Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sopir Bus Bagong Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Tulungagung, Terancam 6 Tahun Penjara

Matlaul Ngainul Aziz • Jumat, 18 Oktober 2024 | 15:54 WIB

RUSAK RINGAN: Kondisi bus Bagong yang terlibat kecelakaan di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung pada Selasa (1/10). (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
RUSAK RINGAN: Kondisi bus Bagong yang terlibat kecelakaan di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung pada Selasa (1/10). (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Sopir bus Bagong inisial MY, 28, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut di jalan raya Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Kini, MY tengah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Tulungagung.

Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila mengatakan, proses hukum yang menjerat MY, sopir bus Bagong, masih terus berjalan.

Baru-baru ini, MY ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan maut antara bus Bagong kontra sepeda motor.

“Tersangka MY sudah ditahan di Rutan Polres Tulungagung sembari menunggu kelengkapan berkas usai dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Atas kasus ini, MY dijerat dengan pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Akibat kelalaiannya timbul korban jiwa. Dengan pasal yang disangkakan ke tersangka, MY nantinya terancam mendapat hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12 juta.

"Kami menunggu dari kejaksaan untuk kelengkapan berkas yang diperlukan,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan MY, penyebab kecelakaan maut itu lantaran MY berkendara dengan kecepatan tinggi dan melanggar marka jalan sehingga menabrak korban.

Bahkan, pada saat itu, MU tengah memacu bus dengan kecepatan rata-rata antara 80 sampai 90 kilometer per jam.

Pada saat itu, MY menyebut jika dirinya hendak menyalip lima kendaraan yang ada di depannya. Adapun kendaraan kelima yang ada di depannya merupakan sebuah truk.

Usai berhasil menyalip empat kendaraan dan hendak menyalip truk itu, nahasnya MY menabrak pemotor yakni MZ dan AE yang tengah berboncengan. 

"Jadi rupanya di depan MY ada lima kendaraan yang berjajar, dan kendaraan terakhir (kelima) itu truk. MY berhasil menyalip kendaraan keempat, dan saat hendak menyalip kendaraan kelima terjadilah kecelakaan," ungkapnya.

Selama pemeriksaan, MY dipastikan mengemudikan busnya dalam kondisi sadar dan tidak terpengaruh minuman alkohol ataupun narkoba.

Hal ini dibuktikan melalui hasil tes urine yang dinyatakan negatif mengandung zat dari minuman alkohol ataupun narkoba.

MY beralasan apabila dirinya kebut-kebutan dan sengaja menyalip lima kendaraan di depannya karena mengejar waktu dan menghindari komplain dari penumpangnya.

Karena sebelumnya, bus yang dikemudikannya sempat berhenti cukup lama untuk mengisi bahan bakar di SPBU.

"Katanya sih, pertama mau segera istirahat, terus kedua itu karena nggak mau dikomplain sama penumpang, karena kan sudah lama mengantre di SPBU sebelumnya," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, kecelakaan maut antara Bus Bagong bernopol N 7223 UI yang dikemudian MY, warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, dengan sepeda motor Satria FU bernopol AG 4062 RFA, menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Keduanya adalah MZ dan AE.

Kecelakaan itu terjadi pada Rabu (2/10) menjelang magrib di jalan raya Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

MZ merupakan pengendara sepeda motor yang meninggal di lokasi kejadian, sementara AE merupakan perempuan yang dibonceng oleh MZ. 

Sayangnya, AE tidak langsung ditemukan saat itu juga bersamaan dengan MZ karena baru ditemukan meninggal keesokan harinya. Korban terpental sekitar 10 meter dari titik kecelakaan.

Kondisi lokasi yang gelap membuat jasad MZ baru ditemukan keesokan pagi harinya di tengah ladang tebu sekitar lokasi kejadian. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #po bagong #kecelakaan bus #kecelakaan #bus bagong