JAKARTA - Renovasi rumah hemat Rp250 juta dilakukan Evi, seorang ibu rumah tangga sekaligus konten kreator Home Deko, dengan mengerjakan sendiri proses renovasi rumahnya tanpa menggunakan jasa kontraktor. Rumah yang sebelumnya merupakan bangunan standar developer itu dirombak menjadi dua lantai dengan luas bangunan mencapai 180 meter persegi. Evi mengatakan, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) bersama arsitek, renovasi rumah tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp680 juta. Namun, setelah proses pembangunan dikerjakan sendiri, total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp430 juta. Artinya, ada selisih sekitar Rp250 juta yang berhasil dihemat.
Rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas 90 meter persegi dengan ukuran 6 x 15 meter. Sebelum direnovasi, rumah hanya memiliki luas bangunan sekitar 30 meter persegi dan terdiri dari satu lantai. Kondisi itu membuat sejumlah ruangan terasa sempit. Evi kemudian memilih memperluas sekaligus menambah lantai agar rumah lebih nyaman digunakan bersama keluarga. Dalam prosesnya, Evi menggunakan jasa arsitek untuk membantu desain, tetapi memilih paket eksterior karena keterbatasan anggaran. Sementara desain interior, pemilihan warna, hingga penataan ruangan dilakukan sendiri. Ia juga memilih dan membeli material sendiri serta menggunakan tukang yang dikelola secara mandiri. "Pokoknya kalau mau renovasi sendiri enggak pakai kontraktor harus mau pusing sih. Tapi insyaallah hasilnya hematnya mantap," ujar Evi.
Konsep rumah didominasi warna putih dan menggunakan tema wood and white. Menurut Evi, warna putih dipilih karena memberikan kesan bersih, natural, sederhana, dan simpel. Pada bagian fasad, terdapat roster dan wood plank yang sekaligus membantu menjaga privasi serta sirkulasi udara. Bagian depan juga dilengkapi taman minimalis yang baru dibuat beberapa bulan sebelum proses pengambilan video. Evi menjelaskan, area untuk tanaman tersebut memang sudah disediakan oleh developer dalam bentuk planter box. Sebelumnya, area itu pernah ditanami pohon bintaro dan jambu sebelum akhirnya diubah menjadi taman.
Baca Juga: HDCI Tulungagung Segera Terbentuk, Muscab Diusulkan Digelar 30 Agustus 2026
Masuk ke dalam rumah, Evi memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Ia menginginkan setiap ruangan memiliki bukaan agar rumah tetap terang dan tidak terasa pengap. Area yang sebelumnya merupakan kolam ikan koi juga diubah menjadi tempat parkir sepeda anak dan dilengkapi vertical garden. Ruang keluarga digunakan untuk berkumpul dan menonton bersama karena keluarga Evi lebih sering menghabiskan waktu di area tersebut. Dinding di sekitar tangga kemudian diberi panel PVC untuk mengurangi kesan kotor akibat sering disentuh anak-anak.
Di bagian dapur, ruang yang hanya memiliki lebar sekitar 2,4 meter dimanfaatkan secara vertikal untuk menambah kapasitas penyimpanan. Kitchen set tetap menggunakan perpaduan kayu dan putih. Ada pula island multifungsi yang dilengkapi roda sehingga dapat dipindahkan ketika bagian bawahnya hendak dibersihkan atau saat membutuhkan ruang lebih luas. Area belakang rumah juga dimanfaatkan sebagai taman dan laundry. Kanopi transparan dipasang agar pakaian tetap terlindungi saat hujan, tetapi cahaya matahari masih dapat masuk.
Rumah ini juga memiliki musala berukuran 3 x 3 meter yang dibuat dengan konsep kisi-kisi partisi. Penempatan musala disesuaikan dengan arah kiblat sehingga bentuk ruangnya dibuat sedikit serong. Kamar mandi di lantai satu berukuran 2 x 2 meter, sedangkan kamar utama di lantai dua berukuran 4 x 4,5 meter dan memiliki akses pemandangan ke taman rooftop. Kamar anak berukuran 3 x 3 meter dilengkapi tempat tidur yang dapat ditarik sehingga bisa digunakan dua anak sekaligus atau disimpan ketika membutuhkan ruang lebih luas.
Baca Juga: HUT PPAL ke-40 di Madiun, Silaturahmi Purnawirawan TNI AL: Nguri-uri Budoyo jadi Agenda Utama
Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah rooftop. Area yang sejak awal memang dikosongkan untuk taman itu kemudian dikerjakan menggunakan vendor karena membutuhkan perhitungan teknis agar tidak merusak dak. Taman rooftop dibuat dengan desain melengkung dan dilengkapi sistem pembuangan air melalui pipa di bawah planter box. Dengan begitu, air hujan dapat dialirkan menuju gorong-gorong dan tidak menggenang di area taman.
Proses renovasi berlangsung dari Maret hingga Desember 2023. Namun, karena terdapat libur Idul Fitri dan Idul Adha serta tukang yang didatangkan dari Jawa Timur, keseluruhan proses memakan waktu sekitar 10 bulan. Dari renovasi tersebut, Evi menunjukkan bahwa rumah standar developer dapat diubah menjadi hunian dua lantai yang lebih luas dan fungsional dengan pengelolaan anggaran secara mandiri. Penghematan hingga Rp250 juta menjadi hasil utama dari keputusan untuk tidak menggunakan jasa kontraktor, meski konsekuensinya seluruh proses, mulai dari material hingga pengawasan tukang, harus dipikirkan dan diatur sendiri.
Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah