IHSG Tertekan Lebih dari 2 Persen, Pasar Menanti Dampak Reshuffle Kabinet Prabowo

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:05 WIB
IHSG 14 September 2026 terkoreksi lebih dari 2 persen sebelum memangkas pelemahan. Pasar menanti dampak reshuffle kabinet Prabowo.(pinterest)
IHSG 14 September 2026 terkoreksi lebih dari 2 persen sebelum memangkas pelemahan. Pasar menanti dampak reshuffle kabinet Prabowo.(pinterest)

JAKARTA - IHSG 14 September 2026 bergerak volatil dengan tekanan cukup dalam pada perdagangan Senin. Setelah memasuki sesi kedua, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi lebih dari 2 persen sebelum perlahan memangkas pelemahannya ke sekitar 1,82 persen di level 6.422.

Pergerakan IHSG menjadi perhatian seiring agenda reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Pasar menunggu apakah perubahan susunan kabinet tersebut akan memberikan sentimen baru terhadap pergerakan indeks.

Dalam pantauan perdagangan yang disampaikan dalam video, IHSG sempat bertahan pada koreksi lebih dari 2 persen. Namun, menjelang pengumuman reshuffle, indeks mulai menunjukkan tarikan ke atas.

IHSG kemudian bergerak menuju level 6.500. Kondisi tersebut dinilai menjadi perkembangan yang perlu diperhatikan karena pasar sedang menunggu pengumuman mengenai posisi baru sejumlah pejabat dalam pemerintahan.

Beberapa nama besar terlihat hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Zulkifli Hasan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rosan Roeslani, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menjadi bagian dari perhatian pasar karena perubahan posisi mereka berpotensi menimbulkan pertimbangan baru bagi masyarakat maupun investor.

Dalam video tersebut, muncul harapan agar reshuffle kabinet dapat direspons positif oleh pasar. Pergantian posisi sejumlah pejabat dinilai dapat membawa perubahan kebijakan yang kemudian berpengaruh terhadap sentimen investor.

“Ketika nantinya posisi ini diganti tentunya ini akan memberikan sedikit pertimbangan baru bagi masyarakat ataupun investor,” ujar pembawa acara dalam video.

Sektor Energi dan Kesehatan Tertekan

Di tengah pergerakan IHSG yang volatil, sejumlah sektor saham mengalami koreksi cukup dalam. Sektor finansial tercatat melemah sekitar 0,20 persen, sedangkan sektor nonprimer mengalami koreksi sekitar 1,3 persen.

Baca Juga: PPPK Terancam Putus Kontrak, Krisis Anggaran Daerah Jadi Sorotan

Sektor konsumer primer juga mengalami pelemahan yang kurang lebih sejalan dengan sektor finansial. Sementara itu, sektor perindustrian tercatat terkoreksi tipis sekitar 0,08 persen.

Tekanan lebih besar terlihat pada sektor energi dan bahan baku. Masing-masing mengalami koreksi sekitar 2,14 persen dan 2,06 persen.

Sektor energi juga menjadi perhatian karena sebelumnya sejumlah saham di dalamnya disebut banyak dilepas investor asing. Antam dan Bumi menjadi dua saham yang disebut dalam video ketika membahas aktivitas asing pada perdagangan sebelumnya.

Selain energi dan bahan baku, sektor kesehatan mengalami koreksi sekitar 2,25 persen. Transportasi juga melemah 1,63 persen, sementara teknologi terkoreksi 0,64 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap IHSG tidak hanya terjadi pada satu kelompok saham. Sejumlah sektor mengalami pelemahan dengan tingkat koreksi yang berbeda-beda.

Pada perdagangan tersebut, pergerakan IHSG disebut berada dalam rentang sekitar 6.300 hingga 6.500. Volatilitas masih terlihat ketika pasar menunggu perkembangan terbaru dari agenda reshuffle kabinet.

Pergerakan pasar juga diikuti pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah tercatat berada di level 17.640 dan melemah sekitar 0,31 persen.

Sementara itu, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang asing lainnya berlangsung bervariasi. Terhadap yen Jepang, tercatat kenaikan sekitar 0,32 persen, sedangkan terhadap euro naik 0,23 persen. Berbeda dengan itu, rupiah terhadap dolar Singapura justru mengalami koreksi sekitar 0,02 persen.

Meski terdapat perubahan tersebut, pergerakan nilai tukar terhadap sejumlah mata uang dinilai tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan perdagangan Jumat pekan sebelumnya.

Yen Jepang disebut masih berada di level yang relatif sama dengan Jumat. Kondisi serupa juga terlihat pada euro.

Dengan IHSG yang masih bergerak volatil, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada hasil reshuffle kabinet dan dampaknya terhadap sentimen investor. Pasar berharap perubahan posisi sejumlah pejabat dapat membawa sentimen positif.

Namun, pada saat pantauan berlangsung, tekanan di sejumlah sektor masih cukup besar. Koreksi energi, bahan baku, kesehatan, dan transportasi menjadi faktor yang turut membayangi pergerakan indeks.

IHSG pun masih harus melewati perdagangan yang dinamis sebelum dapat menunjukkan arah yang lebih jelas setelah agenda reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Editor : Maylanni Diana Fitri
IHSG 14 September 2026 ihsg Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto rupiah