KOTA, Radar Tulungagung - Kasus yang melibatkan perguruan pencak silat di Tulungagung masih terlampau tinggi. Dimana Polres Tulungagung akan bentuk satgas untuk menekan angka konflik antar perguruan silat di Tulungagung.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, kasus konflik antar perguruan pencak silat di Tulungagung membuat tergolong tinggi. Berdasarkan data, selama tahun 2023 kasus perguruan silat mencapai 39 kasus dengan 112 tersangka.
Diketahui jumlah ditahun 2023 ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2024 kemarin. Dimana pada tahun 2024, setidaknya ada 37 kasus dengan 67 tersangka. “Apabila dilihat dari tren kasus pencak silat di Tulungagung ini menurun,” jelasnya kemarin (11/1).
Meski jumlah kasus mengalami penurunan, kasus konflik antar perguruan silat masih menjadi prioritas Polres Tulungagung untuk menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Tulungagung.
Diketahui selama ini, penanganan kasus perguruan pencak silat ini masih bermuara di hilir. Adapun dengan memberikan hukuman terhadap oknum pencak silat yang melanggar. “Selama ini penyelesaian konflik pencak silat hanya menyentuh ranah hilir dengan memberikan hukuman kepada oknum yang melanggar,” ucapnya.
Mendapati hal tersebut, pihaknya akan melakukan penanganan terhadap konflik perguruan pencak silat ini hingga ke hulu. Upaya tersebut dibuktikan dengan pengusulan tim satgas penanganan. “Satgas ini akan melibatkan Pemkab Tulungagung, polisi, perguruan pencak silat dan seluruh elemen masyarakat,” paparnya.
Diketahui fungsi satgas penanganan konflik perguruan pencak silat ini yakni merumuskan masalah-masalah konflik pencak silat hingga hulu. Yang mana permasalahan hingga timbul konflik pencak silat ini dilatar belakangi oleh beragam masalah. “Jadi dibalik permasalahan konflik pencak silat ada masalah yang mendasar. Ada masalah faktor sosial, ekonomi hingga keluarga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan mendorong perguruan pencak silat untuk memberikan sanksi internal terhadap oknum warga perguruan silat yang melanggar. Pihaknya telah turus ke beberapa kecamatan untuk membangun komunikasi dengan perguruan pencak silat. “Kami juga sudah turun di beberapa kecamatan untuk membangun komunikasi dengan perguruan pencak silat dalam menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz