Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Eman-eman, Tegakan Berkualitas Jempolan di Gunung Budheg pun Ikut Hangus

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 13 September 2023 | 16:30 WIB
Kondisi hutan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang terbakar pada Minggu (10/9/2023) .
Kondisi hutan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang terbakar pada Minggu (10/9/2023) .

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Tumbuhan keras pun tak luput dari kebakaran di Gunung Budheg Tulungagung pada Minggu (9/9) lalu. Bahkan yang ikut menjadi abu merupakan tumbuhan kayu yang memiliki kualitas jempolan.

Agus Utomo, warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat mengatakan untuk jenis tegakan yang hangus terbakar pun beragam. Mayoritas adalah tanaman tipe keras, seperti sono, jati, walikukun, dan akasia. Umurnya pun bisa dikatakan tidak muda, karena rata-rata sudah 15 tahun silam ditanam di situ. Sehingga cengkeraman akarnya sudah kuat sebagai penahan erosi. “Kami juga harus menunggu musim penghujan di Tulungagung tiba. Untuk proses reboisasi nanti kami siapkan untuk penanaman kembali lokasi yang terdampak kebakaran,” jelas

Pihaknya menyayangkan tangan-tangan jahil masyarakat sekitar dan masyarakat Tulungagung pada umumnya yang masih belum memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Dia memperkirakan pelaku pembakaran Gunung Budheg ini tertuju pada beberapa orang saja dan motif yang terbilang sepele dibanding dampak kedepannya. “Yang seperti itu hampir setiap tahun, motif sepele. Ada satu dua orang yang semaunya sendiri, bukan alami memang sengaja dibakar. Orang dan motifnya tetap itu-itu saja,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya berharap agar ada sosialiasi serta edukasi untuk masyarakat agar memiliki empati dalam melindungi alam. Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong gerakan-gerakan pecinta lingkungan untuk membentuk tim mitigasi bencana kebakaran di musim kemarau. “Perlu adanya sosialisasi. Belum ada gerakan di musim kemarau dari pecinta lingkungan. Ya seperti membuat tim mitigasi bencana kebakaran di musim kemarau,” pungkasnya. (ziz/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#kebakaran #tulungagung #gunung budheg