JAKARTA - Rumah lebar 6x15 milik arsitek Stefanny dari Ru.angan berhasil memaksimalkan lahan seluas 90 meter persegi menjadi hunian tiga lantai yang tetap terasa lapang. Dari luar, rumah ini bahkan tidak terlihat seperti memiliki tiga lantai karena ketinggian setiap lantainya dibuat lebih pendek.
Rumah yang diperkenalkan melalui channel Wicak Miftah tersebut memiliki konsep sederhana dengan perpaduan gaya Jepang dan nuansa tropis. Stefanny mengatakan desain rumah dibuat berbentuk kotak dengan ornamen yang minim, tetapi tetap menghadirkan elemen tropis melalui tanaman, bata, roster, dan material bertekstur.
“Jadi sebenarnya sih aku suka rumah Jepang. Jadi kita bikinnya emang kotak-kotak simple gitu aja, nggak terlalu banyak ornamen. Tapi pengen menonjolin rasa tropikalnya,” ujar Stefanny.
Baca Juga: Nikita Mirzani Tagih Utang Rp200 Juta ke Giorgio Antonio, Singgung Masa Lalu
Salah satu alasan jendela di bagian depan dibuat berukuran kecil adalah untuk menjaga privasi. Aktivitas penghuni dari dalam rumah tidak mudah terlihat dari jalan. Bagian depan kantor studio arsiteknya juga diberi tanaman dan frame besi sehingga pandangan ke dalam semakin terbatas.
Menariknya, jendela kamar anak justru dibuat lebih besar. Stefanny memberikan toleransi tersebut karena posisi jendela berada di lantai atas sehingga bagian dalam kamar tetap tidak mudah terlihat dari bawah.
Inner court di tengah rumah
Konsep paling menonjol dari rumah ini adalah inner court yang berada di bagian tengah bangunan. Area tersebut menjadi sumber cahaya sekaligus membantu sirkulasi udara ke sejumlah ruangan.
Baca Juga: Pabrik Gula Merah di Tapan Terbakar, dari Tumpukan Sepah Tebu hingga Kerugian Rp10 Juta
Stefanny sengaja menghadirkan taman di dalam rumah karena tidak ingin aktivitas keluarga terlalu terekspos dari depan. Dengan inner court, anak-anak tetap bisa bermain di area yang terasa seperti ruang luar tanpa harus keluar rumah.
“Jadinya aku bikin lah si taman ini inner courtyard ini, supaya anak-anakku bisa main dalam rumah, tapi tetep berasa outdoor,” katanya.
Inner court juga dilengkapi kolam kecil dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter dan lebar sekitar 40 sentimeter. Menurut Stefanny, keberadaan air memberikan suara tambahan yang membuat area tersebut terasa lebih hidup.
Baca Juga: Masih Jalani Hukuman Subsider, Mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Kembali Tak Dapat Remisi
Area ini juga dapat digunakan sebagai tempat duduk. Bench dibuat menyambung dari bagian luar hingga area dalam sehingga bisa dimanfaatkan ketika ada keluarga atau teman yang berkumpul.
Pada lantai pertama, area kitchen dan dining dibuat terbuka dan terhubung dengan inner court. Tangga menuju lantai atas bahkan dirancang tanpa railing konvensional. Sebagian tangga dibuat menggunakan plat tekuk, sementara bagian lainnya sekaligus menjadi furniture dan storage.
Tiga lantai, kantor studio hingga kamar utama
Lantai dua digunakan sebagai living room dan pantry. Ruangannya dibuat terang dengan bukaan kaca besar yang memungkinkan penghuni melihat area kamar anak dan taman di bawah. Ketinggian plafon dibuat sekitar 2,4 hingga 2,5 meter sehingga dari luar rumah terlihat lebih rendah.
Baca Juga: Wacana Guru PPPK Bakal Jadi Pegawai Pusat, Pemkab Tulungagung Ungkap Dampaknya bagi Anggaran Daerah
Studio arsitek Ru.angan juga berada di bagian rumah. Aksesnya dapat dilakukan dari luar melalui tangga di bagian depan maupun dari dalam rumah. Sebelumnya, studio tersebut hanya berukuran sekitar 1,5 x 3 meter sehingga renovasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ruang kerja.
Lantai tiga menjadi area kamar tidur. Kamar utama dilengkapi walking closet dan kamar mandi yang dibuat dengan nuansa tropis. Stefanny menggunakan skylight agar kamar mandi tetap mendapatkan cahaya alami sekaligus menghadirkan kesan seperti ruang outdoor meski berada di dalam bangunan.
Kamar anak juga dirancang fleksibel. Salah satu kamar berukuran sekitar 4 x 2,9 meter dan menyediakan ruang kosong yang dapat digunakan untuk bermain maupun menampung kasur tambahan ketika keluarga besar datang.
Baca Juga: Nila Farhatun Nazilah, Gadis Kalidawir yang Gemar Traveling hingga Canyonering demi Pengalaman Baru
Untuk material lantai kamar, digunakan SPC dengan tampilan kayu agar suasananya terasa lebih hangat. Sementara area lainnya tetap mempertahankan kombinasi warna abu-abu, kayu, putih, serta aksen terakota.
Stefanny menyebut pembangunan rumah ini berlangsung sekitar satu tahun dua bulan hingga selesai. Proses desain sendiri dimulai pada 2024 dan mengalami beberapa kali perubahan. Layout akhirnya baru benar-benar ditetapkan pada Januari 2025.
Untuk biaya pembangunan, Stefanny menyebut kisarannya sekitar Rp6 juta hingga Rp6,5 juta per meter persegi. Angka tersebut belum termasuk kusen aluminium jendela dan keramik. Ia juga menegaskan biaya pembangunan dapat berbeda tergantung tingkat kerumitan desain.
Editor : Nadhifatul Azmi Nur Azizah