Mancing Mania: Kenali 6 Jenis Lure Pancing dan Aksinya, dari Popper hingga Metal Jig Laut Dalam

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB
Mancing Mania menjelaskan 6 jenis lure pancing beserta aksinya, mulai dari popper, pencil, minnow, spoon hingga metal jig untuk laut dalam.(Pinterest)
Mancing Mania menjelaskan 6 jenis lure pancing beserta aksinya, mulai dari popper, pencil, minnow, spoon hingga metal jig untuk laut dalam.(Pinterest)

JAKARTA - Mancing Mania membagikan penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis lure atau umpan tiruan pancing beserta aksi dan teknik penggunaannya. Video tersebut mengulas enam lure yang paling umum dipakai pemancing predator, mulai dari popper, pencil, crankbait, minnow, spoon, hingga metal jig untuk laut dalam.

Penjelasan diawali dengan pengertian fishing lure sebagai umpan tiruan yang dibuat dari bahan plastik, kayu, atau logam. Lure digunakan dalam berbagai teknik memancing seperti casting, jigging, popping, dan trolling dengan target utama ikan predator.

Materi ini menjadi panduan dasar bagi pemancing pemula maupun penghobi Mancing Mania yang ingin memahami fungsi setiap jenis umpan tiruan sebelum digunakan di lapangan.

Apa itu fishing lure?

Dalam video dijelaskan bahwa fishing lure dirancang untuk meniru gerakan mangsa alami ikan predator.

Bentuk, berat, dan aksi setiap lure dibuat berbeda agar sesuai dengan kondisi perairan dan karakter ikan target.

Karena itu, pemilihan lure tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemancing perlu menyesuaikannya dengan teknik memancing, kedalaman air, arus, dan jenis ikan yang diburu.

Popper: Raja permukaan air

Jenis pertama yang dibahas adalah popper. Lure ini termasuk kategori top water karena bekerja di permukaan air.

Ciri khas popper adalah bagian mulut yang cekung. Saat ditarik, lure akan menciptakan percikan air dan bunyi “pop” yang keras.

Efek suara dan percikan tersebut berfungsi memancing reaksi agresif ikan predator yang sedang berburu di permukaan.

Video menjelaskan bahwa popper berukuran besar biasa digunakan untuk teknik popping dengan target ikan besar seperti Giant Trevally (GT) dan tuna.

Sementara popper kecil lebih sering dipakai untuk casting ikan seperti kerapu atau gabus.

Karena bekerja di permukaan, pemancing bisa melihat langsung momen sambaran ikan. Sensasi visual inilah yang membuat popper sangat populer di kalangan Mancing Mania.

Pencil: Meniru ikan kecil yang sekarat

Lure kedua adalah pencil. Sama seperti popper, pencil juga termasuk kategori top water.

Bedanya, pencil tidak menghasilkan suara pop yang keras. Aksi utamanya adalah bergerak menyamping menyerupai ikan kecil yang sedang sekarat di permukaan air.

Gerakan tidak beraturan tersebut sering memicu naluri predator untuk menyerang.

Pencil biasanya digunakan ketika ikan target lebih tertarik pada gerakan alami daripada suara percikan.

Dalam video dijelaskan bahwa aksi pencil dirancang semirip mungkin dengan ikan kecil yang kehilangan keseimbangan di permukaan.

Baca Juga: 7 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Diwaspadai Menurut dr. Saddam Ismail, Cek Cara Pencegahannya

Crankbait atau minnow berlidah panjang

Jenis berikutnya adalah crankbait atau minnow berlidah panjang (deep diver).

Lure ini memiliki bentuk khas berupa lidah yang panjang dan besar di bagian depan.

Saat ditarik, lidah tersebut memaksa lure menyelam ke bawah air. Semakin panjang lidahnya, semakin dalam lure dapat bekerja.

Video menyebut crankbait sangat cocok digunakan di area laut berkarang dangkal.

Target utamanya adalah ikan kerapu atau predator lain yang bersembunyi di balik struktur karang.

Salah satu keunggulan crankbait adalah sifatnya yang mengapung kembali ketika tarikan dihentikan.

Jika lure tersangkut karang, pemancing cukup mengulur senar. Lure akan naik ke permukaan sehingga peluang tersangkut permanen menjadi lebih kecil.

Fitur ini membuat crankbait cukup aman digunakan di area yang banyak struktur bawah air.

Minnow: Favorit pemancing casting

Lure keempat adalah minnow.

Dalam video, minnow dijelaskan sebagai lure sinking atau tenggelam.

Bentuknya sangat menyerupai ikan kecil asli sehingga sering dianggap paling realistis di antara lure lainnya.

Minnow menjadi salah satu umpan favorit pemancing casting karena mampu menjangkau ikan di lapisan air yang lebih dalam dibanding lure permukaan.

Saat dimainkan, minnow menghasilkan gerakan renang yang natural.

Karakter ini efektif untuk membujuk predator yang sedang memburu ikan kecil di kolom air.

Karena tampilannya realistis, minnow sering dipilih ketika ikan target sedang kurang agresif dan membutuhkan presentasi umpan yang lebih alami.

Spoon: Andalan saat arus kencang

Jenis kelima adalah spoon atau yang sering disebut sendok.

Lure ini terbuat dari lempengan logam pipih.

Ketika ditarik, spoon akan berputar dan berkilau di dalam air.

Pantulan cahaya dari permukaan logam menjadi daya tarik utama bagi ikan predator.

Video menjelaskan bahwa spoon sangat efektif digunakan untuk casting saat arus laut sedang kencang.

Berat logam membantu lure tetap stabil dan mudah dilempar jauh meski kondisi air bergerak kuat.

Namun ada satu hal penting yang perlu diperhatikan.

Karena spoon berputar terus-menerus, senar berisiko menjadi terpelintir.

Oleh sebab itu, video menyarankan penggunaan rolling swivel agar putaran lure tidak diteruskan ke senar utama.

Penggunaan swivel menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk menjaga performa peralatan pancing.

Metal Jig: Senjata laut dalam

Lure terakhir yang dibahas adalah metal jig.

Metal jig dibuat dari logam padat dan berat sehingga mampu turun cepat ke dasar laut.

Lure ini dirancang khusus untuk teknik jigging.

Dalam video disebutkan metal jig paling efektif digunakan di kedalaman lebih dari 30 meter.

Beratnya membantu pemancing menjangkau lapisan air dalam yang sulit dicapai lure biasa.

Saat dimainkan dengan gerakan naik-turun, metal jig meniru ikan kecil yang panik atau terluka.

Aksi tersebut sangat disukai predator laut dalam.

Karena bekerja di kedalaman besar, metal jig menjadi perlengkapan wajib bagi pemancing yang memburu ikan pelagis dan predator dasar laut.

Perbedaan utama keenam lure

Video Mancing Mania menekankan bahwa perbedaan utama keenam lure terletak pada lapisan air tempat lure bekerja.

Popper dan pencil bermain di permukaan.

Minnow bekerja di kolom air.

Crankbait menyelam di area dangkal berkarang.

Spoon efektif di arus kencang.

Metal jig digunakan untuk laut dalam.

Memahami lapisan kerja ini membantu pemancing memilih lure yang paling sesuai dengan kondisi spot.

Baca Juga: 7 Gejala Dini Diabetes pada Wanita yang Jarang Disadari, Simak Penjelasan dr. Saddam Ismail

Kapan harus memakai top water dan kapan jigging?

Jika ikan terlihat aktif di permukaan, lure top water seperti popper dan pencil menjadi pilihan utama.

Sebaliknya, ketika target berada di kedalaman atau arus sangat kuat, minnow, spoon, atau metal jig lebih efektif.

Video juga menunjukkan bahwa teknik memancing menentukan jenis lure yang digunakan.

Casting lebih identik dengan popper, pencil, minnow, dan spoon.

Sementara jigging menggunakan metal jig sebagai umpan utama.

Panduan sederhana untuk pemancing pemula

Bagi pemancing pemula, video ini memberikan gambaran praktis tentang fungsi setiap lure tanpa istilah yang terlalu rumit.

Popper dipilih untuk sambaran permukaan yang eksplosif.

Pencil untuk aksi ikan sekarat.

Crankbait untuk area karang.

Minnow untuk kolom air lebih dalam.

Spoon untuk arus kencang.

Metal jig untuk kedalaman di atas 30 meter.

Dengan memahami karakter dasar tersebut, pemancing dapat lebih mudah menentukan umpan sebelum turun ke spot.

Materi Mancing Mania ini pada akhirnya menegaskan bahwa keberhasilan memancing predator tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada kemampuan membaca kondisi perairan dan memilih lure dengan aksi yang paling sesuai.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt Telesma Crystal
mancing mania jenis lure pancing popper minnow metal jig