BLITAR - Legislatif angkat bicara terkait distribusi bantuan kain seragam yang sempat molor beberapa waktu lalu. Diduga karena rekanan mengalami kendala administrasi.
Namun, wakil rakyat menilai bahwa rekanan seharusnya memahami aturan dan persyaratan sebelum mengikuti lelang.
Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengungkapkan, pihaknya dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar terus melakukan evaluasi setiap tahun.
Dia menilai, rekanan atau penyedia semestinya sudah memahami alur administrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam pembagian bantuan.
"Itu pihak penyedia mestinya lebih paham. Syarat-syarat administrasi secara online bagi mereka, harusnya bukan perkara rumit," ujarnya kepada Koran ini, Selasa (10/10/2023).
Menurut dia, bantuan kain seragam untuk jenjang TK hingga SMP itu sangat diperlukan bagi para siswa di Kota Blitar. Sebab meringankan pengeluaran dan membantu masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu, tak heran jika mereka berharap penyaluran bisa tepat waktu.
"Tidak perlu dinas melakukan sosialisasi. Artinya, kalau itu misalkan e-katalog, tinggal tunjuk saja. Kalau itu lelang ya lelangnya bagaimana. Semestinya dipahami pihak ketiga," jelasnya.
Politisi PPP ini menilai proses pengadaan tahun ini cenderung lebih baik dari tahun lalu. Tahun ini siswa menerima paket kain seragam dan bantuan ongkos jahit sekitar Agustus, atau lebih cepat dari 2022 lalu.
Pasalnya, terjadi keterlambatan distribusi hingga awal 2023. Sedangkan target penyaluran yakni saat dimulainya tahun ajaran baru pada Juli.
Adapun, pengadaan tahun ini dinilai lebih cepat lantaran dinas sudah mempersiapkan pengadaan sejak dini. Kualifikasi dan spesifikasi kain menggunakan kajian tahun lalu. Sehingga, tinggal melakukan pendataan dan proses tender.
"Benar, sudah relatif bagus karena dipercepat. Selain itu, proses administrasi harus trial and error, beda dengan yang dulu. Sekarang semua serba online. Ini yang itu mungkin menyebabkan proses tidak bisa cepat," tuturnya.
Sebelumnya, Dispendik Kota Blitar menyebut sasaran penerima bantuan yakni siswa kelas I dan IV SD sebanyak 2.458 siswa.
Sedangkan untuk penerima jenjang SMP, yakni siswa kelas VII sekira 1.700 anak warga Kota Blitar. Target distribusi paket bantuan kain beserta ongkos jahit ini pada tahun ajaran baru 2023/2024 atau Juli lalu.
Dinas mengakui, ada sedikit keterlambatan dalam menyalurkan kain beserta bantuan ongkos jahit. Meski begitu, pengadaan tahun ini dinilai lebih cepat dari tahun lalu.
"Kami sudah berusaha sesuai target. Sudah kami siapkan. Untuk tahun depan, diupayakan bisa lebih tepat sesuai target," ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri. (luk/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah