Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terekam CCTV Mantan Anggota DPRD Pesawaran Diduga Aniaya Wartawan Senior di Lampung, Diduga Dipicu Kasus Pencemaran Nama Baik

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 18 September 2025 | 18:26 WIB

 

rekaman CCTV rumah wartawan pesawaran
rekaman CCTV rumah wartawan pesawaran

RADAR TULUNGAGUNG -. Seorang wartawan senior, Zahrial (40), dari Bintang TV dan anggota Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKW-KP), diduga menjadi korban penganiayaan oleh RD, seorang mantan anggota DPRD Pesawaran, Lampung.

Insiden serius ini, yang terjadi di kediaman Zahrial, telah dilaporkan secara resmi ke Polres Pesawaran, memicu sorotan tajam terhadap keselamatan jurnalis dan perilaku mantan pejabat publik.

Dugaan penganiayaan ini melibatkan RD, seorang mantan DPRD Pesawaran. Kejadian tragis yang terekam kamera CCTV ini tidak hanya meninggalkan luka fisik pada Zahrial, tetapi juga trauma mendalam bagi istri dan anak-anaknya yang turut menjadi saksi tak langsung dari peristiwa naas tersebut.

Laporan resmi telah dibuat pada 10 September 2025, mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan penyelidikan atas kasus yang meresahkan ini.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa RD, mantan anggota DPRD Pesawaran tersebut, mendatangi rumah Zahrial pada malam hari, Selasa, 9 September 2025, sekitar pukul 20.20 WIB di Desa Way Lima, kediaman korban.

Menurut Zahrial, terlapor datang mengetuk pintu dan meminta untuk berbicara sebentar. "Terlapor datang ke rumah, mengetuk pintu dan minta ngobrol sepuluh menit. Karena saya ada kerjaan, saya persilakan masuk," kata Zahrial pada Minggu, 15 September 2025.

Baca Juga: Mengejutkan! Ini Peran Dua Prajurit Kopassus dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Namun, percakapan tersebut justru berubah menjadi cekcok yang berujung pada tindak kekerasan fisik. "Tapi malah cekcok, lalu terlapor memukul wajah saya,” tambah Zahrial.

Rekaman CCTV dari rumah Zahrial menunjukkan bahwa selain pemukulan, RD juga diduga meludahi wajah korban.

Peristiwa ini, yang terjadi di kediaman Zahrial di Desa Way Lima, menjadi pusat perhatian publik, terutama setelah laporan resmi diajukan ke Polres Pesawaran pada Rabu, 10 September 2025.

Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/B/186/IX/2025/SPKT/POLRES PESAWARAN/POLDA LAMPUNG, dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 dan/atau 352 KUHP.

Zahrial menegaskan bahwa rekaman kamera CCTV rumahnya telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai barang bukti penting.

Kasus ini diduga kuat memiliki kaitan dengan permasalahan sebelumnya, yakni perkara dugaan pencemaran nama baik di media sosial Facebook yang dilaporkan tokoh pendiri Kabupaten Pesawaran, Mualim Taher, ke Polda Lampung.

Baca Juga: Video Viral Anggota Dishub Kabupaten Bogor Diduga Santai, Kadishub: Anak-anak Sedang Istirahat Sejenak

Dalam perkara tersebut, akun bernama “Rama Saputra” menjadi terlapor, sementara Zahrial dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

Menariknya, RD sendiri juga pernah dipanggil sebagai saksi dalam kasus yang sama. Diduga tidak terima dipanggil penyidik terkait kasus tersebut, RD kemudian mendatangi rumah Zahrial, yang berujung pada insiden penganiayaan ini.

Dampak dari kejadian ini tidak hanya dirasakan oleh Zahrial secara fisik, tetapi juga secara emosional oleh keluarganya. Zahrial menceritakan bagaimana peristiwa tersebut telah meninggalkan trauma mendalam bagi istri dan anak-anaknya.

“Akibat kejadian itu, anak dan istri saya ikut trauma. Mereka tidak tahu-menahu masalah ini,” ungkap Zahrial.

Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKW-KP) turut memberikan dukungan penuh kepada Zahrial dan mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas. Ketua FKW-KP, Feri Darmawan, terlihat mendampingi korban di Mapolres Pesawaran.

FKW-KP menuntut agar aparat penegak hukum memproses secara tuntas kasus dugaan penganiayaan ini, memastikan keadilan bagi Zahrial, dan menegakkan hukum terhadap pelaku.

Desakan ini menjadi penting untuk menunjukkan bahwa profesi jurnalis harus dilindungi dan tindakan kekerasan terhadap mereka tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Kursi Menteri BUMN Masih Kosong, Siapa Sosok yang Bakal Ditunjuk Presiden Prabowo?

Saat ini, kasus dugaan penganiayaan tersebut tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polres Pesawaran. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendalami kasus ini dan RD, mantan anggota DPRD Pesawaran, juga telah diperiksa.

Komitmen kepolisian untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya dan membawa pelaku ke meja hijau.

Masyarakat, khususnya komunitas pers, menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa tidak ada impunitas bagi siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Senggol Permasalahan Keuangan Generasi Muda, Jangan FOMO Investasi

Dengan adanya bukti rekaman CCTV dan laporan resmi yang telah dibuat, harapan untuk penegakan keadilan semakin besar.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya mencari dan menyebarkan informasi kepada publik.

Pihak berwenang diharapkan tidak hanya fokus pada aspek hukum pidana, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis yang dialami korban dan keluarganya. *****

Editor : Dharaka R. Perdana
#wartawan #lampung #Pesawaran #dprd