RADAR TULUNGAGUNG - Suryono Hadi Pranoto alias Bos K-Cunk sebenarnya cukup sedih dengan ditangkapnya Rindo Novanda atas kasus kasus pencurian kendaraan showroom K-Cunk Motor.
Bos K-cunk sempat terlihat berkaca-kaca saat pers release kasus pencurian kendaraan K-Cunk Motor di Mapolres Tulungagung, kamis (27) siang.
Bos K-cunk mengamini bahwa dirinya sebenarnya sedih dengan ditangkapnya Rindo Novanda.
Karena tersangka merupakan anak dari sahabat baiknya sendiri.
Rindo juga telah dianggap sebagai keluarga setelah bekerja dengannya kurang lebih selama dua tahun.
“Kedua orang tuanya memiliki hubungan yang sangat baik dengan saya. Orang tuanya menitipkan dia (Rindo Novanda) ke saya untuk belajar berdagang mobil,” katanya.
Secara jujur, Bos K-Cunk mengaku sangat tidak menyangka bahwa Rindo bisa melakukan penggelapan mobil di showroom miliknya.
Karena Rindo selama ini dikenal dengan orang yang baik.
“Dia ini dari kecil saya yang momong (merawat, red). Sama orang tuanya murni dititipkan ke saya, sudah saya anggap keluarga sendiri,” katanya.
Makanya, Bos K-Cunk menunggu etikat baik dari keluarga tersangka untuk mengganti kerugian yang dialami.
Jika itu terjadi, maka dia memastikan akan membalas etikat baik itu 10 kali lipat.
“Kalau Rindo sudah seperti ini, saya juga kasihan,” akunya.
Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Taat Resdi menjelaskan kasus pencurian kendaraan K-Cunk Motor yang dilakukan oleh tersangka Rindo Novanda dimulai pada bulan Agustus tahun 2024.
Selama tujuh bulan berlangsung, yang telah digelapkan adalah 8 unit mobil dengan merk yang berbeda-beda.
“Pelaku memulai aksi pertamanya bulan Agustus tahun 2024,” katanya.
Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan menguasai lebih dahulu BPKB atau STNK kendaraan yang ditarget.
Setelah situasi aman, barulah tersangka mengambil mobil dari showroom K-Cunk Motor.
Kendaraan yang berhasil dikeluarkan dari showroom K-Cunk Motor lalu dijual kepada penjual mobil lainnya atau ke perorangan dengan harga yang jauh dari pasaran.
Dengan begitu, mobil menjadi lebih cepat laku.
“Tersangka tidak kesulitan menjual mobil karena harga yang dipatok jauh dibawah dari harga pasaran. Selisihnya antara 10-50 juta dibawah harga normal,” ungkap Taat.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri