TANGERANG - Home Decor Rumah Minimalis diterapkan Eka dan Virsa pada hunian dua lantai di Kabupaten Tangerang. Berdiri di atas lahan 90 meter persegi, rumah berukuran 6 x 15 meter ini memadukan konsep Scandinavian pada bagian luar dengan interior bernuansa Japandi yang didominasi warna netral, furnitur compact, serta sejumlah aksen kayu.
Rumah tersebut memiliki luas bangunan sekitar 80 meter persegi. Menariknya, seluruh desain rumah dibuat sendiri oleh Eka dan Virsa tanpa bantuan arsitek maupun kontraktor. Untuk proses pembangunan, keduanya menggunakan jasa tukang dan mencari material sendiri sesuai kebutuhan serta anggaran yang tersedia.
Konsep Scandinavian terlihat dari bentuk atap segitiga pada fasad. Tampilan tersebut kemudian dipadukan dengan aksen kayu bernuansa tropis. Eka memilih warna cat yang kalem dan tidak terlalu mencolok agar rumah tetap terlihat netral. Aksen kayu ditambahkan untuk menghindari tampilan fasad yang monoton.
Baca Juga: Hidup Jokowi, Jempol Prabowo: Manis di Depan, Politik Belakangan
"Jadi biar enggak monoton karena aku kan penginnya tuh netral aja enggak terlalu mencolok," ujar Eka dalam video tersebut.
Memaksimalkan Lahan 6 x 15 Meter
Home Decor Rumah Minimalis ini tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga pemanfaatan ruang. Karena lebar rumah hanya enam meter, Eka membagi area rumah menjadi dua bagian. Sisi kiri dimulai dari teras, living room, area makan, hingga taman di bagian belakang. Sementara sisi kanan digunakan untuk carport, kamar utama, kamar anak, kamar mandi, dan dapur.
Area living room menjadi salah satu bagian yang menonjol. Plafonnya dibuat mengikuti bentuk atap dengan ketinggian sekitar tujuh meter sehingga memberikan kesan lapang. Interiornya menggunakan gaya Japandi dengan warna-warna netral seperti cokelat.
Furnitur yang dipilih juga disesuaikan dengan keterbatasan ruang. Kabinet TV dibuat menggantung agar tidak terlalu banyak mengambil tempat. Sofa yang digunakan memiliki fungsi tambahan sebagai sofa bed.
Baca Juga: Investasi Tulungagung Tembus Rp 652 Miliar, UMKM Jadi Penggerak Utama hingga Semester I 2026
Pada bagian dinding, Eka memadukan wallboard dan wall panel. Ia juga memanfaatkan sebuah penutup meteran listrik sebagai elemen dekorasi untuk menutupi area yang dianggap terlalu ramai oleh colokan dan kabel.
Taman indoor menjadi bagian lain yang sengaja dibuat untuk mendukung suasana rumah. Area tersebut dibuat terbuka agar sirkulasi udara dan cahaya tetap baik. Di dalamnya terdapat tanaman pandan Bali, monstera, serta pakis Brazil. Ada pula bench, rumput sintetis, dan akuarium milik Virsa.
Eka mengatakan dirinya dan Virsa memang ingin membuat rumah yang nyaman untuk ditinggali. Keduanya mengaku lebih senang menghabiskan waktu di rumah sehingga menghadirkan suasana seperti kafe melalui permainan lampu di area taman.
Dapur berukuran sekitar 2,25 x 3 meter juga dirancang sederhana dan fungsional. Awalnya, ruangan tersebut direncanakan sebagai kamar ketiga. Namun, perubahan posisi tangga membuat dapur akhirnya dipindahkan ke area tersebut.
Detail Kamar dan Ruang yang Fungsional
Kamar anak berukuran 3 x 2,5 meter dirancang sendiri oleh Eka. Ruangan tersebut dilengkapi meja belajar dan dekorasi dengan bentuk lengkung. Jalur listrik, pembuangan AC, serta pipa juga sudah dipersiapkan sejak pembangunan agar tidak perlu membongkar bagian rumah ketika fasilitas tersebut nantinya digunakan.
Kamar utama memiliki ukuran 3 x 3 meter. Pintu kamar dibuat menyatu dengan dinding menggunakan WPC untuk menjaga privasi karena posisinya menghadap living room. Interiornya menggunakan warna sage green dan lemari sliding agar ruang yang terbatas tetap mudah digunakan.
Baca Juga: Anugerah Guru Prima 2026 PGRI Tulungagung, Kembangkan Metode Pembelajaran, Terbaik Melaju ke Jatim
Sementara itu, kamar mandi berukuran 1,75 x 1,75 meter. Keramik dipasang hingga bagian atas dinding. Ruangan tersebut juga dilengkapi water heater dan exhaust fan. Wastafel ditempatkan di luar kamar mandi agar lebih praktis digunakan.
Rumah ini dibangun pada 2024 dan membutuhkan waktu sekitar lima bulan hingga rapi dan ditempati. Eka dan Virsa menyebut biaya pembangunannya berada di kisaran Rp400 jutaan.
Mereka memilih membangun rumah secara bertahap karena sejak awal tidak ingin menggunakan KPR. Sebelumnya, keduanya memilih tinggal di kontrakan sambil mengumpulkan dana pembangunan. Tanah yang akan digunakan untuk rumah tersebut sudah tersedia.
Baca Juga: HDCI Tulungagung Segera Terbentuk, Muscab Diusulkan Digelar 30 Agustus 2026
Meski sebagian lantai dua belum selesai, perencanaan pembangunan sudah dipersiapkan sejak awal. Eka dan Virsa juga menyiapkan akses dari samping rumah agar pengerjaan tahap berikutnya tidak terlalu mengganggu area yang sudah ditempati.
Bagi Eka, komunikasi dan kontrol terhadap pekerjaan tukang menjadi bagian penting saat membangun rumah sendiri. Setiap tahapan, terutama finishing, perlu diperiksa dan dikomunikasikan kembali agar hasilnya sesuai dengan desain yang telah dibuat.
Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah