Padahal, trafo gardu listrik milik PLN memiliki tegangan sekitar 220 volt sehingga tidak rendah. Pelaku dimungkinkan sangat memahami listrik dan memang berani dalam melancarkan aksinya. Selain itu, pelaku tidak mungkin hanya satu orang, karena dari CCTV terlihat ada mobil yang terparkir di depan gardu listrik pada Jumat (26/5) lalu di depan Stadion Rejoagung.
“Kasus pencurian kabel listrik ini terjadi pada Jumat kemarin. Ada lima titik yang diambil atau dicuri. Kalau waktu tepatnya, kami tidak tahu. Namun, kami mengetahui dari laporan pelanggan bahwa pukul 03.00 atau 04.00 pagi listrik padam. Berarti kemungkinan gak bersamaan,” ungkap manajer Kantor PLN Tulungagung, Resma Dwida Pantri.
Sebelumnya, di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, juga ada kejadian yang sama. Diduga, pelaku dari Kediri langsung beraksi ke Tulungagung karena satu jalur di jalan provinsi. Dari perbatasan taman Tulungagung yakni di simpang tiga Desa Ngujang, hingga searah ke Desa Gendingan dan di depan stadion Desa Rejoagung. Selain itu, ada juga di depan simpang empat RS lama masuk Kelurahan Kenayan dan di Jalan Antasari yang tepatnya sekitar rel kereta Kelurahan Kanayan.
Resma mengaku sempat melihat bukti CCTV di depan Stadion Rejoagung atau depan toko pizza di Jalan Pahlawan. Walaupun tidak menghadap ke jalan, tetapi terlihat ada mobil Grand Max berwarna silver yang parkir di depan trafo. Kemudian untuk kejadian di Ngadiluwih, ada warga yang mengetahui hal tersebut, hingga akhirnya dikejar serta difoto, dan mendapatkan pelat nomor kendaraan pelaku. Ketika dilakukan pengecekan di Polsek Kedungwaru dengan melakukan tracking mobil berwarna putih, ada kemungkinan hampir sama. Namun, pelat nomornya diganti.
“Ternyata Sabtu itu di Madiun juga terjadi pencurian kabel listrik pukul 02.00. Rata-rata kejadian pada dini hari hingga subuh. Bahkan, kami menerima laporan pukul 04.30. Ada juga pelanggan yang tidak langsung lapor,” terangnya.
Dia melanjutkan, setelah kejadian tersebut, petugas PLN langsung ke lokasi dan kondisi trafo sudah tidak ada atau kabelnya dipotong, padahal tegangannya mencapai 220 volt. Akibatnya, pelanggan yang dinaungi satu gardu atau trafo tersebut mengalami pemadaman listrik. Kejadian ini marak tidak cuma di Tulungagung, tetapi juga Kediri dan Madiun. Daerah lain di wilayah Jawa Timur dimungkinkan juga banyak. (jar/c1/din/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana