TULUNGAGUNG - Kalau main ke desa-desa di Tulungagung, jangan heran kalau hampir setiap pekarangan rumah warganya ditumbuhi pohon singkong.
Tanaman singkong yang terlihat sederhana ini ternyata menyimpan banyak cerita dan manfaat.
Bukan sekadar tumbuhan liar, singkong di pekarangan punya peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Pertama, singkong dianggap sebagai bahan pangan darurat.
Saat beras sedang menipis, singkong bisa langsung dipanen, direbus, atau diolah jadi gaplek, tiwul, sampai lemet.
Sederhana, tapi bisa menyelamatkan dapur.
Kedua, tanaman ini murah meriah dan tidak butuh perawatan rumit.
Tinggal tancap batang, siram seperlunya, dan biarkan tumbuh.
Bahkan di tanah yang kurang subur sekalipun, singkong tetap bisa hidup dengan baik.
Ketiga, serbaguna di dapur.
Daunnya bisa dimasak jadi sayur urap atau bobor, sementara umbinya bisa dijadikan camilan, lauk, hingga bahan jualan.
Tidak heran, singkong jadi semacam “tabungan alam” bagi banyak keluarga.
Lebih dari itu, menanam singkong di pekarangan juga menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Tulungagung hidup sederhana, memanfaatkan apa yang ada, dan tetap menjaga tradisi makan pangan lokal.
Jadi, jangan anggap remeh pohon singkong di halaman.
Dari situ, kita bisa belajar soal ketahanan pangan, kreativitas olahan, sampai nilai hidup hemat ala wong ndeso.***
Editor : Vidya Sajar Fitri