Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Apung Gamping Tulungagung Ramai Dikunjungi saat Libur Sekolah, Jadi Tempat Favorit Menikmati Suasana Sore

Rahiiq Al Bachri • Senin, 29 Juni 2026 | 10:14 WIB
Warga tumpah ruah mengunjungi jembatan aoung di perbatasan Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat dan Desa Tamban, Kecamatan Pakel, pada Sabtu (27/6/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)
Warga tumpah ruah mengunjungi jembatan aoung di perbatasan Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat dan Desa Tamban, Kecamatan Pakel, pada Sabtu (27/6/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)

TULUNGAGUNG – Jembatan Apung Gamping di perbatasan Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, dan Desa Tamban, Kecamatan Pakel, menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat selama masa libur sekolah.

Sejak beberapa hari terakhir, kawasan tersebut dipadati warga yang datang untuk menikmati suasana sore bersama keluarga maupun teman.

Keramaian di Jembatan Apung Gamping mulai terlihat ketika matahari beranjak condong ke barat.

Sejak sekitar pukul 16.00 WIB, pengunjung terus berdatangan, tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah untuk menikmati suasana di kawasan tersebut.

Popularitas Jembatan Apung Gamping sebagai tujuan rekreasi sore membuat ruang publik itu semakin hidup.

Anak-anak bermain, warga berjalan santai, hingga pedagang melayani pembeli menjadi pemandangan yang mewarnai kawasan tersebut setiap sore selama liburan.

Baca Juga: Misteri Gunung Kuncung Tulungagung, Kisah Makhluk Gaib Ikut Salat Subuh hingga Penampakan di Bekas Tambang Marmer

Libur Sekolah Tingkatkan Kunjungan Warga

Masa libur sekolah menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan Jembatan Apung Gamping semakin ramai. Deretan pengunjung mulai memenuhi area jembatan sejak sore hari untuk menikmati suasana terbuka dengan pemandangan sungai.

Bagi sebagian masyarakat, keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam. Kawasan itu juga berkembang menjadi tempat berkumpul yang menghadirkan berbagai aktivitas bagi warga.

Sebagian pengunjung memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga. Ada pula yang memilih berjalan santai bersama keluarga sambil menikmati udara sore.

Anak-anak tampak leluasa bermain di sekitar kawasan, sedangkan para orang tua duduk menikmati angin sore sembari mengawasi buah hati mereka. Aktivitas tersebut menjadikan kawasan jembatan sebagai ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat.

Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen dengan berfoto di atas jembatan. Pemandangan sungai dan suasana terbuka menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat sore menjelang petang.

Baca Juga: Asal Usul Tulungagung, Kisah Tulunging Agung yang Diyakini Jadi Awal Nama Kabupaten di Jawa Timur

Pengunjung Nilai Nyaman untuk Rekreasi

Salah seorang pengunjung, Ida, mengaku baru pertama kali datang ke Jembatan Apung Gamping bersama teman-temannya. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi pilihan rekreasi sederhana yang nyaman untuk menghabiskan waktu.

"Saya baru pertama kali datang. Tempatnya nyaman untuk jalan santai dan berkumpul bersama teman. Apalagi sore hari suasananya ramai, jadi terasa lebih hidup," ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Izal. Ia menilai masyarakat kini memiliki alternatif tempat bersantai yang dekat sehingga tidak perlu bepergian jauh untuk menikmati waktu luang.

"Kalau ada tempat seperti ini, tidak perlu jauh-jauh mencari lokasi untuk refreshing. Bisa menikmati suasana sambil berkumpul bersama keluarga atau teman," katanya.

Keberadaan Jembatan Apung Gamping pun menjadi pilihan bagi warga yang ingin menikmati suasana sore tanpa harus meninggalkan wilayah sekitar. Kondisi tersebut membuat kawasan itu semakin dikenal sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.

Baca Juga: Sejarah Desa Kalangbret Tulungagung Terungkap, Benarkah Berasal dari Kisah Tragis Adipati Kalang? Ini Fakta yang Ditemukan

Pedagang Ikut Merasakan Dampak Positif

Meningkatnya jumlah pengunjung juga berdampak pada aktivitas pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Pedagang kaki lima yang menjual makanan, minuman, dan aneka jajanan mengaku merasakan peningkatan penjualan selama libur sekolah.

Sugiarto, salah seorang pedagang, mengatakan ramainya pengunjung membuat dagangannya lebih cepat habis dibandingkan hari biasa. Banyak pengunjung membeli makanan dan minuman setelah berjalan santai maupun berolahraga.

"Kalau sore ramai seperti ini, apalagi saat liburan. Banyak yang beli minuman dan makanan ringan. Dagangan juga lebih cepat habis dibanding hari biasa," ungkapnya.

Fenomena tersebut menunjukkan Jembatan Apung Gamping tidak hanya menjadi ikon baru Desa Gamping, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi, menjaga kebugaran, dan menikmati waktu bersama keluarga.

Ramainya kunjungan selama libur sekolah sekaligus memberikan dampak positif bagi aktivitas pedagang di sekitar kawasan.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan apung gamping #wisata sore tulungagung #desa gamping #ruang publik tulungagung #libur sekolah