RADAR TULUNGAGUNG - Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK kembali menjadi sorotan publik setelah Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel terjaring OTT.
Penangkapan berlangsung pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, sekitar pukul 01.00 WIB di rumah dinasnya di Pancoran, Jakarta Selatan.
Empat petugas KPK datang dengan mobil, langsung masuk ke rumah, dan membawa Noel ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan.
Proses penangkapan hanya memakan waktu 10–20 menit. Namun, terdapat perbedaan informasi mengenai status Noel karena saksi mata menyebut ia hanya dimintai keterangan.
Baca Juga: Majelis Hakim Tolak Permohonan PKPU Dahlan Iskan, PT Jawa Pos Terbukti Tak Punya Utang
OTT KPK terhadap Immanuel Ebenezer diduga berkaitan dengan praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3.
Sertifikasi ini menjadi syarat penting dalam mencegah kecelakaan kerja dan memastikan standar keamanan di lingkungan kerja.
Dugaan kasus pemerasan ini memunculkan perhatian publik karena K3 adalah elemen vital di dunia industri dan ketenagakerjaan. KPK masih mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
KPK menyita sejumlah aset saat OTT terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer. Dari hasil penyitaan, terdapat 15 unit mobil termasuk satu Nissan GTR.
Selain itu, ada enam unit motor yang terdiri dari beberapa jenis, termasuk dua motor Ducati. KPK juga menemukan uang tunai dengan jumlah yang belum disebutkan, yang diduga terkait dengan praktik pemerasan.
Namun, ada versi berbeda yang menyebut hanya satu unit sepeda motor milik Noel yang disita. Perbedaan data ini masih menunggu pernyataan resmi dari KPK.
Profil Singkat Immanuel Ebenezer
Immanuel Ebenezer lahir di Riau pada 22 Juli 1975 dan menyelesaikan studi sosial di Universitas Satya Negara Indonesia pada 2004. Ia pernah menjabat sebagai komisaris PT Mega Eltra, anak usaha BUMN, sebelum ditunjuk sebagai Wamenaker.
Noel dikenal publik sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) dan kemudian menjadi kader Partai Gerindra.
Berdasarkan LHKPN 2024, kekayaannya mencapai Rp17,62 miliar dengan aset terbesar berupa tanah, bangunan, serta kendaraan mewah.
Baca Juga: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Bayi Terkubur di Tulungagung, Siapa Ayah Biologisnya?
Reaksi Publik dan Pemerintah
Presiden Prabowo menghormati proses hukum dan menegaskan akan mengganti pejabat yang terbukti bersalah.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut kasus ini sebagai pukulan berat dan menegaskan perbaikan segera dilakukan.
Tetangga Noel di Depok mengaku terkejut karena mengenal sosoknya sebagai pribadi ramah, suka berbaur, dan kerap bermain catur bersama warga.
Media asing juga menyoroti kasus ini, bahkan Malaymail menulis bahwa penangkapan Noel adalah kasus pertama di kabinet Presiden Prabowo.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Immanuel Ebenezer. Pengumuman resmi dijadwalkan pada Jumat siang, 21 Agustus 2025.
Kasus ini menjadi OTT KPK kelima sepanjang tahun 2025, sekaligus menambah daftar panjang pejabat yang terjerat operasi senyap lembaga antirasuah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana