Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kirun Dikeroyok Tamu Pesta Pernikahan di Klaten, Pengantin Pria Ikut Aniaya Korban dengan Hantaman Kursi Besi

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 2 Oktober 2025 | 00:05 WIB

Tangkapan layar video viral memperlihatkan aksi pengeroyokan terjadi di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (28/9/2025).
Tangkapan layar video viral memperlihatkan aksi pengeroyokan terjadi di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (28/9/2025).

RADAR TULUNGAGUNG -  Kabar mengejutkan datang dari Klaten, Jawa Tengah, di mana seorang pemain musik ketipung menjadi korban penganiayaan brutal oleh tamu hajatan. Lebih miris lagi, pengantin pria dikabarkan turut serta dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Insiden viral yang menunjukkan seorang musisi dikeroyok ini terjadi di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Pengeroyokan yang melibatkan beberapa tamu undangan ini terekam dalam sebuah video yang kemudian tersebar luas di Instagram, salah satunya diunggah oleh akun @infocegatansukoharjo pada Selasa (30/9/2025). Korban utama dalam keributan ini adalah pemain ketipung bernama Kirun.

Aksi keji di mana musisi dikeroyok dan dianiaya secara brutal ini terjadi pada Minggu sore (28/9/2025) di Dukuh Tambak Sari RT. 01 RW. 03.

Kerusuhan besar di lokasi pesta pernikahan ini dipicu kesalahpahaman seputar durasi penampilan musik.

Pertanyaan penonton mengenai mengapa musik selesai menjadi awal mula keributan antara musisi dan tamu hajatan.

Baca Juga: Dinamika Hubungan Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin Tuai Sorotan Publik, Pengamat Politik Tulungagung: Bisa Lemahkan Pemerintahan

Berdasarkan keterangan yang diunggah oleh akun @infocegatansukoharjo, pemicu kericuhan adalah permintaan lagu.

Awalnya, penonton meminta tambahan tiga lagu kepada kelompok musik. Kelompok musik tersebut menyetujui permintaan penonton tersebut.

Namun, keributan mulai pecah setelah kelompok musik menyelesaikan penampilannya dan para pemain musik mulai turun dari panggung. Warga yang masih berjoget kemudian melayangkan protes.

"Kok ndang rampung ki pie mas, iki durung enek jam 17.00 WIB (Kenapa cepat selesai, Mas, ini belum jam 17.00 WIB)," demikian teguran yang disampaikan penonton, seperti tertulis dalam narasi akun pengunggah.

Pemain musik, yang saat itu menjadi sasaran protes, mencoba menjelaskan situasinya. Mereka menjawab bahwa penghentian musik sudah sesuai dengan kesepakatan awal.

"Kan wis kesepakatan to mas, mau ditambah 3 lagu wis sesuai request (Kan sudah ada kesepakatan, Mas, tadi ditambah 3 lagu sudah sesuai permintaan)," jawab musisi tersebut.

Jawaban tersebut justru menyulut emosi penonton, yang kemudian memicu keributan yang semakin membesar antara penonton dan musisi. Pemain ketipung bernama Kirun menjadi sasaran utama dan menjadi bulan-bulanan pengeroyokan.

Baca Juga: Pria Misterius Jadi Bulan-bulanan Warga di Pinka Tulungagung, Ternyata ODGJ Kabur dari RSJ Lawang

Pengeroyokan yang dialami Kirun berlangsung sangat brutal. Para tamu yang mengeroyok korban tidak hanya menggunakan tangan kosong.

Mereka bahkan turut melempar kursi besi ke arah pemain ketipung. Salah satu pelaku terlihat memukul korban menggunakan kursi besi. Akibatnya, korban tak mampu melawan serangan tersebut dan langsung tersungkur saat dikeroyok.

Dalam rekaman video lain yang juga beredar, terlihat jelas kondisi korban setelah insiden. Mirisnya, salah satu pelaku utama dalam penganiayaan tersebut adalah pengantin pria sendiri. Pengantin pria ikut melakukan penganiayaan pada korban yang merupakan pemain ketipung di pesta pernikahannya.

Setelah kejadian, Kirun mengalami sejumlah luka serius. Luka-luka yang diderita Kirun antara lain memar pada pelipis kiri, dahi kiri sobek, kepala pusing, dan siku tangan kiri lecet-lecet.

Melihat kondisinya yang cukup parah, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro di Klaten untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain Kirun, disebutkan pula bahwa penyanyi yang turut tampil dalam acara tersebut, Dila Nurul Novita, juga disebut-sebut menjadi korban dalam kericuhan massal tersebut.

Baca Juga: Pasca Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Guncang Sumenep Terjadi 4 Kali Gempa Susulan, Ini Data Resmi BMKG

Aksi main hakim sendiri ini mendapat perhatian serius dari pihak berwajib. Pihak Polres Klaten segera mengambil tindakan setelah video pengeroyokan ini viral dan laporan masuk.

Pengantin pria yang terlibat langsung dalam penganiayaan tersebut, bersama dengan enam orang lainnya, telah diamankan oleh pihak Polres Klaten.

Kasus ini menjadi peringatan keras akan pentingnya pengendalian diri dan penyelesaian masalah secara damai, terutama di tengah acara sakral seperti pernikahan.

Kerusuhan yang dipicu hanya karena permintaan lagu tambahan ini telah mencoreng acara pernikahan dan mengakibatkan seniman harus menderita luka-luka serius.

Peristiwa di mana seniman hajatan ini dikeroyok dan dihantam kursi besi di Klaten menunjukkan betapa mudahnya situasi keramaian dapat berubah menjadi tindak kekerasan.

Pihak kepolisian masih terus menangani kasus ini untuk memastikan keadilan bagi para korban, Kirun dan Dila Nurul Novita. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kirun #pengeroyokan #musisi #klaten