RADAR TULUNGAGUNG - Nominal uang yang dikeluarkan para bocah untuk membuat balon udara berpetasan di Tulungagung terungkap.
Bahkan jika dibandingkan dampak yang mereka timbulkan hingga merusak rumah warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Baca Juga: 14 Bocah Asal Tulungagung Jadi Terduga Pelaku Penerbangan Balon Udara Berpetasan
Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman mengatakan 14 pelaku tersebut melakukan iuran sebesar Rp 15 ribu, hingga Rp 30 ribu per anak untuk membuat balon udara dan petasan.
"Ke-14 bocah itu berniat untuk merayakan bulan Syawal," katanya.
Para terduga pelaku kurang memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari aksi menerbangkan balon udara berpetasan itu.
Apalagi sebelumnya juga terjadi peristiwa serupa di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Tulungagung.
Bahkan dari peristiwa itu menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena merusak rumah dan mobil.
Meskipun para pelaku justru berasal dari Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Trenggalek.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas menerbangkan balon udara berpetasan. Karena hal tersebut berbahaya," jelasnya.
Sekadar diketahui, pada Minggu (13/4/2025), sebuah rumah milik Marsini, warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Tulungagung rusak terkena ledakan balon udara berpetasan.
Pihak Polsek Bandung dibantu oleh Satreskrim Polres Tulungagung melakukan oleh TKP dan melakukan proses interogasi.
Tidak lama dari hasil olah TKP tersebut, polisi berhasil menemukan lokasi penerbangan balon udara. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari TKP jatuhnya petasan di rumah warga.
Pasca peristiwa ini, polisi pun menetapkan Kecamatan Bandung sebagai wilayah darurat balon udara. ****
Editor : Dharaka R. Perdana