Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dipukul Teman, Siswa MtsN Meregang Nyawa

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 28 Agustus 2023 | 21:06 WIB

 

 

ILUSTRASI : BERKELAHI
ILUSTRASI : BERKELAHI

KABUPATEN BLITAR – Siswa salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) negeri di Kecamatan Wonodadi meninggal kemarin (25/8). Diduga, remaja kelas IX ini menjadi korban penganiayaan teman sebayanya. Polisi saat ini masih menyelidki kasus tersebut.

Kepala Desa Kunir, Bastoni, mengaku tidak mengetahui secara lengkap kronologi peristiwa yang merenggut remaja laki-laki berinisial AJH ini. Sebab, korban sudah dibawa ke rumah sakit saat dia tiba di sekolah.

“Saya sempat melihat ada siswa ke ruang BK bersama guru dan polisi. Namun, saya tidak berani mendekat. Kemungkinan dia pelakunya. Dari keterangan salah satu siswa, korban diketahui dihajar oleh pelaku dan tidak membalasnya, dan belum diketahui penyebabnya,” ujar Bastoni kemarin.

Dia melanjutkan, kasus dugaan penganiayaan ini bukan dilakukan secara keroyokan, melainkan secara individu. Dimungkinkan, pelaku memanggil korban dan tidak direspons. Lalu, tiba-tiba pelaku menghampiri kelas korban yang lokasinya tidak jauh dari tempat pelaku, dan memukul korban hingga tidak sadar diri.

Selain memeriksa peristiwa itu di sekolah, Bastoni juga mengunjungi RSUD Srengat untuk mengetahui kondisi jenazah korban yang masih divisum. Perhatian itu dilakukan karena korban juga merupakan warganya.

“Saya tidak begitu tahu lengkap tentang luka korban. Dari cerita beberapa siswa, korban dipukul pada bagian leher, bahu, dan kepala bagian belakang,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan sesama murid ini. Hingga kini, dia masih mendalami penyebab kematian korban dengan melakukan visum. “Kalau untuk kejadiannya, dari laporan sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, dan guru serta siswa langsung membawa korban ke RS Al-Ittihad,” katanya.

Meski mendapatkan perawatan intensif, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menghendaki untuk mencari penyebab kematian korban dan bersedia dilakukan visum di RSUD Srengat.

“Karena korban dan pelaku sama-sama masih berstatus anak, maka perlu penanganan khusus. Artinya perlu penyelidikan lebih lanjut. Untuk terduga pelaku, saat ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota,” kata Danang.

Polisi masih memonitor pemeriksaan jenazah di rumah sakit. Jika diperlukan, nantinya akan dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Danang juga berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini jika sudah ada titik terang. “Kami mohon waktu, karena pelaku masih anak-anak, sehingga memerlukan perlakuan dan penanganan khusus,” pungkasnya.(jar/c1/hai)

Editor : Doni Setiawan
#penganiayaan #kapolres blitar #perlindungan perempuan dan anak #meninggal #mts