Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

11 Pendekar Diamankan, Diduga Jadi Penyebab Konser Heppy Asmara di Trenggalek Ricuh

Zaki Jazai • Kamis, 31 Agustus 2023 | 05:41 WIB
TEGAS : Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim ketika dikonfirmasi awak media.
TEGAS : Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim ketika dikonfirmasi awak media.

TRENGGALEK - Aparat penegak hukum harus segera melakukan penertiban para pelaku penjual minuman keras (miras) ilegal di wilayah Bumi Menak Sopal. Itu terjadi lantaran miras bisa mengakibatkan perilaku seseorang menjadi tidak terkontrol. Seperti yang terjadi pasca konser dengan bintang tamu artis papan atas, Happy Asmara, di area Alun-Alun Trenggalek.

Pasalnya, dalam konser tersebut terjadi kericuhan antarpenonton dengan cara saling lempar air mineral dan saling dorong. Tak ayal akibat hal tersebut konser langsung dihentikan. Tidak cukup sampai di situ, kericuhan juga merembet ke jalan protokol Trenggalek, hingga sedikitnya ada 11 orang diamankan polisi. Mereka diamankan karena diduga menjadi otak dari kericuhan tersebut dan diduga terpengaruh miras.

“Mereka kami amankan karena terjadi kericuhan di jalan raya berjarak 500 meter dari Alun-Alun Trenggalek,” ungkap Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim.

Dia melanjutkan, orang yang diduga menjadi pelaku kericuhan tersebut diamankan di beberapa lokasi yang berbeda. Sebab, saat itu kericuhan terjadi mulai dari jalan sekitar Alun-Alun Trenggalek hingga jalan raya arah Kecamatan Durenan.

“Dari 11 orang yang kami amankan itu, empat orang lainnya berasal dari luar Kabupaten Trenggalek,” katanya.

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap 11 orang yang diamankan tersebut. Alasannya, polisi membutuhkan waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah 11 orang tersebut cukup bukti melakukan tindak pidana. Beberapa pelaku lainnya diamankan ketika polisi mengawal rombongan dari arah timur sampai Durenan. Sebab, ketika masuk wilayah Kecamatan Durenan terjadi kericuhan lantaran ada rombongan mengambil batu dan melempari pengguna jalan. Dari situ, polisi mengamankan orang yang sedang mengambil batu.

Mereka yang diamankan merupakan oknum anggota dari dua organisasi silat yang berbeda. Selain itu, ketika kericuhan berlangsung, sempat beredar video polisi sedang melakukan tembakan peringatan sebagai bentuk memisahkan massa yang bentrok.

“Rata-rata terduga pelaku yang kami amankan itu berbau alkohol (miras),” jelasnya.(jaz/c1)

Editor : Zaki Jazai
#polres trenggalek #Happy Asmara #alun - alun