Radar Tulungagung - Suryono Hadi Pranoto atau akrab disapa Bos K-Cunk Motor menelan kerugian hingga Rp 1,5 miliar atas kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan jenis mobil yang dilakukan oleh karyawannya sendiri.
Diketahui Polres Tulungagung telah melangsungkan Press Rilis atas kasus yang menimpa pedagang mobil terbesar di Kabupaten Tulungagung pada Kamis (27/02).
Dimana petugas kepolisian mendapati tersangka merupakan seorang karyawan kepercayaan dari Bos K-Cunk Motor, yakni Rindo Novanda Richzidan, 36, warga Desa Nglampir Kecamatan Bandung Tulungagung.
Tak hanya itu, rupanya Bos K-Cunk Motor memiliki hubungan yang cukup dekat dengan tersangka sehingga kepercayaan terhadap tersangka pun cukup tinggi.
Berdasarkan data, tersangka telah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dengan jenis mobil di K-Cunk Motor ini sudah sejak bulan Agustus 2024 silam.
Adapun sebanyak 8 unit mobil telah digelapkan oleh tersangka dan dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran.
Selisih penjualan mobil hasil penggelapan tersebut, dijual tersangka dengan selisih harga Rp 50 juta dari harga pasaran.
Dimana motif tersangka melakukan aksi pencurian kendaraan jenis mobil ini dilakukan atas dasar menutup kerugian dari transaksi jual beli mobil yang dilakukan sendiri oleh tersangka.
Bos K-Cunk Motor, Suryono Hadi Pranoto mengatakan, apabila kontrak gaji yang diberikan kepada tersangka tidaklah sedikit.
Menurutnya tersangka bisa mendapatkan gaji berdasarkan hasil penjualan. Bahkan tersangka bisa mendapatkan upah mencapai Rp 20 juta setiap bulannya.
Rincinya, apabila tersangka menitipkan mobil di K-Cunk Motor, maka untung dari hasil penjualan akan dibagi 50 persen.
Kemudian untuk gaji tersangka sendiri diberikan setiap unit yang dijual senilai Rp 300 ribu setiap unit.
Namun apabila karyawan di K-Cunk Motor dapat mendatangkan pembeli maka akan mendapatkan Rp 600 ribu setiap penjualan.
“Gajinya (Tersangka-RED) tidak tentu, terkadang bisa sampai Rp 6 juta. Bahkan kalau mobilnya bisa laku banyak bisa sampai Rp 20 juta,” pungkasnya.(ziz)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz