RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Cara merawat anggrek agar berbunga kembali perlu memperhatikan beberapa hal, mulai dari pemilihan tanaman, pencahayaan, penyiraman, kelembapan udara, hingga pemupukan. Anggrek jenis Phalaenopsis dan Dendrobium termasuk pilihan yang relatif mudah dirawat di rumah. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan kembali menghasilkan bunga setelah masa mekarnya berakhir.
Anggrek dikenal sebagai tanaman hias dengan bentuk bunga yang menarik, warna beragam, serta masa mekar yang cukup panjang. Namun, agar tanaman tetap sehat, pemilik perlu memahami kebutuhan dasarnya. Kesalahan dalam menyiram dan memberikan pupuk justru dapat menghambat pertumbuhan hingga menyebabkan akar membusuk.
Baca Juga: 10 Cara Membuat Murai Batu Cepat Gacor, Perhatikan Perawatan Pagi hingga Malam
1. Pilih Anggrek dengan Bunga dan Akar Sehat
Sebelum membeli anggrek, perhatikan jumlah bunga yang sudah mekar dan kuncup yang belum terbuka. Tanaman dengan beberapa kuncup berpotensi mempertahankan tampilan bunganya lebih lama dibandingkan tanaman yang seluruh bunganya sudah mekar.
Selain bunga, periksa kondisi daun. Daun anggrek yang sehat umumnya berwarna hijau dan tidak memiliki banyak bercak, bagian rusak, atau lapisan lengket. Zat lengket pada daun perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda serangan hama.
Akar juga menjadi indikator penting. Akar yang sehat umumnya terasa padat dan tidak lembek. Sebaliknya, akar yang kering, keriput, atau berwarna abu-abu dapat menunjukkan kekurangan air. Akar yang lembek dan membusuk bisa menjadi tanda penyiraman berlebihan.
2. Letakkan di Ruangan Terang, tetapi Hindari Panas Berlebihan
Anggrek membutuhkan pencahayaan alami yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik. Namun, tanaman ini tidak selalu cocok ditempatkan tepat di depan jendela yang menerima sinar matahari langsung sepanjang hari.
Pilih ruangan terang dengan cahaya tidak langsung. Hindari pula meletakkan anggrek di dekat ventilasi udara yang terlalu dingin, lubang pemanas, kompor, atau sumber panas lain yang dapat menyebabkan perubahan suhu ekstrem.
Sirkulasi udara juga penting. Anggrek dapat memperoleh manfaat dari aliran udara yang lembut, misalnya melalui kipas angin dengan kecepatan rendah. Udara yang bergerak membantu mengurangi kondisi terlalu lembap dan pengap di sekitar tanaman.
Baca Juga: 10 Cara Membuat Murai Batu Cepat Gacor, Perhatikan Perawatan Pagi hingga Malam
3. Siram dengan Air Suhu Ruang
Salah satu kesalahan dalam merawat anggrek adalah memberikan air terlalu banyak atau terlalu sedikit. Penyiraman menggunakan air bersuhu ruang lebih disarankan daripada mengandalkan es batu.
Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis anggrek, media tanam, ukuran pot, suhu, serta kondisi lingkungan. Anggrek yang ditanam di ruangan hangat dengan sirkulasi udara baik dapat membutuhkan air lebih sering dibandingkan tanaman di lingkungan sejuk.
Karena itu, jangan hanya berpatokan pada jadwal penyiraman mingguan atau bulanan. Periksa kondisi media tanam dan akar terlebih dahulu. Media yang mulai mengering biasanya menjadi petunjuk untuk mempertimbangkan penyiraman berikutnya, tetapi kebutuhan setiap jenis anggrek bisa berbeda.
Penyiraman berlebihan berisiko membuat akar kekurangan oksigen dan membusuk. Sementara itu, kekurangan air dapat menyebabkan akar mengering dan daun kehilangan kekencangannya.
4. Jaga Kelembapan Udara dan Berikan Pupuk Secukupnya
Anggrek tropis umumnya menyukai kelembapan udara yang cukup. Kelembapan sekitar 40–60 persen dapat menjadi titik awal yang sesuai bagi banyak anggrek rumahan, meskipun kebutuhan ideal bergantung pada jenis tanaman.
Penggunaan alat pelembap udara bisa dipertimbangkan jika ruangan terlalu kering. Penyemprotan air sesekali juga dapat dilakukan, tetapi tidak perlu sampai membuat daun terus-menerus basah. Pastikan sirkulasi udara tetap baik agar kelembapan berlebihan tidak memicu masalah jamur.
Anggrek juga membutuhkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan akar, daun, dan bunga. Gunakan pupuk khusus anggrek sesuai dosis pada kemasan. Pemupukan secara berkala dengan konsentrasi yang sesuai lebih aman daripada memberikan pupuk terlalu banyak sekaligus.
Daun yang sangat hijau dan lebat tidak selalu berarti tanaman akan segera berbunga. Jika anggrek terus menghasilkan daun tetapi tidak berbunga, evaluasi pencahayaan, kondisi akar, pemberian pupuk, dan suhu malam.
Baca Juga: 12 Pantangan Perawatan Murai Batu yang Wajib Dihindari, Bisa Ganggu Mental dan Kualitas Kicauan
5. Waspadai Hama dan Penyakit pada Daun
Daun dan akar dapat membantu menunjukkan kondisi kesehatan anggrek. Periksa tanaman secara berkala untuk menemukan perubahan warna, bercak, bagian yang layu, atau lapisan lengket.
Salah satu hama yang dapat menyerang anggrek adalah kutu putih atau mealybug. Hama ini dapat terlihat seperti gumpalan kecil berwarna putih pada daun, batang, atau bagian tanaman lainnya.
Jika menemukan tanda serangan, pisahkan anggrek yang terinfeksi dari tanaman lain untuk mengurangi risiko penyebaran. Hama yang terlihat dapat dibersihkan dengan hati-hati. Penggunaan alkohol atau pestisida perlu dilakukan secara tepat karena bahan tertentu dapat merusak jaringan tanaman. Ikuti petunjuk produk dan uji pada bagian kecil terlebih dahulu.
6. Gunakan Media Tanam Khusus Anggrek
Anggrek seperti Phalaenopsis umumnya membutuhkan media yang menyediakan ruang udara di sekitar akar. Media tanam berbahan kulit kayu atau campuran khusus anggrek dapat membantu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara.
Hindari menggunakan tanah kebun biasa untuk anggrek epifit karena media yang terlalu padat dapat menahan air berlebihan dan menghambat pertukaran udara pada akar.
Penggantian media tidak harus dilakukan setiap tahun. Waktunya bergantung pada jenis anggrek, kondisi media, pertumbuhan akar, dan kemampuan media mengalirkan air. Jika media mulai lapuk, terlalu padat, atau akar mengalami masalah, tanaman mungkin perlu dipindahkan ke media baru.
Baca Juga: 4 Jenis Anggrek dan Cara Perawatannya, Kenali Habitat hingga Kebutuhan Sinar Matahari
7. Cara Memancing Anggrek Berbunga Kembali
Setelah bunga anggrek layu dan gugur, perhatikan kondisi tangkai bunganya. Pada Phalaenopsis yang tangkainya masih hijau dan sehat, pemangkasan di atas salah satu mata tunas dapat merangsang pertumbuhan tangkai cabang pada sebagian tanaman.
Namun, jika tangkai sudah mengering atau berubah kecokelatan, tangkai dapat dipotong mendekati pangkal menggunakan alat yang bersih. Pada jenis anggrek lain, seperti sejumlah Dendrobium, perlakuan terhadap batang dan tangkai bunga bisa berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan jenisnya.
Anggrek juga memerlukan kondisi pertumbuhan yang mendukung pembentukan bunga. Pastikan pencahayaan cukup, akar sehat, pemupukan tidak berlebihan, serta suhu sesuai dengan kebutuhan varietas. Perbedaan suhu siang dan malam dapat membantu pembungaan pada jenis tertentu, tetapi tanaman tidak boleh ditempatkan dalam kondisi dingin ekstrem.
Pada akhirnya, kunci merawat anggrek agar berbunga kembali adalah menjaga keseimbangan air, cahaya, nutrisi, suhu, dan sirkulasi udara. Dengan memahami kebutuhan tanaman dan memeriksa kondisi akar serta daun secara rutin, anggrek dapat tumbuh lebih sehat dan berpeluang menghasilkan bunga kembali.
Baca Juga: 10 Jenis Anggrek yang Mudah Dirawat di Rumah, Pemula Wajib Tahu Sebelum Membeli
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest