Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Karhutla di Tulungagung Bukan Alami, Apa Faktor Penyebabnya?

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 13 September 2023 | 18:00 WIB
Kondisi hutan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang terbakar pada Minggu (10/9/2023) .
Kondisi hutan di Desa/Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang terbakar pada Minggu (10/9/2023) .

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Risiko kebakaran meningkat saat kemarau tiba. Pasalnya dalam satu pekan terakhir ini, setidaknya telah terjadi dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tulungagung. Adapun dugaan penyebab terjadinya kebakaran tersebut akibat ulah manusia tidak bertanggungjawab

Kasi Operasional dan Pengendalian Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, dalam satu pekan terakhir setidaknya ada dua kali peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kota Marmer. Bahkan menurutnya rentang waktu terjadinya kebakaran tersebut sangatlah berdekatan.

Berdasarkan data, peristiwa kebakaran pertama di Tulungagung terjadi pada Jumat (8/9) lalu. Diketahui peristiwa ini terjadi di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Kebakaran di sana melahap rerumputan dan pepohonan pada kompleks pemakaman Srigading. Diketahui pada pemakaman tersebut juga terdapat makam Adipati Ngrowo terdahulu. "Kebakaran di sana terjadi sekitar pukul 20.50 WIB dan selesai pemadaman selama satu jam lebih yakni pukul 22.04 WIB," jelasnya Selasa (12/9).

Berselang dua hari setelahnya, kebakaran kedua pun terjadi pada Minggu (10/8) di kawasam hutan milik Perhutani masuk Dusun Blumbang, Desa/Kecamatan Campurdarat. Peristiwa tersebut mengakibatkan setengah hektar rumput gajah hangus terbakar.

Diketahui pada peristiwa kebakaran hutan kedua ini, petugas Damkar mengalami kerepotan hingga pihak kepolisian ikut serta membantu pemadaman tersebut. Dalam hal ini kesulitan terjadi akibat hembusan angin yang berhembus kencang sehingga menyulitkan proses pemadaman. "Peristiwa karhutla yang kedua itu cukup menyulitkan kami karena kebetulan anginnya cukup kencang. Proses pemadaman memakan waktu selama satu jam lebih,” ucapnya.

Disinggung terkait penyebab dua peristiwa kebakaran tersebut terjadi, dia mengaku, apabila motif di balik dua peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyidikan petugas kepolisian. Apalagi kondisi cuaca di Tulungagung tidak terlalu ekstrem sehingga tidak bisa menyebabkan kebakaran secara alami.

Lanjut dia, kedua peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini diduga berkaitan erat dengan ulah tangan manusia yang tidak bertanggungjawab. Entah sengaja dibakar atau akibat putung rokok yang dibuang sembarangan. Mengetahui hal ini, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak membakar sampah maupun membuang putung rokok secara sembarangan. "Kalau ingin membakar sampah di dekat lahan atau hutan, pastikan selalu diawasi atau diberi parit agar api tidak meluas hingga menyebabkan kebakaran," tandasnya. (ziz/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#kebakaran #tulungagung #gunung budheg