KOTA, Radar Tulungagung - Cuaca agak mendung menyelimuti Taman 0 Km Tulungagung kemarin (5/3). Terlihat ada beberapa anak muda berswafoto atau sekadar duduk-duduk santai di taman tersebut.
Ada sesuatu yang baru disuguhkan di sekitar lokasi tersebut, yaitu Tugu Reog Kendang. Memang, tugu yang digarap beberapa bulan lalu itu terlihat sudah jadi.
Tugu berkonsep kendang itu melambangkan tarian khas Tulungagung, yakni Reog Kendang. Fondasi tugu terlihat dilapisi batu marmer yang merupakan hasil bumi khas Tulungagung. Selain itu juga dikelilingi dengan lampu warna-warni sehingga membuat kesan mewah pada Tugu tersebut.
Tugu yang menjadi ikon Kabupaten Tulungagung ini sudah beberapa kali mengalami perubahan.
Warga Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Fira, yang saat itu sedang berswafoto di Taman 0 Km, memberi komentar unik. Yakni, terkait tulisan Tulungagung yang hanya terdapat di sebelah utara tugu. "Sebenarnya sudah baik, tapi kayaknya lebih bagus lagi kalau tulisan Tulungagung melingkari tugu," ucapnya.
Namun, di balik komentar itu semua, dia mengaku senang dengan keberadaan Tugu Reog Kendang tersebut. "Jadi ada spot foto baru, suasananya juga asyik di sini, lumayan buat foto-foto untuk Instagram," jelasnya.
Sementara itu, pedagang di sekitaran Taman 0 Km, Badar, menganggap bahwa bangunan baru itu kurang sempurna. "Itu baik kalau dibandingkan sebelumnya, lebih khas. Tapi, entah ini belum selesai atau bagaimana, soalnya kalau malam lampunya kurang terang. Jadi, patung kendangnya tidak begitu kelihatan," tuturnya.
Dia berharap dengan adanya tugu baru itu menjadikan kawasan 0 Km semakin ramai pengunjung. "Berharap ramai, banyak yang datang ke sini terus njajan," ungkapnya. (sch/c1/din) Editor : Intan Puspitasari