TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, ada satu tradisi yang masih hangat terasa di tengah perkembangan zaman.
Yaitu, ibu-ibu di Tulungagung yang gemar membuat jajanan basah.
Mulai dari nagasari yang harum aroma daun pisang, klepon berisi gula merah yang meledak manis di mulut, hingga putu ayu dengan taburan kelapa parut.
Semuanya jadi suguhan khas yang tak pernah absen di meja tamu.
Bagi sebagian besar ibu-ibu, membuat jajanan basah bukan sekadar aktivitas memasak, melainkan juga bentuk melestarikan resep turun-temurun dari orang tua.
Resep-resep ini biasanya diwariskan sejak kecil, sehingga setiap gigitan bukan hanya soal rasa, tapi juga menyimpan kenangan keluarga.
Selain itu, jajanan basah juga punya tempat istimewa dalam budaya masyarakat Tulungagung.
Saat ada tamu datang, acara arisan, pengajian, atau hajatan, kue-kue tradisional ini hampir selalu hadir sebagai pelengkap.
Rasanya yang manis legit, lembut, dan dibuat dari bahan sederhana seperti tepung beras, kelapa, dan gula, membuatnya tetap digemari meski banyak makanan modern bermunculan.
Tak heran jika hingga kini, aktivitas ibu-ibu membuat jajanan basah masih bertahan.
Lebih dari sekadar suguhan, ini adalah cara menjaga kehangatan rumah dan merawat tradisi yang membuat Tulungagung selalu punya cita rasa khas.***
Editor : Vidya Sajar Fitri