JAKARTA - Pergerakan IHSG 14 September 2026 berlangsung cukup bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi lebih dari 2 persen setelah memasuki sesi kedua perdagangan. Tekanan tersebut kemudian mulai berkurang ketika indeks bergerak naik dari level terendah hari itu.
Dalam pemantauan sekitar pukul 13.26 WIB, IHSG berada di kisaran 6.422. Posisi tersebut membuat koreksi indeks menyusut menjadi sekitar 1,82 persen. Sebelumnya, IHSG sempat berada dalam tekanan yang lebih dalam dengan pergerakan di rentang 6.300 hingga 6.500.
Situasi pasar juga menjadi perhatian karena pada hari yang sama Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle kabinet. Pasar kemudian mencermati apakah perubahan susunan pemerintahan tersebut akan memberikan sentimen baru terhadap pergerakan saham.
Sejumlah nama terlihat dalam agenda reshuffle kabinet, di antaranya Zulkifli Hasan, AHY, Rosan Roslani, serta ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung. Perubahan sejumlah posisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan pelaku pasar.
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari itu juga diikuti pelemahan hampir di sejumlah sektor. Sektor energi menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup besar dengan koreksi sekitar 2,14 persen. Sementara itu, sektor basic materials turun 2,06 persen dan sektor kesehatan melemah sekitar 2,25 persen.
Sektor transportasi juga terkoreksi 1,63 persen. Kemudian sektor non-primer konsumen turun sekitar 1,3 persen. Sektor teknologi melemah 0,64 persen, sedangkan sektor industri terkoreksi 0,08 persen.
Sektor keuangan berada dalam tekanan yang relatif lebih terbatas, yakni sekitar 0,20 persen. Sektor konsumen primer juga disebut bergerak dengan kondisi yang kurang lebih serupa dengan sektor keuangan.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Disorot DPD RI, Pemerintah Didorong Tetapkan Standar Gaji Nasional
Tekanan terhadap sektor energi turut dikaitkan dengan aktivitas jual investor asing pada perdagangan sebelumnya. Dalam pembahasan tersebut disebutkan adanya aksi jual asing pada saham-saham sektor energi, termasuk Antam dan Bumi pada perdagangan Jumat.
Selain pasar saham, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian. Rupiah berada di level 17.640,40 dan melemah sekitar 0,31 persen. Sementara terhadap yen tercatat kenaikan 0,32 persen, terhadap euro 0,23 persen, dan terhadap dolar Singapura sekitar 0,02 persen. Pergerakan yen dan euro disebut tidak menunjukkan perubahan besar dibandingkan perdagangan Jumat.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar masih menunggu perkembangan selanjutnya setelah pengumuman reshuffle kabinet. Perubahan komposisi pemerintahan menjadi salah satu faktor yang diamati untuk melihat kemungkinan perubahan sentimen di pasar.
Dalam siaran tersebut, terdapat harapan agar reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo dapat memberikan respons positif terhadap pasar. Namun, pada saat pemantauan berlangsung, IHSG masih menunjukkan volatilitas dan belum sepenuhnya keluar dari tekanan.
Pergerakan indeks yang sempat terkoreksi lebih dari 2 persen kemudian berangsur membaik menjadi sekitar 1,82 persen di level 6.422. Kondisi itu menunjukkan adanya tarikan dari level bawah, meski arah pasar berikutnya masih menjadi perhatian investor.
Bagi pelaku pasar, perkembangan IHSG setelah pengumuman reshuffle menjadi salah satu hal yang penting dicermati. Terutama karena indeks sebelumnya bergerak dalam tekanan cukup kuat dan sejumlah sektor utama masih mencatat pelemahan.
Editor : Maylanni Diana Fitri