10 Jenis Anggrek yang Mudah Dirawat di Rumah, Pemula Wajib Tahu Sebelum Membeli

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Jenis anggrek yang mudah dirawat di rumah, mulai dari Paphiopedilum hingga Phalaenopsis, lengkap dengan kebutuhan cahaya dan perawatannya (Pinterest).
Jenis anggrek yang mudah dirawat di rumah, mulai dari Paphiopedilum hingga Phalaenopsis, lengkap dengan kebutuhan cahaya dan perawatannya (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Jenis anggrek yang mudah dirawat di rumah menjadi pilihan menarik bagi pemula yang ingin mengoleksi tanaman hias berbunga. Sejumlah jenis, seperti Paphiopedilum, Phalaenopsis, Cattleya, dan Dendrobium tipe Phalaenopsis, relatif mudah dibudidayakan jika kebutuhan cahaya, air, serta media tanamnya terpenuhi. Namun, tingkat kesulitan perawatan juga dipengaruhi oleh iklim, kondisi rumah, dan pengalaman pemilik dalam mengenali karakter setiap tanaman.

Anggrek memiliki bentuk bunga dan pola pertumbuhan yang beragam. Sebagian dapat tumbuh baik di lingkungan rumah tanpa rumah kaca khusus, sedangkan jenis lainnya membutuhkan perhatian lebih terhadap kelembapan, penyiraman, dan pengendalian hama.

Seorang pegiat anggrek bernama Danny membagikan pengalamannya mengurutkan sejumlah anggrek rumahan berdasarkan tingkat kemudahan perawatan. Penilaian tersebut bersifat subjektif karena didasarkan pada pengalaman menanam di lingkungan dengan iklim berbeda. Meski demikian, pengalamannya dapat menjadi gambaran bagi penghobi yang ingin memilih anggrek sesuai kondisi rumah.

1. Paphiopedilum, Anggrek yang Relatif Mudah Dirawat

Paphiopedilum atau dikenal sebagai anggrek sepatu merupakan salah satu jenis yang dinilai mudah dirawat untuk koleksi rumahan. Bentuk bunganya unik, sementara kebutuhan cahayanya umumnya tidak setinggi beberapa anggrek yang menyukai sinar matahari terang.

Berbeda dengan banyak anggrek epifit, Paphiopedilum umumnya tumbuh secara terestrial atau di media yang menyerupai kondisi lantai hutan. Tanaman ini cenderung menyukai kelembapan media yang stabil dan tidak ideal jika dibiarkan kering terlalu lama.

Anggrek ini juga dapat beradaptasi dengan suhu ruangan yang sesuai bagi spesiesnya. Karena itu, Paphiopedilum bisa menjadi pilihan bagi penghobi yang menginginkan tanaman berbunga tanpa harus menyediakan pencahayaan sangat terang.

Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP 2026 Lewat HP, Siswa Wajib Perhatikan Status Rekening dan Pencairan

2. Phalaenopsis, Favorit untuk Penghobi Pemula

Phalaenopsis termasuk anggrek paling populer yang banyak dijual di toko bunga dan pusat tanaman hias. Bunganya menarik dan dapat bertahan cukup lama jika tanaman memperoleh perawatan yang tepat.

Tantangan utama merawat Phalaenopsis adalah menjaga kesehatan akar. Sebagai anggrek epifit, tanaman ini membutuhkan media dengan sirkulasi udara baik. Media yang terlalu padat atau terus-menerus basah dapat meningkatkan risiko pembusukan akar.

Pot transparan sering digunakan untuk membantu pemilik memantau kondisi akar dan kelembapan media. Agar kembali berbunga, Phalaenopsis juga memerlukan pertumbuhan vegetatif yang sehat dan kondisi lingkungan yang mendukung pembentukan tangkai bunga.

3. Cattleya, Anggrek dengan Bunga Harum

Cattleya menjadi pilihan menarik bagi penghobi yang menyukai bunga berukuran mencolok dan aroma harum. Jenis ini tersedia dalam beragam warna, bentuk, dan hasil persilangan.

Cattleya termasuk anggrek simpodial yang tumbuh melalui tunas baru dan memiliki rimpang. Pola pertumbuhan tersebut memungkinkan tanaman menghasilkan pertumbuhan baru selama kondisinya mendukung.

Dibandingkan sejumlah anggrek yang menyukai tempat teduh, banyak Cattleya membutuhkan cahaya relatif terang. Meski demikian, kebutuhan cahaya setiap varietas berbeda sehingga paparan matahari perlu disesuaikan untuk menghindari daun terbakar.

Baca Juga: Penerima PIP 2026 Tidak Cukup Lihat Desil, Sekolah Harus Perhatikan 5 Hal Ini

4. Dendrobium Tipe Phalaenopsis

Dendrobium tipe Phalaenopsis juga dinilai relatif mudah dirawat, terutama di lingkungan hangat. Anggrek ini menyukai pencahayaan cukup terang dan umumnya dapat beradaptasi dengan kondisi rumah yang sesuai.

Keunggulannya terletak pada ketahanan dan kemampuannya tumbuh dengan baik ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Namun, ukuran tanaman sejumlah varietas dapat cukup besar sehingga penghobi perlu menyediakan ruang yang memadai.

Kekurangan pencahayaan dapat menghambat pembungaan. Karena itu, pemilik perlu mencari lokasi yang mendapatkan cahaya memadai tanpa membuat tanaman mengalami panas berlebihan.

5. Bulbophyllum, Menarik untuk Koleksi Rumahan

Bulbophyllum merupakan kelompok anggrek yang menarik bagi penghobi yang ingin mencoba koleksi di luar jenis populer. Sejumlah varietas dapat tumbuh di rumah tanpa membutuhkan pencahayaan terlalu tinggi.

Anggrek ini memiliki pola pertumbuhan simpodial dengan rimpang yang dapat menjalar. Akibatnya, beberapa varietas membutuhkan ruang lebih luas ketika tumbuh dewasa.

Frekuensi pembungaannya berbeda-beda, dan sebagian jenis memiliki aroma yang kurang sedap karena berkaitan dengan mekanisme penyerbukannya. Selain itu, tanaman yang kondisinya sudah menurun bisa membutuhkan waktu dan perhatian lebih untuk pulih.

Baca Juga: Cara Mengusulkan PIP 2026 di SIPINTAR, Sekolah Wajib Cek Kuota dan Prioritas Siswa

6. Vanda, Anggrek yang Menyukai Cahaya Terang

Vanda dikenal dengan akar yang tumbuh menjuntai dan bunga berwarna menarik. Banyak jenisnya menyukai cahaya terang dan kondisi hangat.

Tantangan merawat Vanda adalah memenuhi kebutuhan air dan sirkulasi udara pada akar. Tanaman yang dibeli tanpa media atau ditanam dengan akar terbuka mungkin perlu waktu untuk beradaptasi ketika dipindahkan ke pot.

Bagi pemula, memilih Vanda yang sudah terbiasa tumbuh dalam pot dapat mempermudah proses perawatan. Penyiraman tetap perlu disesuaikan dengan suhu, kelembapan, dan kondisi akar.

7. Jewel Orchid, Pilihan untuk Ruangan dengan Cahaya Terbatas

Jewel orchid atau anggrek permata, termasuk Ludisia discolor, dikenal karena keindahan daunnya yang memiliki corak menarik. Berbeda dari anggrek yang lebih menonjolkan bunga, kelompok ini juga diminati sebagai tanaman hias dedaunan.

Ludisia discolor relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh pada media yang menyerupai media tanaman terestrial lainnya. Tanaman ini umumnya tidak membutuhkan cahaya terik sehingga cocok untuk area terang tanpa paparan matahari langsung.

Meski demikian, kebutuhan kelembapan setiap jenis jewel orchid berbeda. Beberapa jenis lain dapat lebih sensitif terhadap udara yang terlalu kering.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Murai Batu Cepat Gacor, Perhatikan Perawatan Pagi hingga Malam

8. Tolumnia, Anggrek Mungil dengan Bunga Menawan

Tolumnia cocok bagi penghobi yang memiliki ruang terbatas. Ukuran tanamannya relatif kecil, tetapi dapat menghasilkan rangkaian bunga yang menarik.

Tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara. Media yang terlalu basah dapat mengganggu kesehatan akar, sedangkan kondisi terlalu kering dapat membuat daunnya berkerut.

Setelah mengalami gangguan pertumbuhan, Tolumnia juga bisa membutuhkan waktu cukup lama untuk pulih. Karena itu, perubahan perawatan sebaiknya dilakukan secara bertahap.

9. Dendrobium Umum, Perlu Memilih Varietas yang Tepat

Dendrobium memiliki banyak spesies dengan kebutuhan perawatan yang berbeda. Sebagian mudah tumbuh di rumah, sementara jenis lain memerlukan periode istirahat atau perubahan kondisi lingkungan untuk merangsang pembungaan.

Beberapa varietas juga rentan terhadap serangan hama. Penghobi perlu memeriksa daun, batang, dan akar secara berkala agar masalah dapat diketahui sejak awal.

Sebelum membeli, cari informasi mengenai spesies atau hibrida yang dipilih. Dengan begitu, kebutuhan cahaya, air, dan periode istirahatnya dapat disesuaikan.

Baca Juga: 12 Pantangan Perawatan Murai Batu yang Wajib Dihindari, Bisa Ganggu Mental dan Kualitas Kicauan

10. Dendrobium Nobile dan Oncidium Membutuhkan Perhatian Lebih

Dendrobium nobile dapat tumbuh baik di lingkungan yang sesuai dengan siklus pertumbuhannya. Jenis ini umumnya membutuhkan periode istirahat yang lebih sejuk atau lebih kering dibandingkan beberapa Dendrobium tipe Phalaenopsis.

Jika pola musim tidak sesuai, pembungaan dapat menjadi lebih sulit diprediksi. Karena itu, penghobi perlu memahami kebutuhan varietas yang ditanam sebelum menentukan jadwal penyiraman.

Sementara itu, Oncidium dan kelompok anggrek sejenis dapat tumbuh subur jika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Namun, daun dan pertumbuhannya yang cukup rimbun dapat membuat pemeriksaan serta pengendalian hama lebih menantang. Serangan yang terlambat ditangani bisa menyulitkan pemulihan tanaman.

Pada akhirnya, memilih anggrek yang mudah dirawat bukan hanya soal jenis, tetapi juga kecocokan dengan kondisi rumah. Paphiopedilum dan Phalaenopsis dapat menjadi titik awal, sedangkan Cattleya, Vanda, atau jenis lainnya bisa dipilih sesuai pencahayaan dan pengalaman pemilik. Dengan memahami kebutuhan setiap tanaman, penghobi dapat membangun koleksi anggrek yang sehat tanpa harus menyediakan perawatan yang rumit.

Baca Juga: 4 Jenis Anggrek dan Cara Perawatannya, Kenali Habitat hingga Kebutuhan Sinar Matahari

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Jenis Anggrek Cara Merawat Anggrek Anggrek Phalaenopsis Anggrek Mudah Dirawat Anggrek Paphiopedilum