TULUNGAGUNG – Misteri siapa orang tua dari bayi laki-laki yang ditemukan meninggal di pinggir Sungai Brantas, Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, masih belum terungkap.
Bayi yang oleh petugas diberi nama “Thole Suro” itu telah dimakamkan di sekitar sungai brantas Tulungagung, sementara polisi masih terus menelusuri jejak pelaku yang diduga membuangnya.
“Tim terus menyisir berbagai informasi dan potensi jejak pelaku. Masih kami sisir. Insya Allah semoga segera ketemu," tegas Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana.
Hal senada disampaikan oleh Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto. Pihaknya masih mendalami kasus ini.
"Kami terus melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap siapa orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas bayi ini," ujar Ipda Nanang, Senin (7/7/2025).
Sebelumnya, jenazah bayi laki-laki itu ditemukan oleh warga pada Jumat (27/6/2025) lalu dalam kondisi tak bernyawa di tepi aliran sungai Brantas Tulungagung.
Setelah melalui proses evakuasi dan kemudian dilakukan autopsi di RSUD dr Iskak Tulungagung, dipastikan penyebab kematian adalah tenggelam.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun sejumlah luka diduga akibat benturan saat terseret arus sungai brantas Tulungagung.
“Paru-paru bayi mengembang sebelah kanan, lambung berisi air dan saluran napas terdapat pasir. Luka yang ada merupakan dampak dari terseret arus, bukan kekerasan,” tambah Ipda Nanang.
Usai proses forensik, jenazah bayi itu dimakamkan di TPU Desa Pinggirsari dengan disaksikan relawan, petugas kepolisian, dan warga Tulungagung (30/6).
Sebagai bentuk penghormatan, makamnya ditandai dengan nama “Thole Suro”, merujuk pada waktu penemuan yang bertepatan dengan datangnya bulan Suro dalam kalender Jawa.
Dari pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi apa pun terkait bayi ini, baik tentang ibu kandung, keluarga, maupun saksi yang melihat hal mencurigakan, agar segera melapor ke Polres Tulungagung.
“Ini bukan sekadar kasus pembuangan bayi. Ini soal tanggung jawab dan nilai kemanusiaan. Siapa pun yang terlibat harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (sri/din)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz