KOTA, Radar Trenggalek – Proses perencanaan pembangunan gedung olahraga (GOR) Gajah Putih belum sempurna. Pasalnya, legislator mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek agar mengalokasikan anggaran pembanguan tempat pada tahun anggaran (TA) 2023.
Desakan itu berawal dari masyarakat yang mulai memanfaatkan GOR untuk berolahraga maupun kegiatan lain.
“Perlu ada penyempurnaan, utamanya ini fasilitas ibadah belum ada. Ini penting, tiap ada kerumunan maka perlu tempat salat,” ungkap Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek, Sukarodin.
Politikus dari Fraksi PKB itu menargetkan tahun ini disdikpora sudah mulai mengalokasikan anggaran, meskipun tidak sampai selesai 100 persen. “Di 2023, perubahan anggaran keuangan (PAK) itu harus ada pembangunan, paling tidak separo lah,” tegasnya.
Menanggapi usulan dari Komisi IV DPRD Trenggalek, Kepala Disdikpora Trenggalek Agoes Setiyono mengaku sudah menampung, mencatat, serta menganalisis aspirasi terkait dengan kebutuhan sarana tempat ibadah di GOR Gajah Putih. Penambahan sarana tempat ibadah itu memang menjadi kewajiban dari Pemkab Trenggalek melalui disdikpora. Karena itu, pada PAK 2023, disdikpora berencana mengalokasikan anggaran berupa masjid. “GOR ini kan daya tampungannya bisa mencapai 3 ribu orang, jadi tidak sekadar musala seperti itu (berukuran kecil, Red), perlu dibangun yang lebih representatif,” imbuhnya.
Namun, perencanaan masjid yang lebih representatif, lanjut dia, memerlukan anggaran yang besar. Dengan demikian, perealisasian masjid itu tetap mengacu pada kemampuan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Trenggalek. “Tidak mungkin di dalam PAK itu semua terpenuhi, sehingga tidak mungkin selesai dalam satu tahun anggaran,” ujarnya.
Sementara menyinggung perealisasian fisik masjid pada TA 2023, Agoes belum bisa memastikan pagu anggaran untuk pembangunan itu. Namun, pihaknya menargetkan pada PAK nanti setidaknya mulai mencicil fondasi atau yang lain. “Itu nanti fondasinya atau apa dulu, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dimulai pada PAK,” tegasnya.
Di sisi lain, GOR Gajah Putih hingga kini belum dibuka secara resmi karena ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi. Berkaitan dengan itu, retribusi GOR juga belum ada. Namun begitu, masyarakat tetap dapat memanfaatkan fasilitas GOR, asalkan berkoordinasi lebih dulu dengan Disdikpora Trenggalek. (tra/c1/jaz) Editor : Intan Puspitasari