Cara Belajar Efektif Bukan SKS, 6 Strategi Ini Bikin Materi Lebih Nempel

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:36 WIB
Cara belajar efektif tanpa SKS: kenali 6 strategi agar materi lebih mudah dipahami dan diingat lebih lama. (Ilustrasi Gemini AI)
Cara belajar efektif tanpa SKS: kenali 6 strategi agar materi lebih mudah dipahami dan diingat lebih lama. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - Cara belajar efektif bukan sekadar membaca buku berulang kali atau menghafalkan materi semalaman menjelang ujian.

Sejumlah strategi seperti retrieval practice, pengulangan berjeda, menghadapi kesulitan saat belajar, menggunakan metode multisensori, menghindari ilusi pengetahuan, hingga melakukan refleksi dapat membantu seseorang memahami materi lebih mendalam dan mempertahankan informasi dalam jangka panjang.

Selama ini, banyak pelajar menganggap aktivitas membaca ulang buku, menyalin catatan, hingga memberikan stabilo pada bagian penting sebagai bentuk belajar. Cara tersebut memang terasa produktif, tetapi belum tentu membuat informasi benar-benar tersimpan dalam memori.

Baca Juga: Cara Belajar Efektif, 6 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Belajar Terasa Sia-Sia

Retrieval Practice, Bukan Sekadar Membaca

Salah satu cara belajar efektif yang dibahas adalah retrieval practice atau latihan mengambil kembali informasi dari memori. Teknik ini dilakukan dengan mencoba mengingat definisi, rumus, konsep, atau informasi lain tanpa melihat buku maupun catatan.

Proses tersebut membuat otak bekerja lebih aktif. Analogi sederhananya seperti olahraga. Melihat alat gym tidak akan membuat otot berkembang. Perubahan terjadi ketika seseorang benar-benar menggunakan dan mengangkat beban.

Prinsip serupa berlaku ketika belajar. Mengerjakan soal latihan atau tryout bukan hanya berfungsi mengukur kemampuan dan memprediksi skor. Setiap soal juga menjadi kesempatan untuk melatih otak mengingat informasi yang sebelumnya telah dipelajari.

Tinggalkan Kebiasaan Sistem Kebut Semalam

Budaya sistem kebut semalam atau SKS juga menjadi kebiasaan yang perlu ditinggalkan. Belajar dengan menumpuk seluruh materi dalam satu malam membuat pelajar harus memahami informasi dalam waktu yang sangat terbatas.

Sebaliknya, strategi space repetition atau pengulangan berjeda dilakukan dengan membagi sesi belajar dalam beberapa waktu. Materi dipelajari kembali setelah jeda tertentu sehingga otak harus berusaha mengingatnya.

Dalam praktiknya, belajar satu jam selama lima hari dapat menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan dibandingkan belajar lima jam sekaligus dalam satu hari. Jeda tersebut memberikan kesempatan bagi otak untuk mengolah informasi dan kembali mengaktifkan ingatan.

Belajar Tidak Harus Selalu Terasa Mudah

Strategi berikutnya berkaitan dengan desirable difficulties atau kesulitan yang diinginkan. Belajar yang terlalu mudah belum tentu menunjukkan proses belajar berlangsung optimal.

Sedikit rasa sulit justru dapat mendorong otak bekerja lebih keras. Ketika seseorang berusaha memahami konsep yang rumit atau mencoba menjawab pertanyaan tanpa melihat catatan, proses tersebut dapat membantu membangun pemahaman yang lebih kuat.

Karena itu, kesulitan ketika belajar tidak selalu harus dianggap sebagai tanda kegagalan. Tantangan dapat menjadi bagian dari proses memahami materi secara lebih mendalam.

Jangan Terjebak Mitos Gaya Belajar

Konsep gaya belajar seperti visual, auditori, membaca-menulis, dan kinestetik juga dibahas sebagai hal yang perlu disikapi secara kritis. Pembelajaran sebaiknya tidak hanya disesuaikan dengan label gaya belajar seseorang, tetapi juga dengan karakter materi yang dipelajari.

Geografi, misalnya, dapat lebih mudah dipahami menggunakan peta dan visual. Sementara keterampilan olahraga seperti basket membutuhkan praktik langsung. Pendekatan multisensori juga dapat melibatkan penglihatan, pendengaran, sentuhan, serta gerakan secara bersamaan.

Waspadai Ilusi Pengetahuan

Masalah lain yang sering muncul adalah illusion of knowing atau ilusi pengetahuan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa sudah memahami materi hanya karena sering melihat atau membaca informasi tersebut.

Padahal, mengenali informasi berbeda dengan benar-benar memahaminya. Salah satu cara untuk menguji pemahaman adalah mencoba menjelaskan kembali materi tanpa melihat sumber.

Jadikan Hasil Tryout sebagai Data

Belajar juga membutuhkan refleksi. Hasil tryout yang rendah tidak semata-mata harus dipandang sebagai kegagalan. Kesalahan justru dapat menjadi data untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Setelah mengerjakan latihan, pelajar disarankan tidak hanya melihat skor akhir. Periksa kembali jawaban yang salah, cari penyebab kesalahan, kemudian gunakan hasil tersebut untuk menentukan materi yang harus dipelajari berikutnya.

Pada akhirnya, cara belajar efektif bukan tentang siapa yang belajar paling lama atau paling keras. Hal yang lebih penting adalah menggunakan strategi yang tepat dan menerapkannya secara konsisten. Enam strategi tersebut pun tidak harus diterapkan sekaligus. Pelajar dapat memilih satu atau dua metode yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemudian membangunnya menjadi kebiasaan belajar.

Baca Juga: Cara Belajar Efektif, 6 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Belajar Terasa Sia-Sia

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Edutektif
Strategi Belajar retrieval practice space repetition sistem kebut semalam Cara Belajar Efektif