Mengapa Ajakan Teman Bisa Menjadi Pintu Masuk Penyalahgunaan Narkoba? Kenali Risiko Pergaulan Remaja

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:20 WIB
Ajakan teman narkoba bisa menjadi awal penyalahgunaan. Kenali risiko pergaulan remaja dan cara menolak tawaran sejak dini.(ILUSTRASI AI)
Ajakan teman narkoba bisa menjadi awal penyalahgunaan. Kenali risiko pergaulan remaja dan cara menolak tawaran sejak dini.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Ajakan teman narkoba dapat menjadi salah satu celah yang membuat remaja mengenal penyalahgunaan zat terlarang. Tawaran tersebut bisa muncul dalam lingkungan pertemanan dan sering kali diawali dengan bujukan untuk sekadar mencoba.

Risiko ajakan teman narkoba tidak berhenti pada keputusan pertama untuk mencoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat tawaran teman sebaya dan rasa penasaran termasuk faktor yang perlu diperhatikan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja.

Karena itu, menghadapi ajakan teman narkoba membutuhkan keberanian untuk mengatakan tidak sejak awal. Remaja juga perlu memahami bahwa menjaga pergaulan bukan berarti menjauhi semua teman, melainkan mampu menentukan batas ketika berhadapan dengan perilaku yang berisiko.

Baca Juga: Sakit Perut dan Diare Setelah Makan, Kapan Bisa Dipantau dan Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?

Mengapa Pengaruh Teman Sebaya Bisa Kuat?

Masa remaja merupakan periode ketika hubungan dengan kelompok sebaya semakin penting. BNN menjelaskan bahwa tekanan kelompok sebaya dapat memengaruhi perkembangan remaja, termasuk dalam perilaku yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Dalam kondisi tertentu, seseorang dapat merasa perlu mengikuti kebiasaan kelompok agar tetap diterima. Situasi inilah yang membuat tawaran mencoba narkoba perlu diwaspadai, terlebih jika disertai anggapan bahwa penggunaan hanya dilakukan sekali.

Masalahnya, seseorang tidak selalu langsung menyadari risiko dari keputusan tersebut. Ajakan dapat dikemas sebagai sesuatu yang dianggap biasa, sekadar mengikuti teman, atau hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu.

BNN juga menjelaskan bahwa faktor risiko dari lingkungan dapat bertemu dengan kondisi individu dan memengaruhi perjalanan seseorang menuju penyalahgunaan zat. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak awal, sebelum perilaku berisiko berkembang lebih jauh.

Konteks tersebut sejalan dengan kondisi yang ditemukan BNNK Tulungagung. Penyalahgunaan narkoba disebut dapat terjadi pada berbagai latar belakang ekonomi, sehingga anggapan bahwa narkoba hanya menjadi masalah kelompok tertentu tidak tepat.

Baca Juga: CKG Pelajar Belum Rampung, Ini Alasan Pemeriksaan Kesehatan Anak di Sekolah Perlu Berkala

Jangan Anggap Tawaran Gratis sebagai Hal Sepele

Salah satu pola yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mendapatkan narkoba secara cuma-cuma dari lingkungan pertemanan. Tawaran seperti itu dapat membuat calon pengguna merasa tidak memiliki risiko karena tidak perlu mengeluarkan uang.

Padahal, berdasarkan informasi dalam kasus di Tulungagung, proses tersebut dapat berkembang dari sekadar dikenalkan, mencoba, kemudian berlanjut hingga ketergantungan. Ketika ketergantungan terjadi, kebutuhan terhadap narkoba justru dapat berdampak pada kondisi ekonomi seseorang.

Penyalahgunaan juga dapat membawa seseorang masuk ke persoalan lain. Dalam kondisi tertentu, pengguna yang telah terjerat dapat dimanfaatkan dalam jaringan peredaran narkoba, termasuk sebagai kurir.

Karena itu, kalimat seperti “cuma sekali” atau “gratis” bukan alasan untuk menganggap tawaran tersebut aman. Prinsip pencegahan yang paling sederhana adalah tidak memulai penggunaan.

WHO dan UNODC dalam standar pencegahan penggunaan narkoba menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti yang membantu anak dan remaja mengembangkan keterampilan sosial, kemampuan mengambil keputusan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan sehat.

Baca Juga: Cek Kesehatan Usia Produktif, Hipertensi dan Diabetes Bisa Mengintai Tanpa Gejala

Bagaimana Remaja Menolak Ajakan Teman?

Langkah pertama adalah memberikan penolakan yang jelas. Remaja tidak harus memberikan penjelasan panjang ketika menghadapi tawaran narkoba. Kalimat singkat seperti menolak dan memilih meninggalkan situasi tersebut dapat menjadi pilihan ketika kondisi mulai tidak aman.

BNN juga mendorong remaja untuk memiliki keberanian mempertahankan sikap serta memilih lingkungan pertemanan yang tidak mendorong penyalahgunaan narkoba. Remaja juga dapat berperan dalam membantu teman sebaya melalui edukasi dan kegiatan pencegahan.

Jika tekanan datang berulang kali, remaja dapat mencari dukungan dari orang dewasa yang dipercaya. Orang tua, guru, konselor sekolah, tenaga kesehatan, atau pihak yang memiliki kompetensi terkait pencegahan narkoba dapat menjadi tempat meminta bantuan.

Peran keluarga juga tidak sebatas mengawasi kegiatan anak di rumah. Komunikasi terbuka mengenai siapa teman anak, kegiatan yang dilakukan, serta situasi yang membuat anak tidak nyaman dapat membantu orang tua mengenali kebutuhan dukungan sejak awal.

Sekolah pun memiliki peran penting. WHO mencatat bahwa program pencegahan berbasis sekolah yang menggabungkan keterampilan sosial dan pendekatan pengaruh sosial dapat membantu mengurangi penggunaan zat pada remaja.

Pencegahan akhirnya tidak hanya bergantung pada kemampuan seorang remaja untuk menolak. Keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat perlu membangun lingkungan yang membuat remaja memiliki ruang untuk mencari bantuan ketika menghadapi tekanan.

Dalam konteks Tulungagung, pencegahan juga didorong dilakukan secara berlapis, mulai keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Masyarakat diminta tidak mengabaikan indikasi penyalahgunaan dan mendorong penanganan lebih dini.

Dengan demikian, ajakan teman narkoba perlu dipandang sebagai situasi yang harus dihadapi dengan batas yang jelas. Menolak sejak awal, memilih lingkungan pergaulan yang aman, serta mencari bantuan ketika menghadapi tekanan merupakan bagian dari upaya mencegah penggunaan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
ajakan teman narkoba pengaruh teman sebaya pergaulan remaja cara menolak narkoba pencegahan penyalahgunaan narkoba