Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tips Merawat Burung Murai Batu agar Tetap Gacor saat Lomba

Yos Ahadre • Kamis, 10 April 2025 | 22:34 WIB
Foto: siapbisnis.net
Foto: siapbisnis.net

Radar Tulungagung - Murai batu sudah lama dikenal sebagai salah satu burung primadona dalam dunia lomba kicau.

Tak hanya karena suara merdunya, tetapi juga gaya bertarungnya yang atraktif di atas gantangan.

Namun, untuk membuat seekor murai batu tetap gacor dan konsisten tampil di level terbaiknya, dibutuhkan pola perawatan yang tepat dan konsisten.

Para kicau mania menyebut burung andalannya sebagai "gacoan". Merawat gacoan bukan sekadar memberi makan dan menjemur, tapi lebih dari itu.


Pemilik burung murai batu dituntunt untuk memahami karakter dan menjaga kestabilan mental serta performa.


Dalam hal ini, Radar Tulungagung akan memberikan beberapa tips perawatan harian dan jelang lomba untuk murai batu gacoan:

  1. Pola Mandi dan Jemur yang Teratur

Gacoan murai batu sebaiknya dimandikan cukup sekali sehari, biasanya pagi atau siang tergantung kebiasaannya. Setelah itu, burung dijemur selama 30–60 menit untuk menjaga stamina. Penjemuran yang berlebihan justru bisa membuat burung overheat dan stres.

  1. Latihan di Kandang Umbaran

Untuk menjaga stamina dan kekuatan otot sayap, murai batu perlu dilatih di kandang umbaran minimal dua hingga tiga kali seminggu. Latihan ini juga bermanfaat untuk melatih pernapasan agar lebih panjang saat tampil di lomba.

  1. Pola Makan dan Extra Fooding (EF)

Perawatan gacoan tidak bisa lepas dari pola pemberian extra fooding. Jangkrik diberikan rutin setiap pagi dan sore dengan porsi 5–10 ekor pagi dan 3–5 ekor sore. Kroto segar bisa diberikan dua hingga tiga kali seminggu untuk menjaga kejernihan suara. Menjelang lomba, bisa ditambah ulat hongkong atau ulat kandang untuk meningkatkan birahi dan tenaga.

  1. Mastering Secara Konsisten

Pemasteran tetap menjadi kunci sukses mencetak murai batu dengan isian yang beragam. Lakukan mastering di pagi dan sore hari saat burung dalam kondisi tenang. Gunakan suara-suara burung kecil seperti cililin, kapas tembak, cucak jenggot, hingga kenari.

  1. Jaga Mental, Jangan Sering Digantang

Mental burung harus tetap stabil. Karena itu, hindari terlalu sering mempertemukan gacoan dengan burung lain di luar momen latihan. Biarkan burung beristirahat di tempat yang tenang agar tidak mudah stres dan tetap percaya diri saat naik gantang.

  1. Settingan Jelang Lomba

Tiga hari sebelum lomba, perawatan mulai diubah. Porsi jangkrik ditingkatkan secara bertahap. Satu hari sebelum lomba, burung cukup dijemur tanpa mandi. Pada hari H, berikan jangkrik sesuai karakter, sedikit kroto, dan pastikan burung dalam kondisi fit sebelum digantang.

  1. Kandang Bersih, Burung Sehat

Kebersihan kandang juga berpengaruh besar terhadap performa burung. Kotoran, sisa pakan, dan air minum harus diganti setiap hari untuk mencegah penyakit dan menjaga kenyamanan burung.

 

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#murai batu tulungagung #murai batu #gantangan burung #kicau mania #hobi burung #lomba burung #burung kicau #kicau mania tulungagung