Rumah Developer 6 Meter Ini Diubah Jadi Hunian Jepang yang Lebih Lega

Nadhifatul Azmi Nur Azizah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Rumah developer 6 meter milik Ririn diubah dengan layout custom, konsep Jepang, furnitur multifungsi, taman, dan storage untuk memaksimalkan ruang.
Rumah developer 6 meter milik Ririn diubah dengan layout custom, konsep Jepang, furnitur multifungsi, taman, dan storage untuk memaksimalkan ruang.

JAKARTA - Rumah developer 6 meter milik Ririn di Balebari tampil berbeda setelah layout interiornya dikustom sejak tahap perencanaan. Dari luar, rumah tersebut masih terlihat seperti hunian standar developer, tetapi bagian dalamnya diubah dengan menghilangkan salah satu kamar di lantai satu sehingga area living room menjadi lebih luas dan terasa lebih nyaman.

Ririn menjelaskan, rumah tersebut berdiri di atas tanah seluas 79 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 88 meter persegi. Lebarnya 6,3 meter dengan panjang ke belakang 12,6 meter. Meski fasad bawaan developer tidak banyak diubah, beberapa bagian diberi sentuhan tambahan, salah satunya roster yang dipasang di area depan.

Roster tersebut bukan hanya digunakan sebagai aksen fasad. Ririn memanfaatkannya untuk membantu sirkulasi udara di dalam rumah. Selain itu, area depan juga dilengkapi taman dengan sejumlah tanaman seperti philo selloum, bambu Cina, dan helikonia. Bagian depan rumah sengaja dibuat terbuka agar air hujan dapat langsung mengenai area tersebut.

Baca Juga: Indomobil E Motor QT Dibanderol Rp15 Juta, Jarak Tempuh hingga 130 Km

Salah satu perubahan lain terdapat pada kanopi. Ririn menambahkan kanopi seluas 27 meter persegi menggunakan Alderon double layer dengan rangka holo galvanis. Di bagian pintu masuk, rumah juga dilengkapi smart door lock. Sementara itu, roster yang tersisa dari pembelian material digunakan kembali sebagai elemen tambahan di beberapa bagian rumah.

Perubahan paling terasa justru berada di dalam. Saat pembangunan masih dalam tahap perencanaan, Ririn berkomunikasi dengan pihak developer untuk mengubah layout. Salah satu kamar tidur di lantai satu dihilangkan agar area ruang keluarga dan living room terasa lebih lapang. Dengan konsep tersebut, area lantai satu menjadi lebih terbuka tanpa banyak sekat.

Ruang di lantai satu kini terdiri dari entrance, foyer, ruang keluarga, living room, ruang tamu, serta area makan yang juga bisa digunakan untuk berbincang atau berkumpul. Nuansa Jepang cukup terasa dari pemilihan dekorasi dan warna interior. Ririn mengaku banyak mencari inspirasi melalui Pinterest dan media sosial.

Baca Juga: Pernah Dapat Remisi 2023, Syahri Mulyo Tiga Tahun Terakhir Tak Lagi Dapat Potongan Hukuman

Salah satu furnitur yang menarik perhatian adalah meja bundar berdiameter sekitar satu meter. Selain berfungsi sebagai meja, bagian dalamnya dimanfaatkan sebagai storage. Konsep multifungsi juga diterapkan pada sejumlah furnitur lain, termasuk area duduk yang sekaligus digunakan untuk menyimpan sepatu.

Area makan dibuat dengan konsep tatami. Menurut Ririn, pilihan tersebut membuat ruangan terasa lebih santai sekaligus tidak cepat terlihat penuh. Setelah area makan, terdapat taman minimalis dan void yang terhubung hingga lantai atas. Bagian atasnya dilengkapi kanopi sliding yang bisa dibuka ketika cuaca cerah dan ditutup saat hujan deras.

Dapur ditempatkan di bagian belakang dan dibuat semi outdoor. Kabinetnya dikustom untuk memaksimalkan penyimpanan, sementara area beton dapur masih merupakan bawaan developer. Penataan tersebut membuat ruang penyimpanan dapat dimanfaatkan hingga bagian atas kabinet.

Baca Juga: Uwinfly M110G Punya Boost 99 Km/jam, Baterai Bisa Dicas 1,5 Jam

Di lantai dua terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan service room. Salah satu kamar yang awalnya dirancang sebagai dua kamar kemudian dibuat menjadi satu area yang lebih luas. Ruangan tersebut bisa digunakan sebagai kamar tamu sekaligus tempat bermain anak. Sementara kamar utama berukuran sekitar 3,5 x 3 meter dengan konsep yang lebih sederhana dan warna lebih lembut.

Ririn mengatakan sebagian besar furnitur custom dikerjakan oleh tukang langganan. Ia memberikan gambar dan rancangan tiga dimensi, kemudian tukang tersebut menyesuaikannya dengan kebutuhan rumah. Konsep serupa juga diterapkan pada kamar, kitchen set, dan sejumlah storage.

Untuk biaya interior, meja dan area tatami disebut sekitar Rp5 juta, foyer sekitar Rp7,5 juta, kitchen set sekitar Rp10 juta, kanopi sliding sekitar Rp9,5 juta, kanopi depan sekitar Rp15 juta, serta pengerjaan kamar tidur sekitar Rp9,5 juta. Sementara renovasi layout tidak dilakukan setelah rumah jadi karena perubahan tersebut sudah dimasukkan sejak tahap awal pembangunan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Terbaru, Ada yang Jarak Tempuh 130 Km

Ke depan, Ririn berencana memaksimalkan area depan rumah agar ruang living room dapat dibuat lebih luas. Ia menyebut konsep tersebut sebagai rumah tumbuh karena pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Pesan Ririn bagi pemilik rumah yang ingin membangun atau menata hunian adalah tidak perlu memaksakan semuanya selesai sekaligus. “Pelan-pelan enggak apa-apa satu-satu. Enggak harus semua langsung jadi satu,” ujarnya.

Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah
Rumah Tumbuh Rumah Developer 6 Meter Balebari Interior Jepang rumah minimalis