TULUNGAGUNG - Seorang bocah bernama Moh. Al Fatih Sang Saka Pamungkas berusia 3 tahun asal Desa Rejotangan, Tulungagung meninggal dunia setelah tertemper kereta api pada Rabu, 04 Juni 2025.
Diketahui korban tertemper kereta api ketika bermain di jalur rel kereta tanpa ada pendampingan dari orang tua.
Mendapati hal itu, masyarakat yang ada di sekitar jalur rel kereta api diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, melalui Kasi Humas, Ipda Nanang Murdianto mengatakan, peristiwa bocah berusia 3 tahun yang ditemukan meninggal usai tertemper kereta api ini terjadi pada Rabu pagi, 04 Juni 2025, sekitar pukul 05.25 WIB.
Dimana kejadian tersebut terjadi di jalur rel kereta api sebelah barat Stasiun Rejotangan dengan jarak sekitar 300 meter dari stasiun.
Diketahui korban tertemper kereta api eksekutif Gajahyana jurusan Gambir-Malang yang melintas di Stasiun Rejotangan.
"Sesampainya di jalur kereta api barat stasiun Rejotangan kurleb 300 meter kereta api menabrak korban”, jelasnya Rabu, 04 Juni 2025.
Berdasarkan kronologi, awalnya bocah berusia 3 tahun asal Dusun Pundensari, Desa Rejotangan, Tulungagung ini bermain bebatuan di sekitar bantalan jalur rel kereta api.
Tak berselang lama, terdapat kereta eksekutif Gajahyanan jurusan Gambir-Malang melintas di jalur tersebut.
Bocah ini tidak mengetahui adanya kereta api yang melintas sehingga terjadilah peristiwa kecelakaan tersebut.
Diketahui korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) usai kecelakaan itu terjadi.
"Pada saat itu korban sedang bermain di jalur kereta api tanpa ada pendampingan dari orang tua," ucapnya.
Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Rejotangan, SPKT, dan Inafis Polres Tulungagung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.
"Usai dilakukan olah TKP, korban dievakuasi oleh tim medis ke RSUD dr. Iskak Tulungagung”, pungkasnya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz