JAKARTA - Pembahasan mengenai burung perkutut katuranggan kembali menarik perhatian pehobi burung. Dalam sebuah video YouTube, penutur mengulas tujuh jenis perkutut yang dipercaya masyarakat memiliki tuah paling kuat, banyak dicari kolektor, dan diyakini dapat membantu pemiliknya meraih cita-cita, kewibawaan, hingga kelancaran rezeki.
Video tersebut menekankan bahwa kepercayaan terhadap perkutut katuranggan telah lama hidup dalam budaya Jawa. Beberapa jenis bahkan disebut sangat langka dan diyakini “memilih” pemiliknya sendiri.
Meski demikian, penutur juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam pencarian berlebihan terhadap burung yang dianggap bertuah, terutama jika sampai berkaitan dengan syarat-syarat gaib yang membahayakan.
Perkutut Putih Lokal Alam Disebut Paling Dicari
Jenis pertama yang dibahas adalah Perkutut Putih Lokal Alam, yang juga disebut Mustikaning Manuk.
Menurut penjelasan dalam video, burung ini dahulu banyak dicari oleh pemimpin dan pejabat tinggi kerajaan karena dipercaya memiliki tuah yang sangat ampuh.
Perkutut putih lokal alam diyakini dapat meningkatkan derajat, mendatangkan keberuntungan, kebahagiaan, ketentraman, serta berfungsi sebagai tolak bala.
Penutur menyebut burung ini sangat langka dan berbeda dari perkutut pada umumnya. Di alam, burung tersebut disebut lebih sering berdiam di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti makam keramat, petilasan, atau lokasi yang dianggap angker.
Karena dianggap seperti pusaka atau pulung, perkutut putih lokal alam dipercaya akan memilih sendiri siapa tuannya.
Songgo Ratu Memiliki Bulu Mirip Mahkota
Jenis kedua adalah Perkutut Songgo Ratu.
Ciri khasnya terdapat sehelai bulu putih yang berdiri di bagian atas kepala menyerupai mahkota atau jambul.
Penutur menjelaskan bahwa bulu tersebut diyakini akan terus tumbuh meskipun dicabut atau rontok.
Perkutut Songgo Ratu disebut banyak diburu oleh orang yang menginginkan kedudukan tinggi karena dipercaya dapat menambah kewibawaan dan membantu pemiliknya meraih derajat yang lebih tinggi.
Sama seperti perkutut putih lokal alam, burung ini juga dipercaya sangat memilih pemiliknya.
Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan Efektif dan Aman Menurut Dokter Gizi Klinik Siloam Hospitals
Udan Mas Dipercaya Memudahkan Rezeki
Jenis ketiga adalah Perkutut Udan Mas Lokal Alam.
Burung ini memiliki bulu coklat kekuningan dengan lurik melingkar di bagian leher yang warnanya menyerupai emas.
Dalam video disebutkan bahwa Udan Mas merupakan salah satu perkutut paling langka dan dipercaya memiliki tuah paling ampuh untuk memudahkan pemiliknya mencari rezeki serta mengumpulkan kekayaan.
Berbeda dengan beberapa jenis lain yang dianggap sangat pemilih, Udan Mas disebut bisa cocok dipelihara oleh siapa saja.
Namun, kelangkaannya membuat burung ini sangat sulit ditemukan di alam.
Perkutut Lurah Dikaitkan dengan Kewibawaan Besar
Pembahasan kemudian beralih ke Perkutut Lurah.
Burung ini dianggap memiliki yoni atau kekuatan gaib yang lebih besar dibanding perkutut lainnya.
Ciri fisiknya berupa corak lurik di punggung yang sekilas menyerupai sisik ular.
Penutur menggambarkan perilaku Perkutut Lurah sebagai burung yang hidup menyendiri di tempat sepi, sangat tenang, jarang bergerak, dan jarang manggung.
Burung tersebut juga disebut selalu bertengger di tempat paling tinggi.
Dalam kepercayaan yang diulas dalam video, Perkutut Lurah diyakini memiliki wibawa besar yang membuat orang di sekitarnya tunduk, patuh, dan hormat.
Selain itu, burung ini dipercaya dapat menarik rezeki dari berbagai sumber.
Cemani Kol Buntet Dikaitkan dengan Tolak Bala
Jenis kelima adalah Perkutut Cemani Kol Buntet Lokal Alam.
Ciri utamanya adalah seluruh tubuh berwarna hitam, dengan lurik atau kalung di leher yang menyatu hingga bagian dubur. Kaki dan paruhnya juga berwarna kehitaman.
Penutur menyebut burung ini dipercaya memiliki kekuatan gaib sebagai tolak bala.
Dalam kepercayaan masyarakat yang dibahas, Cemani Kol Buntet diyakini mampu menangkal serangan ilmu hitam seperti santet, teluh, dan guna-guna, bahkan mengembalikan energi jahat kepada pengirimnya.
Lurik yang menutup rapat dianggap melambangkan perisai atau perlindungan alami yang telah menyerap energi alam sejak burung menetas.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Berat Badan Berlebih Menurut Ade Rai, Garansi Turun dalam 1 Minggu
Cemani Majapahit Berbeda pada Bagian Lurik
Jenis keenam adalah Perkutut Cemani Majapahit.
Perbedaannya dengan Cemani Kol Buntet terletak pada posisi lurik. Pada Cemani Majapahit, lurik hanya terdapat di bagian leher hingga sebatas dada.
Burung ini dipercaya memiliki tuah untuk menambah kewibawaan, mendatangkan keberuntungan, rezeki, serta berfungsi sebagai tolak bala.
Karakter yang digambarkan dalam video adalah tenang, berwibawa, dan lebih sering diam di tangkringan.
Di alam bebas, Cemani Majapahit disebut menyukai tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti pemakaman atau pohon besar yang dianggap angker.
Kelangkaan dan sifat pemilih juga menjadi ciri yang dilekatkan pada jenis ini.
Perkutut Punden Dianggap Paling Kontroversial
Jenis terakhir yang dibahas adalah Perkutut Punden.
Istilah ini digunakan untuk perkutut yang hidup di area pemakaman atau petilasan keramat.
Penutur menjelaskan bahwa dalam kepercayaan tertentu, burung tersebut dianggap memiliki khodam yang kuat dari tempat asalnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua perkutut yang ditemukan di makam memiliki tuah.
Ada yang hanya burung biasa, dan ada pula yang justru diyakini membawa energi negatif atau dijaga oleh makhluk gaib.
Bagian ini menjadi pembahasan paling serius dalam video.
Penutur menyebut pemeliharaan perkutut punden kadang dikaitkan dengan kejadian-kejadian aneh dan permintaan syarat tertentu dari makhluk penunggu.
Ia mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap permintaan “mahar” atau syarat gaib yang disampaikan secara sanepo atau kiasan.
Menurut penjelasannya, beberapa sanepo bisa bermakna permintaan tumbal nyawa orang terdekat, sehingga tidak boleh ditafsirkan secara sembarangan.
Penutur Menyarankan Memelihara Perkutut Biasa
Di bagian penutup, penutur memberikan pesan yang berbeda dari pembahasan sebelumnya.
Ia menyarankan masyarakat tidak perlu mengorbankan waktu, tenaga, biaya, atau melakukan hal berbahaya demi memburu perkutut yang dianggap bertuah ekstrem.
Menurutnya, memelihara burung perkutut biasa dengan suara merdu sudah cukup untuk menghadirkan ketenangan hati dan kebahagiaan.
Ketenangan tersebut diyakini dapat membawa energi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Penutur juga menekankan bahwa perkutut biasa lebih mudah dipelihara dan tidak berkaitan dengan syarat-syarat gaib yang berisiko.
Dengan demikian, fokus utama dalam memelihara burung sebaiknya diarahkan pada hobi, keindahan suara, dan kenyamanan batin, bukan semata-mata mengejar tuah atau kekuatan yang diyakini melekat pada jenis tertentu.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt Harta Langit Channel