TULUNGAGUNG - Kasus kepelatihan silat PSHT yang menimpa Dandi Atzinar Rahman (25) menjadi evaluasi bagi organisasi. Yang mana selain memiliki sertifikasi kepelatihan, pelatih juga harus mengenali setiap karakter siswanya.
Ketua Bidang Bagian Hukum dan Advokasi PSHT Tulungagung, Nur Endah mengatakan, setiap saat secara berkala pihaknya memiliki kewajiban untuk menyampaikan kesadaran hukum termasuk memperbaiki SOP kepada anggota PSHT.
Walau sebenarnya, dalam PSHT sendiri sudah memiliki SOP tertulis yang disampaikan kepada pelatih silat PSHT.
“Hal-hal apa yang boleh dan apa yang tidak, itu ada. Ya itu menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus membumikan hal itu ke tempat-tempat latihan,” jelasnya kemarin (9/5/2024).
Baca Juga: Tanggung Hutang Anak Gagal Nyaleg, Kades Rejotangan Tulungagung Korupsi Rp 175 Juta
Tak hanya itu, dalam PSHT juga terdapat sertifikasi kepelatihan yang harus dipegang oleh pelatih silat.
Mekanisme calon-calon pelatih yang dipilih dari masing-masing rayon akan mengikuti latihan kepelatihan di cabang.
“Jadi bukan hanya warga PSHT biasa, mereka juga dibekali kemampuan untuk melatih dengan adanya sertifikasi kepelatihan itu. Bahkan yang tidak memiliki sertifikasi pelatih, tidak boleh melatih,” ucapnya.
Baca Juga: Oknum Polisi 'Nyabu' di Tulungagung Ditetapkan Tersangka
Kemudian untuk Dandi Atzinar Rahman (25) yang baru saja bebas dari kasusnya, masih diperbolehkan untuk langsung melatih siswa PSHT. Tentu sebelumnya harus ada komunikasi terlebih dahulu untuk pembekalan.
“Boleh langsung melatih, tentu komunikasi dulu untuk pembekalan. Kasus ini juga menjadi pembelajaran yang sangat penting buat dia untuk mengenali karakter siswa,” ungkapnya.
Baca Juga: Owner Nyoklat Klasik Teguh Pramudya alias Pak Dendy Laporkan Satu Karyawan ke Polisi Karena Diduga Menilep Uang Perusahaan Hingga Rp 1 Miliar
Tentu hal ini juga menjadi wanti-wanti untuk para pelatih silat PSHT lainnya untuk mengenali karakter setiap siswa. Diketahui kasus soal kepelatihan yang menimpa Dandi ini merupakan kasus pertama dalam hal melatih.
“Kalau dalam hal melatih masih ini, kalau dalam hal sabung ada beberapa kali. Pasti menjadi evaluasi juga bagi PSHT,” pungkasnya.***