Cara Menjemur Ikan Cupang yang Benar, Cukup 2–3 Kali Seminggu?

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Cara menjemur ikan cupang yang benar perlu memperhatikan waktu, frekuensi, dan suhu air agar ikan tetap sehat dan tidak stres (Pinterest).
Cara menjemur ikan cupang yang benar perlu memperhatikan waktu, frekuensi, dan suhu air agar ikan tetap sehat dan tidak stres (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM- Cara menjemur ikan cupang perlu diperhatikan agar ikan tetap nyaman dan tidak mengalami stres akibat paparan sinar matahari berlebihan. Sebagian penghobi memilih menjemur ikan pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga 10.00, serta melakukannya dua sampai tiga kali seminggu. Namun, penjemuran langsung bukan keharusan dalam perawatan ikan cupang. Pemilik tetap perlu memperhatikan suhu air, kondisi ikan, dan pencahayaan agar kesehatan ikan tidak terganggu.

Ikan cupang merupakan ikan hias air tawar yang banyak dipelihara karena warna tubuh dan bentuk siripnya menarik. Untuk mempertahankan penampilannya, penghobi perlu menjaga kualitas air, memberikan pakan bernutrisi, dan menyediakan lingkungan yang sesuai.

Salah satu kebiasaan yang dilakukan sebagian penghobi adalah menjemur ikan cupang. Praktik ini dianggap dapat memberikan paparan cahaya alami, terutama bagi ikan yang dipelihara di dalam rumah atau kamar dengan pencahayaan terbatas.

Meski demikian, penjemuran perlu dilakukan secara hati-hati. Paparan sinar matahari yang terlalu kuat dapat meningkatkan suhu air secara cepat dan membuat ikan stres.

1. Pilih Waktu Penjemuran pada Pagi Hari

Waktu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan paparan sinar matahari kepada ikan cupang. Dalam praktik yang dibagikan penghobi, penjemuran biasanya dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga 10.00.

Namun, rentang waktu tersebut bukan patokan mutlak. Intensitas sinar matahari berbeda-beda bergantung pada cuaca, lokasi, dan kondisi lingkungan. Karena itu, pemilik sebaiknya tidak hanya berpatokan pada jam, tetapi juga memperhatikan kekuatan sinar matahari dan suhu air.

Paparan cahaya tidak langsung dapat menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan menempatkan wadah tepat di bawah matahari terik. Jika suhu air mulai meningkat atau ikan menunjukkan perilaku tidak biasa, segera pindahkan wadah ke tempat yang lebih teduh.

Baca Juga: Hak Pekerja Tidak Dipenuhi Perusahaan? Ini Langkah Pengaduan dan Penyelesaiannya

2. Tidak Harus Dijemur Setiap Hari

Sebagian penghobi menyarankan penjemuran dua hingga tiga kali seminggu. Frekuensi tersebut merupakan kebiasaan pemeliharaan, bukan aturan wajib yang berlaku untuk semua ikan cupang.

Ikan yang dipelihara di dalam ruangan tetap dapat memperoleh pencahayaan melalui lingkungan terang atau lampu akuarium yang sesuai. Hal terpenting adalah menyediakan siklus terang dan gelap secara teratur.

Pemilik tidak perlu memaksakan penjemuran apabila kondisi cuaca terlalu panas atau ikan terlihat tidak nyaman. Kesehatan dan kestabilan lingkungan harus lebih diutamakan daripada mengikuti jadwal tertentu.

3. Perhatikan Kondisi Ikan Selama Penjemuran

Ketika memberikan paparan sinar matahari, jangan meninggalkan ikan tanpa pengawasan. Wadah berisi air dalam ukuran kecil dapat mengalami kenaikan suhu lebih cepat dibandingkan akuarium yang lebih besar.

Perhatikan gerakan ikan, pola berenang, dan responsnya terhadap lingkungan. Jika ikan tampak gelisah, berenang tidak normal, atau berusaha terus-menerus menghindari cahaya, segera pindahkan ke tempat yang teduh.

Hindari pula menutup wadah dengan bahan yang membuat sirkulasi udara dan pengamatan kondisi ikan menjadi sulit. Pastikan wadah aman dari risiko jatuh, tumpah, maupun gangguan hewan lain.

Baca Juga: 9 Cara Merawat Ikan Cupang agar Cepat Besar dan Warnanya Makin Cantik

4. Ikan Cupang yang Dipelihara di Dalam Rumah Tetap Membutuhkan Cahaya

Ikan cupang yang ditempatkan di kamar atau ruangan dengan sedikit cahaya tetap memerlukan siklus siang dan malam yang teratur. Namun, kebutuhan tersebut tidak berarti ikan harus selalu dijemur langsung di bawah matahari.

Pemilik dapat menempatkan akuarium di ruangan dengan pencahayaan yang memadai atau menggunakan lampu khusus akuarium. Hindari paparan cahaya tanpa jeda sepanjang hari karena ikan juga membutuhkan periode gelap untuk beristirahat.

Selain pencahayaan, kualitas air harus tetap menjadi perhatian utama. Air yang bersih, suhu stabil, dan pakan bernutrisi membantu menjaga kesehatan ikan secara keseluruhan.

5. Jangan Mengandalkan Penjemuran untuk Mencerahkan Warna

Penjemuran sering dikaitkan dengan upaya menjaga penampilan ikan cupang. Namun, belum ada jaminan bahwa penjemuran rutin akan membuat warna ikan semakin cerah.

Warna ikan dipengaruhi banyak faktor, termasuk genetik, kesehatan, nutrisi, kualitas air, dan tingkat stres. Karena itu, pemilik sebaiknya tidak menjadikan penjemuran sebagai satu-satunya cara merawat ikan.

Jika tujuan utama memelihara cupang adalah mempertahankan warna dan keindahan siripnya, fokuslah pada perawatan menyeluruh. Berikan pakan sesuai kebutuhan, bersihkan akuarium secara berkala, dan hindari perubahan kondisi air secara mendadak.

Pada akhirnya, cara menjemur ikan cupang harus mengutamakan keselamatan ikan. Penjemuran dua sampai tiga kali seminggu dapat menjadi kebiasaan sebagian penghobi, tetapi bukan kewajiban. Pencahayaan yang sesuai, kualitas air yang terjaga, dan pengamatan rutin menjadi langkah penting untuk membantu ikan tetap sehat dan aktif.

Baca Juga: 5 Cara Mencerahkan Warna Ikan Cupang, Nomor 4 Perlu Diperhatikan

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Ikan Cupang Warna Ikan Cupang Perawatan Ikan Cupang Cara Menjemur Ikan Cupang sinar matahari