RADAR TULUNGAGUNG – Setelah mengungkap dua kasus besar narkoba dengan total barang bukti terbesar sepanjang sejarah, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat.
Dia menegaskan, peredaran sabu-sabu dan pil dobel L di Tulungagung sudah berada pada level yang mengkhawatirkan.
Baca Juga: Cetak Rekor, Polres Tulungagung Ungkap Peredaran 1,2 Kilogram Sabu-sabu dan 60 Ribu Butir Dobel L
Apalagi jumlah barang bukti yang disita berupa 1,2 kilogram sabu-sabu dan 60.163 butir pil dobel L – menunjukkan bahwa jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah ini bukan lagi skala kecil.
“Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba di sini sudah hitungan kilogram, bukan lagi gram. Artinya, ada jaringan besar yang sudah menjadikan Tulungagung sebagai pasar potensial,” kata AKBP Taat dalam konferensi pers, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: Pengedar Sabu Jaringan Rutan di Jawa Timur Dibekuk di Tulungagung, Per Bulan Bisa Jual 1 Kg
Berdasarkan analisis laboratorium dan karakteristik kemasan, polisi menduga kuat sabu-sabu yang diamankan berasal dari jaringan narkotika lintas negara.
Jalur masuknya diperkirakan melalui pantai timur Sumatera, kemudian disalurkan ke Pulau Jawa, hingga akhirnya beredar di Tulungagung.
Baca Juga: Dua ASN Dinkes Tulungagung Terjerat Kasus Narkotika, Satu ASN Baru Dilantik PPPK 2024
“Ini bukan lagi permainan eceran. Jaringan ini memiliki distribusi yang rapi, memanfaatkan sistem ranjau dan COD agar pengirim dan penerima tidak saling mengenal,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, penyalahgunaan sabu-sabu dan pil dobel L dapat merusak masa depan generasi muda.
Efek ketergantungan yang ditimbulkan bisa memicu tindak kriminal, degradasi moral, hingga kerusakan mental yang sulit dipulihkan.
“Kami butuh peran serta seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan orang tua untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba. Melindungi generasi muda dari sabu-sabu dan pil dobel L adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Bila ada yang melihat transaksi mencurigakan, segera hubungi pihak berwajib. Satu laporan dari masyarakat bisa menyelamatkan banyak nyawa,” pungkas Kapolres. ****
Editor : Dharaka R. Perdana