TULUNGAGUNG - Memelihara ikan cupang hias bersirip panjang seperti jenis Halfmoon, Veiltail, maupun Doubletail menawarkan kepuasan visual yang luar biasa bagi pemilik akuarium. Namun di balik keindahan siripnya yang menjuntai anggun, jenis-jenis cupang hias ekor lebar menyimpan tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap penyakit dan serangan parasit.
Banyak pemula dalam hobi ikan hias mengeluhkan kondisi ekor cupang milik mereka yang mendadak menguncup, robek, atau bahkan membusuk. Untuk mencegah risiko kematian dini pada ikan kesayangan, berikut adalah panduan teknis menjaga kualitas ekosistem akuarium ikan cupang.
Baca Juga: Apa Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa? Ini Tugasnya dari Dana Desa hingga Pilkades
Manajemen Kualitas Air dan Penggunaan Ekstrak Daun Ketapang
Parameter air merupakan fondasi paling krusial dalam pemeliharaan Betta fish. Untuk varietas bersirip lebar seperti Halfmoon, penggunaan air sumur alami sangat direkomendasikan dibandingkan air keran berklorin. Suhu ideal akuarium wajib dijaga berada pada rentang 23 hingga 28 derajat Celcius dengan kisaran pH netral antara 6,5 hingga 7,5.
Penggantian air akuarium tidak perlu dilakukan setiap hari. Rutinitas pergantian air cukup dijalankan sebanyak 25 hingga 50 persen dari total volume tangki setiap minggu atau saat kotoran sudah terlihat menumpuk.
Guna memperkuat imunitas tubuh ikan dan mencegah infeksi jamur, pakan harian dapat dikombinasikan dengan pemberian racikan ekstrak daun ketapang kering yang telah berwarna cokelat tua. Senyawa tanin pada daun ketapang terbukti efektif menetralkan kadar asam air sekaligus menciptakan ekosistem alami yang ramah bagi kulit ikan.
Baca Juga: Cara Mengawasi Penggunaan Dana Desa agar Tepat Sasaran, Ini Peran Inspektorat
Pentingnya Pelatihan Mental dan Penyediaan Sekat Pembatas
Ikan cupang secara alamiah memiliki naluri teritorial yang sangat kuat dan cenderung agresif. Khusus untuk jenis aduan maupun cupang hias bersirip lebar, membiarkan dua ekor jantan berada dalam satu tangki tanpa pembatas adalah kesalahan fatal yang dapat memicu perkelahian hingga kematian.
Meskipun demikian, naluri petarung ikan cupang tetap perlu dilatih secara berkala agar kondisi mentalnya tidak down dan siripnya tetap mengembang sempurna. Penghobi dapat memasang sekat transparan atau meletakkan cermin di luar kaca akuarium selama beberapa menit setiap hari. Latihan ini akan memicu respons agresif alami ikan sehingga aliran darah ke seluruh sirip berjalan lancar dan terbebas dari parasit.
Pola Makan Seimbang dan Penataan Dekorasi Aman
Sebagai spesies pemakan serangga (karnivor), nutrisi harian cupang wajib dipenuhi melalui pemberian pakan alami kaya protein seperti cacing darah (bloodworm), jentik nyamuk, kutu air, atau pelet khusus berkualitas tinggi sebanyak dua kali sehari.
Terakhir, perhatikan penataan dekorasi di dalam akuarium. Hindari penggunaan batuan tajam atau hiasan plastik bersudut kasar yang berpotensi melukai dan merobek sirip tipis ikan cupang saat berenang. Tambahkan substrat pasir halus atau tanaman air hidup guna menciptakan tempat persembunyian yang aman dan nyaman.
Baca Juga: Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah, Bersihkan Lingkungan dan Kendalikan Tikus
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube