21 Jenis Burung Perkutut Katuranggan Paling Populer, Lengkap Ciri Fisik dan Tuah Menurut MPJ Nusantara

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB
MPJ Nusantara mengulas 21 jenis burung perkutut katuranggan lengkap dengan ciri fisik dan tuahnya, dari Songgo Ratu hingga Tombak Cucukan. (Pinterest)
MPJ Nusantara mengulas 21 jenis burung perkutut katuranggan lengkap dengan ciri fisik dan tuahnya, dari Songgo Ratu hingga Tombak Cucukan. (Pinterest)

JAKARTA - MPJ Nusantara mengulas 21 jenis burung perkutut katuranggan yang disebut paling populer dan paling banyak dicari penggemar perkutut di Nusantara. Video tersebut menjelaskan ciri fisik, tanda khas, fungsi, serta tuah yang dipercaya masyarakat melekat pada masing-masing jenis perkutut.

Pembahasan diawali dengan penjelasan bahwa penggemar perkutut katuranggan berasal dari berbagai kalangan. Dalam tradisi perkutut lokal, ciri fisik seperti warna bulu, pola lurik, bentuk kaki, jumlah bulu ekor, hingga bentuk paruh digunakan untuk mengenali jenis katuranggan tertentu.

Video MPJ Nusantara menekankan bahwa setiap jenis memiliki karakter fisik yang berbeda dan dipercaya membawa pengaruh tertentu bagi pemiliknya, mulai dari kewibawaan, perlindungan, hingga kelancaran rezeki.

Songgo Ratu dan Lurah Jadi Jenis yang Paling Banyak Diburu

Jenis pertama yang dibahas adalah Songgo Ratu. Perkutut ini memiliki sehelai bulu jambul putih di kepala yang menyerupai mahkota, dengan paruh dan kaki berwarna kehitam-hitaman.

Menurut penjelasan dalam video, Songgo Ratu dipercaya membawa kerejekian dan kewibawaan luar biasa bagi pemiliknya.

Jenis kedua adalah Lurik atau Lurah. Ciri utamanya berupa bulu mengilap, dada putih terang, dan lurik di leher yang melingkar hingga kepala sehingga sekilas menyerupai sisik ular.

Perkutut Lurah dipercaya berkaitan dengan kharisma, wibawa, dan pengasihan agar pemilik lebih disukai banyak orang.

Sriwiti Disebut Sebagai Perkutut Leher Kobra

Salah satu jenis yang paling unik adalah Sriwiti.

Burung ini memiliki leher tegak lurus menyerupai ular kobra sehingga sering dijuluki perkutut leher kobra.

Dalam video disebutkan adanya mitos bahwa pada waktu tertentu Sriwiti bisa berubah menjadi ular dan sangkarnya harus dikerodong kain batik. Tuah yang dipercaya melekat pada jenis ini adalah penjagaan rumah dan pekarangan dari pengaruh sihir atau ilmu hitam.

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan Efektif dan Aman Menurut Dokter Gizi Klinik Siloam Hospitals

Kul Buntet Majapahit Dikaitkan dengan Tolak Santet

Jenis berikutnya adalah Kul Buntet Majapahit.

Perkutut ini memiliki bulu hitam pekat seperti ayam cemani dengan lurik yang tersambung dari leher hingga dubur dan tetap terlihat saat mabung.

MPJ Nusantara menyebut jenis ini dipercaya mampu menangkal serangan ilmu hitam atau santet.

Pendaringan Kebak dan Banyumili Dikenal dari Pola Lurik

Pendaringan Kebak atau Kalung Tepung memiliki lurik di leher dan dada yang menyambung seperti garis tanpa putus, tetapi tidak sampai dubur.

Jenis ini dipercaya mendatangkan rezeki yang tidak pernah putus.

Sementara Banyumili memiliki belahan bulu dari bawah kepala, melewati dada, hingga ke dubur.

Tuah yang dikaitkan dengan Banyumili adalah kedamaian hati dan kelancaran rezeki yang terus mengalir seperti mata air.

Pancuran Mas dan Mercujiwa Memiliki Tanda pada Dada dan Mata

Pancuran Mas mempunyai belahan bulu dada yang agak mencekung ke dalam, tetapi tidak sampai dubur.

Dalam kepercayaan yang dijelaskan MPJ Nusantara, jenis ini dipercaya mampu menetralisir aura negatif lingkungan dan mendatangkan rezeki melimpah.

Adapun Mercujiwa dikenali dari lingkar bola mata yang berwarna kuning atau terang dan tampak tajam seperti mata burung jalak.

Perkutut ini dipercaya membawa kewibawaan dan aura positif bagi pemiliknya.

Rojowono dan Rajekwesi Dibedakan dari Sisik Kaki

Bagian kaki menjadi penanda penting pada beberapa katuranggan.

Rojowono memiliki sisik silang yang rapi dan merata pada kedua kaki dari atas hingga bawah.

Jenis ini dipercaya berkaitan dengan kepemimpinan yang adil sehingga pemilik disegani dan dihormati.

Sementara Rajekwesi juga memiliki sisik silang, tetapi salah satu kakinya tidak penuh atau tidak merata.

Tuah yang dipercaya melekat pada Rajekwesi adalah sebagai pemagaran atau benteng gaib di sekitar rumah pemiliknya.

Satrio Kinayungan dan Garuda Krida Bertanda Bulu Khusus

Satrio Kinayungan memiliki sehelai bulu putih di tengah kepala bagian atas.

MPJ Nusantara menyebut bulu tersebut dipercaya akan tetap tumbuh kembali meski dicabut berulang kali.

Jenis ini dikaitkan dengan perlindungan dan dijauhkan dari mara bahaya.

Sementara Garuda Krida memiliki jambul di belakang kepala yang menyerupai kepala burung garuda dan dipercaya memancarkan aura positif serta kewibawaan.

Pendowo Mijil Memiliki 15 Bulu Ekor

Salah satu katuranggan yang mudah dikenali adalah Pendowo Mijil atau Pendowo Gio.

Keunikannya terletak pada jumlah bulu ekor yang ganjil, yaitu tepat 15 helai, sedangkan perkutut umumnya memiliki 14 bulu ekor.

Jenis ini dipercaya melambangkan keselarasan dan keseimbangan hidup.

Mungil dan Larasati Memiliki Ukuran serta Warna yang Berbeda

Mungil memiliki ukuran tubuh sangat kecil, bahkan disebut seukuran wadah pakan burung.

Habitat aslinya disebut suka membuat sarang di dalam tanah. Tuah yang dikaitkan dengan Mungil adalah pagar gaib dan keselamatan.

Sementara Larasati memiliki alis mata kuning dan bulu halus kuning yang merata di pangkal ekor.

Jenis ini dipercaya berkaitan dengan kerejekian dan kelancaran usaha.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata di Malang yang Wajib Dikunjungi, dari Kampung Warna-Warni hingga Museum Angkut

Rondo Semoyo dan Keruk Bumi Paling Mudah Dikenali dari Kulit Mata dan Kaki

Rondo Semoyo memiliki warna kuning yang sangat jelas dan merata pada kulit di sekitar kelopak mata.

Tuahnya dipercaya membantu menjauhkan sifat boros dari pemiliknya.

Sedangkan Keruk Bumi memiliki kaki dan kuku yang menyerang ke samping dan menghadap ke dalam.

Nama “Keruk Bumi” dikaitkan dengan kepercayaan bahwa jenis ini mampu mengeruk atau menarik rezeki dari alam sekitarnya.

Ruko Cahyo dan Kantong Semar Memiliki Penampilan Mencolok

Ruko Cahyo memiliki bulu putih mengilap dari kepala hingga dada sehingga tampak bercahaya.

Jenis ini dipercaya membuat pemilik tampak lebih disukai banyak orang karena aura wajah yang dianggap berseri-seri.

Sementara Kantong Semar memiliki tembolok atau dada sangat besar dengan perut menonjol ke depan seperti tokoh Semar.

Tuah yang dikaitkan dengannya adalah kesejahteraan dan kemakmuran hidup.

Udan Mas dan Tombak Cucukan Menutup Daftar 21 Katuranggan

Jenis ke-20 adalah Udan Mas.

Perkutut ini memiliki bulu krem atau coklat muda yang diselimuti warna kuning keemasan melingkar pada tubuhnya.

MPJ Nusantara menyebut Udan Mas dipercaya membawa kerejekian lahir dan batin.

Jenis terakhir adalah Tombak Cucukan.

Ciri utamanya berupa paruh melengkung seperti paruh burung kolibri atau burung penghisap madu.

Dalam video dijelaskan bahwa jenis ini dipercaya membantu pemilik menundukkan lawan bicara dan memengaruhi orang lain saat bernegosiasi.

MPJ Nusantara Menutup dengan Ajakan Mengenali Katuranggan

Di bagian penutup, MPJ Nusantara menyampaikan bahwa pengenalan 21 jenis perkutut katuranggan ini ditujukan untuk membantu penggemar mengenali ciri-ciri fisik yang sering dijadikan acuan dalam dunia perkutut lokal.

Pembahasan tersebut mencakup kepercayaan yang berkembang di masyarakat mengenai tuah masing-masing jenis, mulai dari kewibawaan, perlindungan, pagar gaib, hingga kelancaran rezeki dan negosiasi.

Dengan mengenali bentuk bulu, pola lurik, warna mata, struktur kaki, jumlah bulu ekor, dan bentuk paruh, pehobi perkutut dapat lebih mudah membedakan berbagai katuranggan yang populer di Nusantara.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt MPJ NUSANTARA
perkutut katuranggan Songgo Ratu Udan Mas Tombak Cucukan Burung Perkutut