Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Olok-olok Berujung Pemukulan Helm antar Pesilat, Benarkah Ini Pemicu Aksi Anarkis di Polsek Watulimo Trenggalek?

Dharaka R. Perdana • Selasa, 21 Januari 2025 | 20:09 WIB

Tangkapan layar video saat polisi membubarkan pesilat di depan Polsek Watulimo, Trenggalek
Tangkapan layar video saat polisi membubarkan pesilat di depan Polsek Watulimo, Trenggalek

RADAR TRENGGALEK - Polsek Watulimo Trenggalek porak poranda usai dilempari ratusan anggota salah satu perguruan silat yang anarkis pada Senin (20/1) malam.

Penyebabnya adalah mereka menuntut satu rekan mereka yang diamankan Polsek Watulimo Trenggalek untuk dibebaskan.

Baca Juga: Polsek Watulimo Trenggalek Porak-poranda, Dijaga Ketat Brimob Polda Jawa Timur

Namun alasan pasti satu anggota perguruan silat tersebut diamankan Polsek Watulimo masih belum diketahui.

Sebelumnya Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranu Dikarta sempat menyebut jika peristiwa ini diawali gesekan antar dua perguruan silat.

Radar Trenggalek sempat mendengar cerita dari salah satu pemuda asal Kecamatan Watulimo mengenai awal mula peristiwa itu.

Baca Juga: Pesilat Lempari Polsek Watulimo Trenggalek, Mapolsek Rusak, Tiga Polisi Luka-luka

Sepengetahuannya, penggerudukan Polsek Watulimo ini dilatari ketidakpuasan anggota perguruan itu terhadap penangkapan salah satu rekan mereka.

Hal ini bermula pada Sabtu (19/1) lalu. Saat itu ada salah satu bocah anggota perguruan yang selama ini menjadi saingan membeli cilok di simpang empat JLS.

Tepatnya di utara Hotel Prigi, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Baca Juga: Investor Asing Siap Tanam Modal Rp 1 Triliun di Trenggalek, Ternyata untuk Olah Ini

Si bocah yang mengetahui ada konvoi dari perguruan silat saingan melintas, diduga melontarkan kalimat yang bernada melecehkan.

"Akibatnya anggota perguruan silat lawan itu pun marah dan lantas menghampiri bocah itu. Katanya setelah itu, si bocah dipukul dengan helm," jelasnya saat ditemui di sebuah warung kopi.

Si bocah yang dipukul dengan helm itu tampaknya tidak terima dengan perlakuan itu.

Diduga si bocah melaporkan kejadian itu ke polisi hingga akhirnya ada penangkapan yang menyulut emosi rekan seperguruan terduga pelaku pemukulan.

"Entah benar atau tidak, saya hanya tahunya itu," ujarnya lantas menyeruput kopi.

Sementara itu Kasi Humas Polres Trenggalek Iptu Susila Basuki saat dikonfirmasi terpisah enggan berkomentar banyak.

Baca Juga: Legilatif Kritisi Gaji Dokter Spesialis di RSUD Panggul, Ternyata Ini Alasannya

"Kami menunggu arahan dari Bapak Kapolres Trenggalek," jawabnya melalui pesan singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suasana Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek pada Senin (20/1) malam mencekam.

Hal ini tidak lepas dari aksi anarkis yang dilakukan salah satu kelompok perguruan silat yang menggeruduk Polsek Watulimo Trenggalek.

Baca Juga: Desa Tanggulturus Tulungagung Jadi Perkampungan Elit, Berkat Warganya Kerja di Luar Negeri

Informasi yang dihimpun di lapangan, kelompok perguruan silat ini menuntut pembebasan salah satu rekan mereka yang diamankan polisi beberapa hari sebelumnya.

Bahkan aksi yang terjadi hingga menjelang Subuh itu berujung anarkis karena melempari Mapolsek Watulimo dengan batu.

Tak ayal aksi beringas mereka membuat kaca depan dan genteng Mapolsek Watulimo pecah berantakan.

Bahkan dari peristiwa ini membuat tiga polisi mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.
****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pesilat #pesilat anarkis #trenggalek #Polsek Watulimo #perguruan silat #pengrusakan