Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada Kanker Serviks, Pemkot Blitar Mulai Vaksin Anti HPV Ribuan Balita

M. Luki Azhari • Jumat, 15 September 2023 | 17:00 WIB

KEBAL: Nakes mengimunisasi bayi peserta vaksinasi RV dan HPV di Istana Gebang, Rabu (14/9/2023).
KEBAL: Nakes mengimunisasi bayi peserta vaksinasi RV dan HPV di Istana Gebang, Rabu (14/9/2023).

KOTA BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar benar-benar serius mencanangkan Kota Blitar sebagai Kota Sehat. Itu ditunjukkan lewat komitmen pencanangan pelaksanaan vaksinasi Rotavirus dan Anti-Human Papillomavirus (HPV).

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks wisata Istana Gebang, Rabu (14/9/2023). Wali Kota Santoso memberikan apresiasi kepada dinas kesehatan (dinkes) yang telah menginisiasi kegiatan ini. Karena, bidang kesehatan menjadi salah satu fokus pembangunan untuk menciptakan generasi Kota Sehat.

Hal itu bisa terwujud, salah satunya melalui vaksinasi Rotavirus untuk mencegah diare pada bayi, serta anti-HPV sebagai perlindungan kasus kanker leher rahim atau serviks. "Dalam hal kesehatan, kami upayakan bagaimana anak-anak di Kota Blitar ini selalu sehat dan meminimalisasi penyakit berbahaya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Sekadar diketahui, vaksinasi Rotavirus menyasar ribuan anak berusia 2-6 bulan. Pemkot mendapat alokasi vaksin sebanyak 2.000 dosis.

Imunisasi ini penting untuk mencegah paparan kasus diare pada bayi. Distribusi vaksin ini dilakukan melalui tiga dosis dengan interval 30 hari.

Menurut dia, diare sangat berbahaya, terutama pada bayi. Pasalnya, penyakit tersebut merupakan penyebab kematian tertinggi kedua pada bayi.

KOMITMEN: Wali Kota Blitar Santoso mencanangkan vaksinasi anti HPV di Istana Gebang, Rabu (14/9/2023).
KOMITMEN: Wali Kota Blitar Santoso mencanangkan vaksinasi anti HPV di Istana Gebang, Rabu (14/9/2023).

"Harapannya, penyakit diare yang kelihatannya sepele ini segera tertangani. Kalau tidak, sangat bahaya bagi bayi," imbuh orang nomor satu di lingkup pemkot ini.

Selain Rotavirus, Dinkes Kota Blitar juga mendapat alokasi vaksinasi anti-HPV sebanyak 1.945 dari Dinkes Jatim. Vaksinasi ini akan dilakukan oleh puskesmas di masing-masing sekolah.

Sasarannya adalah anak perempuan usia 11-12 tahun, terutama pada siswa sekolah maupun yang tidak bersekolah. "Vaksin anti-HPV ini juga menjadi investasi pada perempuan. Artinya, waktu mereka nikah dan punya anak ke depannya menjadi deteksi dini untuk terhindar dari penyakit kanker leher rahim," ungkapnya.

Dia meminta para orang tua segera mengecek ulang jadwal yang tertera pada posyandu dan puskesmas terkait pelaksanaan imunisasi. Orang tua juga diimbau tidak takut melakukan imunisasi kepada anak, sebab ini sebagai upaya proteksi diri di masa depan.

"Studi menunjukkan bahwa vaksinasi HPV untuk usia 11-12 akan menurunkan 100 persen insiden kanker leher rahim saat mereka menikah. Kami komitmen tekan kasus tersebut," tandasnya.

Untuk diketahui, pencanangan dua jenis imunisasi ini dihadiri oleh Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Dinkes Provinsi Jatim Gito Hartono, kader posyandu, direktur rumah sakit negeri/swasta se-Kota Blitar, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan (TPPKK), serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD). (luk/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kanker serviks #pemkot blitar #vaksinasi #dinkes kota blitar