JAKARTA - Logam Mulia Galeri 24 menjadi salah satu pilihan emas batangan yang bisa dipertimbangkan investor. Produk yang dijual Galeri 24, anak perusahaan PT Pegadaian, ini memiliki sejumlah kelebihan, tetapi juga kekurangan, terutama jika dibandingkan dengan emas Antam dari sisi spread dan nilai buyback.
Galeri 24 merupakan perusahaan retail emas dan perhiasan yang menjual beragam produk, mulai dari perhiasan emas, hadiah emas, hingga logam mulia. Untuk produk emas batangan, Galeri 24 juga menyediakan beberapa merek, seperti Antam, UBS, Lotus, Arci, dan Galeri 24.
Dalam ulasan yang dibagikan melalui video YouTube, tampilan logam mulia Galeri 24 untuk kepingan 10 gram disebut memiliki desain yang tebal dan kokoh. Pada bagian depan terdapat tulisan Galeri 24 Pegadaian, logo Galeri 24, logo SNI, serta keterangan 10 gram fine gold.
Pada bagian belakang terdapat hologram UBS, sertifikat, dan QR code yang digunakan untuk memeriksa keaslian emas melalui aplikasi UBS Gold. Desainnya disebut mirip dengan logam mulia UBS, meski memiliki perbedaan pada warna dan logo.
Dari sisi tampilan fisik, pembuat ulasan mengaku lebih menyukai kemasan yang kokoh karena memberikan kesan lebih premium. Namun, ukuran kemasan tersebut juga dinilai bisa menjadi kurang praktis ketika disimpan bersama kartu atau foto dalam album tertentu.
Harga dan Spread Galeri 24
Data harga yang dibahas dalam video berasal dari 16 November 2023 sehingga nilainya dapat berubah. Saat itu, harga jual logam mulia Galeri 24 untuk kepingan 1 gram tercatat Rp1.092.000, 5 gram Rp5.278.000, dan 10 gram Rp10.484.000.
Baca Juga: Guru Non ASN 2027: 172.323 Masih Terdata, Nasib Setelah 31 Desember Belum Final
Sementara itu, harga buyback yang disebut dalam video masing-masing Rp979.000 untuk 1 gram, Rp4.903.000 untuk 5 gram, dan Rp9.807.000 untuk 10 gram.
Dari angka tersebut, spread Galeri 24 untuk kepingan 1 gram disebut mencapai 10,3 persen. Untuk 5 gram sebesar 7,1 persen, sedangkan kepingan 10 gram berada di angka 6,4 persen.
Sebagai pembanding, spread Antam yang digunakan dalam video pada tanggal yang sama berada di angka 9,3 persen untuk 1 gram, 5,5 persen untuk 5 gram, dan 5 persen untuk 10 gram. Artinya, spread Galeri 24 saat itu masih lebih tinggi dibandingkan Antam.
Video tersebut juga menyinggung adanya PPh ketika menjual Antam di butik Antam dengan nominal di atas Rp10 juta. Besarannya disebut 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Sementara untuk Galeri 24, pembuat video mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai PPh tersebut, tetapi website Galeri 24 menyatakan harga jual dan harga beli sudah termasuk pajak yang berlaku.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kelebihan Galeri 24 adalah keberadaan 88 outlet resmi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kondisi tersebut membuat pembelian maupun penjualan dapat dilakukan melalui outlet resmi dengan harga yang disebut sesuai dengan website.
Baca Juga: Guru Honorer 2027 di Ujung Pengabdian, 20 Tahun Mengajar Terbentur Usia dan Ijazah
Kelebihan lainnya berkaitan dengan produsennya. Logam mulia Galeri 24 diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), yang juga disebut sebagai produsen perhiasan emas dan logam mulia.
Galeri 24 juga menyediakan QR code untuk pemeriksaan keaslian. Namun, dalam pengalaman pembuat video, proses pemindaian menggunakan aplikasi UBS Gold mengalami kendala. Aplikasi disebut sulit melakukan pemindaian dan terus mengalami loading sehingga keaslian emas tidak berhasil diperiksa melalui fitur tersebut.
Dari sisi investasi, pembuat video menilai nilai buyback Antam masih lebih tinggi. Galeri 24 juga dinilai kurang menarik apabila emasnya harus dijual melalui toko emas atau marketplace yang memberikan harga lebih rendah dari website resminya.
Meski demikian, Galeri 24 tetap dianggap layak dipertimbangkan, khususnya bagi konsumen yang tidak ingin repot dan tinggal dekat dengan outlet resminya. Kemudahan memperoleh harga beli dan buyback sesuai website menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum memilih produk ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri