TANGGUNGGUNUNG, Radar Tulungagung - Sejumlah petani di Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggungunung resah. Pasalnya, pupuk yang dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman jagung diduga palsu. Karena beberapa tanaman yang dipupuk menggunakan pupuk subsidi menyerupai merk NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik itu menguning. Kasus ini sendiri sudah dua kali terjadi, dimana tahun lalu juga sempat terjadi hal yang sama.
Kepala Desa Ngrejo, Sujarwo membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan peredaran pupuk diduga palsu ini bukan yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, juga ada temuan serupa di saat masa tanam dan petani kesulitan pupuk. "Tahun lalu juga ada. Kalau yang ini NPK Phonska. Petani curiganya awalnya karena tanamannya menguning," katanya.
Iapun berharap kasus ini segera diungkap. Agar tidak merugikan petani. Terlebih, kebutuhan pupuk sangat vital. Mengingat, petani didesanya banyak yang memanfaatkan lahan hutan untuk menanam jagung. Bahkan hasil panen jagung di Tanggunggunung cukup besar. Yakni, mencapai sepertiga dari produksi total jagung di Tulungagung. "Kami berharap segera diungkap, agar tidak merugikan petani. Sedangkan kemarin, memang saya minta dikembalikan semua baik," tuturnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantono mengatakan telah menindaklanjuti informasi tersebut. Kemarin (4/11), pihaknya mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) serta mengamankan 19 sak pupuk dari dua petani yang membeli pupuk subsidi diduga palsu. "Masih sebatas pulbaket. Hanya tiga orang saja yang kami mintai keterangan. Yaitu dua petani sekaligus pemilik pupuk dan satu Pak Kades Ngrejo," jelasnya.
Yudo, -sapaan akrabnyanya, mengatakan secara sekilas kemasan pupuk diduga palsu tersebut sama dengan pupuk subsidi aslinya. Dengan mencantumkan merk NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik. Sedangkan fisik dari isi pupuk berwarna merah dan berbentuk granula. "Ketika kami cek, pupuk tersebut tidak dingin saat disentuh. Serta ketika dilarutkan air tidak larut seperti pupuk pada umumnya," terangnya.
Untuk memastikan pupuk tersebut asli atau palsu, pihaknya akan mengambil sampel untuk dicek di laboratorium. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait, yakni dinas pertanian untuk mengungkap kasus ini. "Jika hal ini masuk ranah pidana, tentu akan ditelusuri dari mana asal pupuk tersebut atau penyuplainya untuk mengungkap dalang pupuk palsu," tandasnya.
Di sisi lain, Kasi Pupuk, Pestisida, dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki mengatakan juga telah mendapat informasi tersebut. Kata dia, ketika ditunjukkan foto kemasan pupuk subsidi oleh petani setempat, sekilas sangat mirip dengan aslinya dengan merk NPK Phonska produksi dari PT Petrokimia Gresik. Bahkan tercantum nomor register dan bahan pupuk. "Hampir sama. Bedanya hanya pada jahitannya yang kasar," terangnya.
Namun demikian, pihaknya belum bisa menyebut pupuk tersebut palsu seperti dugaan petani setempat. Meski dilihat isi pupuk, grandul tidak sama dengan pupuk asli, begitu juga kekerasannya. Bahkan disentuh juga tidak dingin seperti pupuk pada umumnya. "Ya harus di cek laboratorium untuk memastikannya itu palsu atau asli. Makanya, pupuk diduga palsu ini akan kami laboratoriumkan dulu," tegasnya
Lanjut Okky, -sapaan akrabnya, informasi ini telah ia teruskan ke pihak PT Petrokimia Gresik. Mengingat, modus ini sering terjadi di beberapa daerah mencatut namanya. "Sak/karungnya itu sama seperti keluaran dari Petrokimia Gresik. Jikapun benar asli dapat darimana, jumlahnya itu banyak sekali drop ke Tanggunggunung mencapai 100 karung. Namun bisa saja, jika itu palsu karung kemasannya itu dicetak sendiri menyerupai yang asli," terangnya.
Disinggung apa dampak pupuk palsu bagi tanaman, Oki menjelaskan dampaknya bisa seperti yang dikeluhkan petani Ngrejo yaitu tanamannya menguning. Dan jika itu dibiarkan, bisa jadi petani gagal panen. "Menguning ini bisa saja karena pupuk tersebut meracuni tanaman atau pupuk itu tidak memberikan efek berupa nutrisi yang dibutuhkan tanaman," tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq