JAKARTA – Modal aquascape mini menjadi pertimbangan penting bagi pemula yang ingin membuat akuarium hias dengan biaya terbatas.
Sebuah eksperimen menggunakan anggaran awal 100 euro menunjukkan bahwa akuarium bekas dan tanaman air murah bisa menghasilkan tampilan menarik, tetapi biaya tambahan tetap perlu diperhitungkan. Dari target awal 100 euro, total pengeluaran akhirnya mencapai sekitar 120 euro setelah pembelian diffuser CO2. Pengalaman ini memberikan gambaran tentang pengeluaran yang perlu disiapkan sebelum memulai aquascape.
Baca Juga: Aquascape Mini Ikan Cupang Tak Bisa Asal Hias, Ini Kesalahan yang Perlu Dihindari Pemula
Akuarium Bekas Menjadi Cara Menghemat Biaya
Pengeluaran terbesar dalam proyek ini berasal dari pembelian akuarium beserta sejumlah perlengkapannya. Sebuah akuarium berkapasitas 30 liter dibeli seharga 60 euro melalui situs jual beli barang bekas.
Paket tersebut mencakup lampu, filter gantung, pemanas air, dan perlengkapan pendukung lainnya. Meski terdapat goresan kecil pada kaca, kondisi akuarium dinilai masih cukup layak digunakan.
Strategi membeli paket bekas menjadi salah satu cara menekan biaya awal. Jika membeli setiap perlengkapan secara terpisah, pengeluaran berpotensi bertambah, terutama ketika pemilik membutuhkan filter dan lampu berkualitas.
Namun, pembelian barang bekas tetap harus dilakukan dengan teliti. Pastikan akuarium tidak bocor, lampu berfungsi, dan filter dapat bekerja dengan baik sebelum digunakan.
Substrat Murah Justru Menjadi Kendala
Untuk menekan biaya, pembuat aquascape memilih substrat alternatif yang lebih ekonomis daripada aquasoil. Ia juga menggunakan pupuk berbentuk tablet yang ditujukan untuk tanaman kolam.
Pilihan tersebut memang membantu menghemat anggaran. Akan tetapi, setelah proses penanaman, substrat yang digunakan ternyata cukup sulit untuk menahan tanaman tetap berada di tempatnya.
Tanaman yang baru ditancapkan kerap terangkat dan mengapung ke permukaan air. Kendala ini semakin terasa ketika pemilik memangkas tanaman batang dan mencoba menanam kembali potongan pucuknya.
Pada akhirnya, pemilihan media tanam menjadi salah satu pelajaran utama dari eksperimen ini. Harga murah tidak selalu berarti paling efisien apabila material tersebut menyulitkan proses penanaman dan perawatan.
Sebagai alternatif, metode tanah organik yang ditutup lapisan kerikil dapat dipertimbangkan. Namun, pemula tetap perlu memahami karakter media tersebut agar tidak menimbulkan masalah pada kualitas air.
Kayu, Batu, dan Tanaman Air Menekan Pengeluaran
Komponen lain yang diperlukan adalah hardscape, yakni material dekorasi seperti kayu dan batu. Untuk menghemat biaya, beberapa cabang kayu dikumpulkan dari lingkungan sekitar, sedangkan dua batu sungai berasal dari koleksi pribadi.
Kayu disusun menjadi titik fokus utama, kemudian disambungkan menggunakan lem super dan tisu. Setelah itu, bagian sambungan ditutupi weeping moss agar tampak lebih alami.
Tanaman air dibeli secara daring dengan harga total sekitar 22–23 euro. Pilihannya meliputi Monte Carlo, Rotala blood red, Bacopa, tanaman batang lain, serta weeping moss.
Monte Carlo ditempatkan di bagian depan, sementara tanaman batang menghiasi bagian belakang. Kombinasi tersebut menghasilkan perbedaan ketinggian dan warna yang membuat akuarium tampak lebih dinamis.
Meski begitu, kayu dan batu dari alam tidak boleh langsung dimasukkan tanpa pemeriksaan. Material harus dipastikan aman, bebas kontaminan, dan tidak membawa zat yang membahayakan penghuni akuarium.
Biaya CO2 Membuat Anggaran Membengkak
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, pembuat aquascape mencoba sistem CO2 buatan sendiri dengan campuran gula, ragi, gelatin, dan air. Sistem ini memanfaatkan proses fermentasi untuk menghasilkan karbon dioksida.
Awalnya, gas dialirkan langsung ke saluran masuk filter tanpa diffuser khusus. Cara tersebut memang bekerja, tetapi dinilai kurang optimal dan menghasilkan suara yang mengganggu.
Karena itu, diffuser CO2 akhirnya dibeli dengan harga sekitar 8 euro. Tambahan ini membuat total biaya proyek meningkat menjadi sekitar 120 euro, lebih tinggi daripada target awal.
Rincian pengeluaran yang disebutkan dalam video meliputi akuarium dan perlengkapannya sebesar 60 euro, substrat dan pupuk sekitar 15 euro, lapisan latar sekitar 6,99 euro, lem sekitar 4,29 euro, serta bahan dan selang CO2. Tanaman menghabiskan sekitar 22–23 euro.
Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan transaksi dalam video, sehingga dapat berbeda menurut toko dan wilayah pembelian.
Hasil Setelah Lima Minggu dan Pelajaran bagi Pemula
Setelah lima minggu, kondisi akuarium mulai stabil. Alga yang muncul pada masa awal sebagian besar menghilang, sedangkan tanaman menunjukkan pertumbuhan meski karpet Monte Carlo belum terbentuk sempurna.
Pemilik juga menambahkan ikan cupang, udang, dan penghuni akuarium lainnya. Penambahan hewan harus dilakukan setelah akuarium siap, siklus biologis berjalan, serta kualitas air sesuai dengan kebutuhan masing-masing spesies.
Kesimpulannya, modal aquascape mini dapat ditekan melalui pembelian barang bekas, pemanfaatan material yang aman, dan pemilihan tanaman secara selektif. Namun, anggaran sebaiknya menyediakan dana cadangan untuk kebutuhan yang baru terlihat setelah akuarium mulai beroperasi.
Bagi pemula, jangan hanya mengejar harga termurah. Pilih perlengkapan yang sesuai kebutuhan karena media tanam yang sulit digunakan atau sistem CO2 yang kurang efektif justru dapat menambah biaya di kemudian hari.
Baca Juga: Aquascape Mini Ikan Cupang Tak Bisa Asal Hias, Ini Kesalahan yang Perlu Dihindari Pemula
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : MJ Aquascaping