“Dengan hilangnya kabel listrik ini, kerugiannya tidak sedikit. Kabel itu harga baru 1 set trafo sekitar Rp 8 juta. Bila dikali 5 gardu, totalnya mencapai Rp 40 juta. Menurut saya, ini pencuriannya masif dan marak, tidak cuma satu atau dua lokasi,” terang manajer Kantor PLN Tulungagung, Resma Dwida Pantri.
Dia menambahkan, untuk antisipasi kejadian serupa, PLN Tulungagung telah berkoordinasi dengan polres usai melaporkan kasusnya pada Senin lalu. Setelah itu, pihak polres langsung melakukan patroli secara intensif ketika malam hari di trafo listrik PLN.
Kemudian, tim PLM sudah stand by dalam menangani gangguan dan berkeliling mengecek kondisi gardu. Beberapa hari terakhir ini, pihaknya juga mengintensifkan untuk keliling bila ada gangguan. Selain itu, PLN juga mengimbau masyarakat melalui media sosial (medsos). Apabila ada kegiatan mencurigakan di sekitar trafo tanpa memakai identitas PLN, diimbau untuk segera lapor lewat aplikasi PLN Mobile sehingga bisa mengetahui pelaku dan kerusakannya serta langsung dilakukan pengecekan di lokasi.
Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra langsung melakukan penyelidikan usai menerima laporan kasus tersebut. Itu dilakukan dengan meminta keterangan kepada para saksi dan meminta barang bukti yang ada. “Kami menduga kasus ini ada jaringan antarkota sehingga perlu didalami lebih lanjut. Apalagi di kota lain juga ada kasus yang sama, di waktu yang tidak jauh berbeda pula,” pungkasnya. (jar/c1/din/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana