orang zalim. Jamaah meminta keselamatan dari berbagai fitnah kehidupan dunia.
Doa kemudian kembali diarahkan kepada Rasulullah SAW. Jamaah memohon agar Nabi Muhammad menjadi syafaat bagi umat serta memberikan pertolongan pada hari kiamat.
Salah satu permohonan berikutnya adalah agar umat dapat meminum air dari telaga Nabi Muhammad SAW. Air tersebut diharapkan menjadi minuman yang menyegarkan dan membuat umat tidak mengalami kehausan setelahnya.
Jamaah juga memohon agar dikumpulkan di bawah panji Rasulullah SAW pada hari kiamat. Harapan tersebut menjadi bagian dari doa untuk memperoleh kedekatan dengan Nabi di kehidupan akhirat.
Doa untuk Orang Tua dan Kaum Muslimin
Rangkaian doa tidak hanya ditujukan untuk diri sendiri. Permohonan ampun juga disampaikan untuk orang tua, guru, ulama, para pembimbing, serta orang-orang yang memiliki hak kepada umat.
Doa tersebut kemudian diperluas untuk seluruh kaum mukminin dan mukminat, termasuk umat Islam yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Setelah rangkaian doa selesai, lantunan ditutup dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan kemudian dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah.
Lantunan ini memperlihatkan kuatnya nuansa doa dalam Maulid Nabi Muhammad. Isinya mencakup permohonan syafaat, ampunan, rahmat, keselamatan, keteguhan iman, serta harapan agar umat dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di akhirat.
Editor : Maylanni Diana Fitri