TULUNGAGUNG - Ikan koi jumbo dipelihara dalam sebuah kolam berukuran relatif kecil, tetapi mampu tumbuh hingga sekitar 80 sentimeter. Koleksi tersebut dirawat dengan memperhatikan kualitas air, pemilihan genetik, pakan, serta kesabaran dalam proses pemeliharaan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Kolam tersebut merupakan milik Pak Ketut Gunarta. Koleksi koi di dalamnya disebut memiliki nilai hingga puluhan juta rupiah. Meski demikian, pemilik mengaku tidak memiliki rahasia khusus untuk membuat ikan tumbuh besar.
Menurutnya, perawatan lebih banyak dilakukan dengan memperhatikan kondisi air dan perubahan perilaku ikan. Dari gerakan ikan, posisi berenang, hingga kondisi tubuh, berbagai tanda tersebut menjadi indikator awal untuk mengetahui kemungkinan adanya perubahan kualitas air.
Perawatan kolam dilakukan melalui sistem filter. Bagian filter dibersihkan secara berkala, terutama media yang menampung banyak kotoran.
Namun, tidak seluruh media filter langsung dibersihkan bersamaan. Pemilik memilih membiarkan sebagian media karena terdapat bakteri yang hidup di dalamnya. Perubahan kondisi media secara menyeluruh dikhawatirkan dapat memengaruhi sistem yang sudah berjalan.
Baca Juga: 12 Jenis Ikan Koi dan Kisaran Harganya, dari Chagoi Rp200 Ribu hingga Butterfly Rp2 Juta
Kolam yang digunakan berukuran sekitar 85 sentimeter untuk kedalamannya, dengan lebar 145 sentimeter dan panjang tiga meter. Bagian filter berukuran sekitar 60 sentimeter. Kapasitas air kolam disebut mencapai sekitar 4,5 ton.
Jadwal pembersihan juga tidak selalu ditentukan berdasarkan hari tertentu. Pemilik membersihkan kolam ketika memiliki waktu luang. Untuk bagian tertentu, proses pembersihan bahkan dapat dilakukan hingga beberapa hari.
Sementara itu, media filter lainnya dibersihkan sekitar satu bulan sekali.
Ukuran besar yang dimiliki koi di kolam tersebut merupakan hasil pemeliharaan dalam waktu panjang. Beberapa ikan dibeli ketika masih berukuran sekitar 30 hingga 40 sentimeter.
Ada pula ikan yang sudah dipelihara selama sekitar 4,5 tahun. Salah satu koi yang awalnya berukuran 40 sentimeter kini telah mencapai sekitar 80 sentimeter.
Proses tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan koi membutuhkan waktu dan kesabaran. Pemilik juga menekankan bahwa ikan jumbo tidak serta-merta menjadi besar hanya karena dipelihara dalam kolam.
Selain perawatan, faktor genetik menjadi salah satu hal yang dianggap penting. Pemilihan ikan sejak ukuran kecil perlu memperhatikan sejumlah karakter fisik.
Dalam memilih calon koi jumbo, pemilik memperhatikan bagian kepala dan pangkal ekor. Ikan dengan kepala besar dan pangkal ekor yang lebih tebal dinilai memiliki potensi yang lebih baik.
Namun, pemilihan ikan tidak selalu mudah. Keterbatasan anggaran juga menjadi pertimbangan. Ikan dengan kualitas dan potensi bagus biasanya memiliki harga yang lebih tinggi.
Karena itu, pemilik memilih ikan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. Sebagian besar koleksi yang dimiliki saat ini juga berasal dari ikan lokal.
Beberapa ikan didapatkan dari sejumlah pembudidaya dan penghobi di Indonesia, termasuk dari Yogyakarta, Surabaya, serta daerah lainnya.
Pemilik mulai menekuni pemeliharaan koi sejak sekitar 2012. Selama bertahun-tahun, ia mengaku masih terus belajar mengenai cara memilih ikan, merawat air, hingga memahami perubahan kondisi koi.
Baca Juga: Cara Membedakan Ikan Koi Murah dan Mahal, Pola Asagi hingga Kohaku Bisa Beda Harga Jutaan
Untuk pakan, ia memilih menggunakan satu jenis pakan tanpa banyak tambahan atau berganti-ganti produk. Menurutnya, konsistensi menjadi bagian dari proses pemeliharaan.
Ia juga tidak menetapkan harga pasti untuk koi yang dimilikinya. Jika masih menyukai ikan tersebut, tawaran mahal sekalipun belum tentu membuatnya bersedia melepas.
Bagi pemula yang ingin memiliki ikan koi jumbo, ia menyarankan agar tidak hanya mengejar ukuran besar. Pemilihan ikan, kualitas air, kondisi tubuh, dan kesabaran perlu diperhatikan sejak awal.
Sebab, membesarkan koi hingga berukuran jumbo bukan proses instan. Perjalanan bertahun-tahun, perawatan konsisten, serta kemampuan membaca kondisi ikan menjadi bagian penting dalam menghasilkan koi berukuran besar.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber