RADAR TULUNGAGUNG - Mahjong yang dulu dikenal sebagai "hiburan orang dewasa" dan salah satu bentuk perjudian, telah berubah jadi permainan yang populer di kalangan siswa SMA di Jepang.
Kejuaraan mahjong SMA tingkat nasional untuk kali pertama diadakan musim panas tahun ini. Banyak sekolah juga memiliki klub mahjong, bukan lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler.
Baca Juga: Trend Minuman Matcha, dari Tradisi Jepang hingga Hits di Kafe Modern
Salah satunya klub mahjong di SMA Kishine, Yokohama. Klub mahjong mereka sudah berusia satu tahun.
Saat ini, anggotanya 18 siswa, laki-laki maupun perempuan, dari kelas satu sampai tiga. Mereka bertemu dua kali dalam sepekan untuk mengasah kemampuan bermain mahjong.
"Selain ingin memenangkan kejuaraan nasional, bermain mahjong membuatku bisa berteman dengan guru dan siswa dari kelas lain yang belum pernah aku ajak bicara sebelumnya," tutur Takeru Sasaki, 17 tahun, presiden klub mahjong.
Jepang juga memiliki Neuron, sekolah mahjong untuk anak-anak yg tersebar di 16 lokasi. Jumlah siswanya saat ini mencapai 2.500 siswa.
Menurut Yuichi Ikeya, direktur perwakilan Neuron, mahjong menawarkan sesuatu untuk setiap anak. "Tidak seperti olahraga ketika perbedaan ukuran fisik memengaruhi performa, dalam mahjong, anak-anak dapat bersaing dengan orang dewasa tanpa merasa dirugikan," tuturnya.
Sementara Takefumi Higashijima, pemain mahjong profesional yang juga seorang ahli bedah saraf, secara rutin mensurvei 20 anak berusia antara 6 tahun sampai 15 tahun yang mengikuti kelas di Neuron.
Penelitian Higashijima mengonfirmasi bahwa setelah satu tahun, IQ anak-anak itu meningkat rata-rata delapan poin.
"Khususnya kecepatan memproses informasi dan kemampuan pemahaman bahasa," kata Higashijima.***
Editor : Dharaka R. Perdana