TULUNGAGUNG - Kebiasaan memutar lagu yang sama berulang kali adalah hal yang sangat umum terjadi, dan tidak menunjukkan sesuatu yang salah secara mental.
Justru, menurut psikolog, kebiasaan ini berkaitan erat dengan kondisi emosional, memori, dan cara kerja otak manusia.
Lagu favorit memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan secara emosional, sehingga otak “meminta” untuk mengulanginya lagi dan lagi.
Menurut para psikolog, kebiasaan ini bukan sekadar kebiasaan iseng, melainkan berkaitan erat dengan emosi, memori, dan kebutuhan psikologis seseorang.
Yuk bahas alasan mengapa seseorang memutar lagu yang sama terus-menerus dan bagaimana hal ini memengaruhi kondisi mental dan emosional.
Lagu Favorit Memberi Rasa Aman dan Nyaman
Menurut psikolog, salah satu alasan utama seseorang mendengarkan lagu berulang kali adalah pencarian rasa aman dan familiaritas.
Lagu yang sudah dikenal memberi perasaan tenang karena otak tidak perlu bekerja keras untuk memproses suara baru.
Ini membantu seseorang merasa lebih rileks, terutama saat mengalami stres atau cemas.
Mengaktifkan Sistem Hadiah di Otak (Reward System)
Studi neuroscience menunjukkan bahwa mendengarkan lagu yang disukai mengaktifkan dopamin, yaitu hormon yang memberikan rasa senang.
Memutar lagu favorit berulang-ulang bisa memicu "ledakan kecil" dopamin di otak, membuat kita merasa puas dan bahagia.
Inilah sebabnya mengapa lagu tertentu bisa membuat seseorang ketagihan mendengarkannya.
Ekspresi Emosi dan Kenangan Personal
Lagu seringkali terhubung dengan memori atau perasaan tertentu, seperti kenangan masa kecil, cinta, atau momen penting dalam hidup.
Memutar lagu yang sama memungkinkan seseorang mengakses kembali emosi itu dan memproses perasaannya. Bahkan, menurut psikolog, ini bisa menjadi bentuk terapi emosional yang tidak disadari.
Kebutuhan untuk Kontrol dan Prediktabilitas
Dalam situasi hidup yang tidak pasti, orang cenderung mencari sesuatu yang dapat diprediksi dan dikendalikan.
Lagu yang sudah dikenal, ketika diputar berulang, memberikan rasa kontrol terhadap lingkungan akustik sekitar. Ini memberi ketenangan di tengah kekacauan.
Sirkulasi Pikiran (Rumination)
Terkadang, mendengarkan lagu tertentu secara berulang berkaitan dengan pemikiran berulang (rumination).
Misalnya, seseorang sedang galau, lalu memutar lagu sedih berulang-ulang karena lirik dan melodi membantu menyalurkan perasaan.
Psikolog menyebut ini sebagai bentuk "pelampiasan emosional" yang bisa bersifat positif atau negatif tergantung situasi.
Apakah Kebiasaan Ini Normal?
Menurut para ahli, memutar lagu berulang adalah hal normal dan umum, selama tidak mengganggu aktivitas harian.
Bahkan, bisa menjadi bagian dari strategi coping (mekanisme menghadapi stres) yang sehat.
Namun, jika dilakukan secara kompulsif dan membuat seseorang sulit fokus atau menghindari masalah nyata, sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli.
Memutar lagu yang sama berulang-ulang bukan hanya karena kita menyukainya, tetapi juga karena otak dan emosi kita menemukan kenyamanan, kebahagiaan, dan ketenangan dari lagu tersebut.
Lagu menjadi bagian dari mekanisme alami tubuh untuk menenangkan pikiran dan mengekspresikan perasaan.
Jadi, jika kamu punya satu lagu favorit yang kamu putar terus-menerus, kamu tidak sendirian—dan itu adalah hal yang wajar menurut psikolog. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah